Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Modus Penipuan Tentara Gadungan Berhasil Di Amankan Mengaku sebagai Ajudan Panglima TNI

DHEA
23 Mar 2022, 15:21 WIB Last Updated 2022-03-23T08:21:54Z

 Rabu, 23 Maret 2022 12:06

TNI Gadungan Ditangkap Saat Menikah

Korantalk - Slamet Iskandar Syah (SIS) anggota TNI gadungan yang mengaku-ngaku sebagai ajudan Panglima TNI, kelimpungan saat ditanyai soal identitas di e-KTP.

Warga Kecamatan Songgom, Brebes, Jawa Tengah itu diamankan pihak Koramil Brebes lantaran mengaku sebagai anggota TNI-AD dari kesatuan Kopassus.

Saat diinterogasi, mantan security sebuah bank itu justru terus berdalih ketika ditanya soal cara pembuatan identitas palsunya. Simak ulasannya:

Tentara Gadungan Ditangkap

Slamet Iskandar Syah mengaku-ngaku sebagai anggota Kopassus berpangkat Letnan Dua (Letda). Anggota TNI gadungan itu mengaku dinas di Mabes TNI sebagai ajudan Panglima Jenderal Andika Perkasa. Setelah ditelusuri ternyata itu bohong.

Kebohongan Slamet dan istrinya terungkap berawal ketika pihak Babinsa Songgom, Brebes, menerima laporan dari kepala dusun. Bahwasanya, ada anggota TNI di daerah tersebut meminta izin untuk menggelar acara resepsi pernikahan secara militer termasuk upacara pedang pora.

Namun, setelah diselidiki ditemukan adanya kejanggalan pada surat undangan pernikahan yang mencantumkan kehadiran Panglima TNI beserta para pejabat lainnya. Dalam undangan yang beredar, tertulis juga jika TNI gadungan itu akan menikahi mempelai wanita bernama Suci Dhamayanti (SD) yang mengaku sebagai anak Kolonel TNI.

Belakangan, diketahui bahwa SD yakni istri SIS rupanya juga hanya mengaku-ngaku sebagai anak angkat dari Danrem Madiun, Kolonel Infanteri Waris Nugroho. Ia disebut merupakan karyawati dari salah satu bank di Jakarta.

BACA JUGA : Suami Tetak Leher Istri Hingga Mati Karena Cemburu

Keduanya diketahui sudah melangsungkan akad nikah pada November 2021 lalu, dan rencananya akan menggelar resepsi militer di sebuah hotel di Brebes Maret ini.

Diamankan untuk Dimintai Keterangan

SIS dan istrinya pun langsung dipanggil untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Saat diinterogasi, SIS berkelit bahwa dirinya awalnya diarahkan untuk menjadi tentara setelah dihubungi oleh salah satu nomor yang mengaku sebagai Kolonel Waris.


"Saya kan di WA katanya 'habis jalan sama anak saya ya, saya Kolonel Waris' saya enggak nanya katanya emang anaknya pak Waris jadi kalau bapaknya WA ya sudah... Iya karena diarahkan (bilang jadi tentara) sama nomor itu," kata SIS.

"Sudah lah kamu mau berkelit apapun yang kita permasalahkan identitas kamu, paham? Identitas kamu itu sudah pemalsuan identitas. Pas kamu bikin KTP kan pasti mereka nanya apa pekerjaan kamu lah kamu ngomong TNI AD berarti kan," kata seorang anggota TNI.

BACA JUGA : Negara Rugi Rp 246 Miliar Akibat Kecelakaan Lalu Lintas

Kelimpungan saat Diinterogasi

Saat ditanya soal pemalsuan identitas di e-KTP, SIS terus berdalih dan mengatakan bahwa ia memang diarahkan oleh seseorang untuk memalsukan identitas itu. SIS juga mengaku, bahwa dirinya saat ini sudah tidak bekerja lagi sebagai satpam sejak ditawari untuk menjadi tentara gadungan.

"Kamu security tinggal (ngomong) security aja kok ngaku-ngaku tentara," kata anggota TNI

"Sekarang sudah enggak (security) dari November karena saya diarahkan katanya disuruh mau jadi tentara," jawab SIS.

Diketahui, jika SIS sebenarnya merupakan seorang security di Bank BCA Matraman, Jakarta Timur. Setelah diperiksa Subdenpom Brebes, kasus TNI gadungan ini diserahkan ke Polres Brebes.

Atas kasus tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu stel pakaian PDL TNI, baret Kopassus, pas foto memakai pakaian tentara, foto Danrem Madiun, KTP TNI palsu.

Dapatkan update berita dan breaking news setiap hari dari Korantalk.news Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link https://t.me/korantalk_news , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

iklan