Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

MotoGP Mandalika Jadi Hasil Bujuk Rayu ITDC ke Dorna

PREDIKSI KERAPUTIH
26 Mar 2022, 20:12 WIB Last Updated 2022-03-26T13:12:56Z

 

Dirut ITDC Abdulbar M Mansoer saat bertemu Dorna di medio 2018 (dok.ITDC)


Jakarta- MotoGP Mandalika 2022 berhasil dihelat minggu kemarin. Saat sebelum itu, terdapat perjuangan panjang ITDC merayu Dorna supaya MotoGP kembali ke Tanah Air.

MotoGP Mandalika menimbulkan Miguel Oliveira dari KTM Red Bull selaku pemenang. Hadirnya kembali MotoGP di Tanah Air telah membuat para pecinta berolahraga itu terpuaskan dahaganya.

Maklum, Indonesia menunggu sepanjang 25 tahun buat dapat melihat lagi aksi para pebalap kelas dunia. Perjuangan menggelar balapan itu warnanya terbilang susah, sebab tidak cuma dikala balapan tetapi jauh saat sebelum itu.

Indonesia Tourism Development Corporation( ITDC) yang berfungsi besar mendatangkan MotoGP ke mari. Boleh dibilang ITDC" nekat" buat menghadiri Dorna serta memohon Indonesia ditunjuk selaku tuan rumah lagi.



Itu seluruh diawali pada 2012 dikala ITDC diserahkan Kawasan Mandalika oleh Pemerintah Indonesia. ITDC juga bimbang buat mencerna tanah seluas 1. 200 hektar tersebut sebab tidak bisa jadi menjajaki konsep semacam di Nusa 2, Bali, kawasan yang pula terletak di dasar pengelolaan mereka.

Hingga dari itu ITDC juga memilah Sport Tourism selaku pusat aktivitas di Mandalika. Karena, ITDC percaya kalau berolahraga serta wisata dapat berjalan bertepatan, walaupun perlu waktu lama buat menuai kesuksesan.

" Yang terjalin kemarin( MotoGP Indonesia) bukan proses praktis namun penumpukan proses 5 tahun sampai jadi sirkuit," ucap Direktur Utama ITDC, Abdulbar Meter. Mansoer, dalam perjumpaan dengan wartawan di Senayan, Jakarta, Jumat( 25/ 3/ 2022) sore Wib.

Abdulbar M. Mansoer ITDC dan Dorna bertemu di kawasan Mandalika pada 2018. Foto: dok.ITDC


MotoGP juga diseleksi ITDC sebab basis penggemarnya begitu besar di Indonesia. Tetapi, memakai itu selaku senjata buat merayu Dorna tidak gampang sebab Abdulbar perlu perjuangan ekstra pula merayu CEO Carmelo Ezpeleta.

Pendekatan awal kepada CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, tiba pada Oktober 2017. Ezpeleta serta Dorna juga kesimpulannya terpincut oleh kawasan Mandalika sehabis memantau keadaan kawasan langsung dari suatu helikopter setahun setelahnya, tepatnya usai MotoGP Australia

Saati itu, Dorna diajak oleh Abdulbar menengok Nusa 2 dahulu saat sebelum dibawa ke Mandalika. Dari pertemuan ketiga itu, Dorna langsung memohon ciri tangan kontrak ke ITDC di dini 2019 serta pernah membuat Abdulbar ragu- ragu.

Alasannya di tahun itu merupakan masanya Pemilu Presiden sehingga suasana politik jadi tidak menentu. Tetapi, Abdulbar senantiasa percaya serta apalagi bawa Dorna buat berjumpa langsung Presiden Jokowi di Istana Bogor pada 11 Maret demi menampilkan intensitas Indonesia menggelar MotoGP.

" Aku waktu itu rada nekat, tiba bersama regu kecil ke Sepang buat menemuinya. Sehabis pertemuan dini itu, kami diberi undangan ke Qatar pada seri awal masa 2018. Tiba ke Lusail dengan bawa regu lebih lengkap serta desain sirkuit," sambungnya.

" Mereka tertarik sebab sirkuit hendak dibentuk di kawasan yang memiliki keelokan alam luar biasa."

" Kontrak wajib diteken di dini 2019. Terdapat satu slot yang kala itu diperebutkan oleh Meksiko, Brasil, Indonesia buat membalap pada 2021."

Kontrak ITDC bersama Dorna tepatnya diteken pada 28 Januari 2019 buat WSBK serta MotoGP. Awal mulanya kontrak cuma buat 5 tahun, namun pihak ITDC meyakinkan Dorna supaya memperpanjang jadi 10 tahun demi mengamankan pembiayaan dengan para investor lokal.

" Alhamdulillah, kontrak 10 tahun diberikan walaupun kami belum memiliki sirkuit. Fakta Dorna sangat yakin dengan keadaan di Indonesia. Kita memiliki engagement besar di medsos serta yang lain. Langsung kami amandemen kontrak," demikian Abdulbar Meter. Mansoer. 


iklan