Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Kenali Test Anxiety Disorder yang Bisa Dialami Pelajar hingga Mahasiswa

Mata Kau !!! { กรุงเทพมหานคร อมรรัตนโกสินทร์ มหินทรายุธยามหาดิลก ภพนพรัตน์ราชธานีบุรีรมย์ อุดมราชนิเวศน์ มหาสถานอมรพิมาน อวตารสถิต สักกะทัตติยะ วิษณุกรรมประสิทธิ์}
8 Mar 2022, 15:06 WIB Last Updated 2022-03-08T08:11:04Z


www.korantalk.com -Pernah merasakan cemas, takut, dan gugup ketika menghadapi ujian? Jika perasaan itu muncul secara berlebihan bisa jadi kamu mengalami Test Anxiety Disorder, lo.
Menurut Psikolog dari UGM, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., setiap orang pasti memiliki kecemasan saat menghadapi situasi akan diuji kemampuannya.

Namun, perasaan cemas yang berlebihan perlu diwaspadai karena mengarah pada test tension confusion.

"Jadi test tension confusion itu merupakan gangguan saat level cemas sangat tinggi di tengah situasi menghadapi ujian. Ujian tidak hanya seperti ujian sekolah atau masuk perguruan tinggi saja namun saat menghadapi penilaian ketika bekerja atau akan tampil," ucap Sutarimah dikutip dari laman resmi UGM, Senin (7/3/2022).


Ciri-ciri Test Anxiety Disorder

Lebih lanjut Sutarimah mengatakan orang yang mengalami test uneasiness jumble umumnya akan merasa kecemasan yang sangat luar biasa saat akan menghadapai penilaian.

Gejalanya cukup beragam dari yang ringan hingga berat. Tapi secara umum gejala (simtom) gangguan kecemasan menghadapi ujian ini dikelompokkan menjadi tiga yakni gejala fisik, gejala kognitif dan perilaku, serta gejala emosional.

Gejala fisik antara lain berkeringat, gemetar, jantung berdetak cepat/berdebar, mual, perut tidak nyaman, badan menjadi dingin atau panas, bahkan pingsan.

Lalu gejala perilaku dan kognitif meliputi sulit konsentrasi, sulit berpikir, sering lupa, meragukan kemampuan atau berpikir buruk akan diri sendiri.

Sedangkan gejala emosional di antaranya perasaan tidak berharga, putus asa, tidak berdaya, marah, bahkan ingin melukai diri sendiri

Penyebab Munculnya Test Anxiety Disorder

Dosen Fakultas Psikologi UGM juga memaparkan bahwa penyebab test uneasiness jumble ada dua, yakni:

1. Penyebab Biologis
Secara biologis terdapat orang-orang yang secara genetis mempunyai kecenderungan untuk merasa cemas dan memiliki kemungkinan diturunkan.

"Sebenarnya semua orang saat berada di situasi menantang ada hormon yang dikeluarkan yakni adrenalin. Adrenalin ini meningkat saat berkompetisi yang berguna untuk memacu tampil maksimal, tetapi pada orang tertentu justru adrenalin yang muncul berlebihan sehingga menimbulkan cemas berlebih," terangnya.

2. Penyebab Kognitif
Kecemasan berlebih yang muncul karena pemikiran timbul dari pengalaman atau perjalanan hidup seseorang sehingga membuat mudah berpikir negatif akan diri sendiri maupun takut gagal.

"Diperparah lagi jika tidak dipersiapkan dengan baik menghadapi ujian dan ada sejarah kegagalan di masa sebelumnya," jelasnya.

Cara Mengatasi Test Anxiety Disorder
Sutarimah menegaskan bahwa test uneasiness jumble ini akan menjadi sebuah lingkaran setan jika tidak diatasi dengan baik.

Sebab kecemasan yang berlebihan akan memengaruhi saat penilaian tidak bisa maksimal. Performa yang kurang maksimal juga akan berpengaruh saat melakukan ujian atau penilaian berikutnya.

Menurutnya, ada beberapa tips guna mengatasi atau meredam kecemasan jelang ujian. Salah satunya dengan melakukan persiapan matang.

Persiapan tersebut tidak hanya dengan memahami materi atau apa yang akan diujikan saja, tetapi juga mempelajari situasi lingkungan fisik.

"Misal akan ujian SBMPTN, ya disiapkan jauh hari penguasaan materi dan juga situasi sekitar lokasi ujian," ucapnya.

Tips kedua adalah mengontrol pemikiran. Karena mengatur pemikiran penting dilakukan dengan berpikir positif dan menghindari pikiran-pikiran negatif.


Selain itu, penting juga untuk menghindari tuntutan dan pemikiran harus selalu sempurna. Cukup lakukan saja yang terbaik semaksimal mungkin.

Tips ketiga untuk mengurangi kecemasan yakni dengan melakukan relaksasi salah satunya dengan meditasi atau bisa juga dengan stress ball sebagai sarana menyalurkan ketegangan. Dengan meremas stress ball bisa membantu tubuh lebih rileks.

"Tak kalah penting untuk mengurangi kecemasan adalah adanya dukungan keluarga dan lingkungan," tutur Psikolog UGM itu.

iklan