Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Kejadian Yang Dialami Hero Tito Bukan Yang Pertama, Inilah Petinju Yang Meninggal Usai Naik Ring

Berita Koran Talk
2 Mar 2022, 12:27 WIB Last Updated 2022-03-02T05:27:57Z


Pimpinan Setiap hari Komisi Tinju Handal Indonesia( KTPI), dokter Tommy Halauwet merasa prihatin dengan peristiwa yang dirasakan petinju Hero Tito yang koma akibat pendarahan otak sehabis kalah KO dari James Mokoginta pada Hollywing Boxing Show di Hollywing Cafe Jakarta, Pekan( 27/ 2/ 2022).


" Aku turut prihatin dengan peristiwa yang mengenai Hero Tito serta berdoa supaya dapat kilat sembuh," ungkap Tommy Halauwet, Selasa( 1/ 3/ 2022).


Peristiwa yang dirasakan Hero Tito bukan yang awal kalinya. Sebelumhya pula sempat terjalin yang hingga menimbulkan kematian. Semenjak tahun 1948 sampai 2013 tercatat 31 petinju tewas usai menempuh pertarungan.


Buat tidak menaikkan catatan panjang petinju yang hadapi kematian, Tommy Halauwet yang mulai ikut serta selaku dokter ring mulai tahun 1988 ini menganjurkan terdapatnya pembuatan lembaga handal semacam Tubuh Berolahraga Handal Indonesia( BOPI).


Cuma saja, lembaga independen tersebut dibangun pelakon berolahraga handal tanpa memakai dana pemerintah semacam halnya BOPI.


" Butuh lembaga independen pengganti BOPI yang menanggulangi berolahraga handal tercantum tinju handal supaya tidak menaikkan catatan panjang kematian. Di Filipina saja terdapat Permainan Ammousement Board( GAB) yang ialah lembaga independen spesial menanggulangi berolahraga handal berkolaborasi dengan pemerintah," ucap Tommy Halauwet.


Dengan terdapatnya** Sinonim**

terdapatnya----------** Original**adanya lembaga independen tersebut, kata Tommy yang dokter spesialis bedah ini, kontrol terhadap fitur pertandingan tercantum dokter ring yang mimiliki kompentesi. Begitu pula dengan petinju yang keluar negara buat melaksanakan pertandingan.


Bila seluruh mempunyai kompetensi hingga musibah di atas ring dapat diminimalisir," tandas Tommy Halauwet.


Butuh dikenal sepanjang ini terdapat 5 lembaga independen yang menanggulangi tinju handal. Ialah, Komisi Tinju Indonesia( KTI) di dasar kepemimpinan Anton Sihombing, Asosiasi Tinju Indonesia( ATI) yang dipandu Manahan Sitomorang, Kemosi Tinju Handal Indonesia( KTPI) dipandu Ruhut Sitompul, Federasi Tinju Handal Indonesia( FTPI) Nilasari Kusumo Anggraeni serta Federasi Tinju Indonesia( FTI).


Sedangkan itu, promotor Armin Tan yang dihubungi berkata keadaan petinju asal Malang, Hero Tito yang hadapi koma akibat pendarahan otak terus menjadi menyusut.


" Keadaan Hero Tito menyusut," selorhnya.


Inilah catatan petinju Indonesia yang wafat dalam sejarah tinju Indonesia:


1948; Surabaya: Jimmy Koko( lawan: Meyer)


1950; Surabaya: Rocky Wang( ataupun Ricky Huang)( lawan: VIC Suatman)


1959; Surabaya: Robby Pav( lawan: Mohammad Yali)


1961; Sarono( lawan: Tan Hwa Soei)


1978; Bandung: Atjeng Jim( lawan: Kai Siong)


1979; Nasir Kitu( lawan: unknown)


1980; Syamsul Bachri( lawan: unknown)


1984; Jakarta: Domo Hutabarat( lawan: Dadang Krisna)


1984; New York Akhirul Fajar( lawan Muhammad Ali)


1985; Suryanto( lawan: unknown)


1987; Jayapura: Agus Souissa( lawan: Michael Arthur)


1988; Blitar: Wahab Bahari( lawan: Hudi)


1988; Suryanto( lawan: John Bonnex)


23 Desember 1990; Bontang: Bongguk Kendy( lawan: Bisenti Santoso)


15 Juli 1993; Jakarta: Yance Samangun( lawan: Mahmud)


11 Mei 1995; Jakarta: Akbar Maulana( lawan: Bugiarso)


16 Juni 2000; Jakarta: Dipo Saloko( lawan: Roy Saragih)


18 November 2000; Belawan: Bayu Young Iray( lawan: Herianto Kalam)


11 Maret 2001; Bekasi: John Namtilu( lawan: Hasan Purba)


2 April 2001; Cibinong: Muhammad Alfaridzi( lawan: Kongthawat Ora Sorkiti)


28 Oktober 2001; Manado: Donny Maramis( lawan: Stenly Kalalo)


4 Februari 2003; Jakarta: Johannes" Bones" Fransiscus( lawan: Slamet Nizar." Bones" meninggal pada 6 Februari 2003)


21 September 2003; Sumatra Utara: Mula Sinaga- Petinju Amatir-( lawan: Asahan Tuerino. Mula Sinaga meninggal pada 24 September 2003)


23 Januari 2004; Jakarta: Antonius Jonathan Mosse( lawan: Kaichon sor Vorapin)


19 Februari 2004; Purwokerto: Jack Ryan( lawan: Syamsul Hidayat)


5 Maret 2005; Jakarta: Hendrik Bira( lawan: Mones Arepas- Bira lost TKO in 3rd on March 3, 2005)


16 Juni 2006; Manado: Fadly Kasim( lawan: Jibril Soamole. Kasim kalah TKO 6)


15 Maret 2007; Jakarta: Anis Dwi Mulya( lawan: Irvan Bone). Anis kalah TKO ronde 6, meninggal pada 20 Maret 2007


31 Maret 2012; Jakarta: Muhammad Afrizal alias Afrizal Cotto( lawan: Irvan Barita Marbun). Afrizal kalah angka absolut, serta setelah itu wafat bertepatan pada 4 April 2012 sehabis menempuh pembedahan di bagian kepala sebab hadapi pendarahan di otak di Rumah sakit UKI, Jakarta


16 November 2012; Kupang: Oxon Palue( Lawan: Gerry Gio Toisuta). Hasil pertandingan seri 8 ronde. Oxon Palue setelah itu meringik mengidap keram kaki usai pertandingan, serta dinyatakan wafat pada 20 November 2012 di rumahsakit.


27 January 2013; Jakarta: Tubagus Setia Sakti( Lawan: Ical Tobida). Hasil pertandingan Tubagus kalah TKO ronde 8 pada 26 Januari. Tubagus hadapi pendarahan otak, setelah itu wafat pada hari selanjutnya.



iklan