Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Penyerangan Antar Siwa, Tak Terima Kelasnnya Dipake Siswa Lain!!

Zelda
26 Mar 2022, 16:09 WIB Last Updated 2022-03-26T09:12:18Z



Korantalk -  Viral Informasi di media sosial terkait gerombolan siswa SMA di Kota Jambi menyerang siwa dari sekolah lain saat ujian.

Belakangan diketahui siswa yang terlibat berasal dari SMKN 3 Kota Jambi dan SMAN 12 Kota Jambi.

Kejadian bermula pada saat SMAN 12 Kota Jambi mengikuti ujian semester pada kamis (24/2/2022).

Lokasinya berada di gedung sekolah kawasan Simpang lll Sipin, Kota Baru, Kota Jambi.

Kemudian sekitar pukul 09.00 WIB, tiba tiba siswa dari SMKN 3 Kota Jambi datang menyerang. Adu fisik pun tidak terhindarkan.

Kepala Sekolah SMAN 12 Kota Jambi Syaipudin membenarkan kejadian ini. Ia mengatakan, ada belasan orang yang terluka pada peristiwa itu.

"Akibatnya 13 orang siswa mengalami memar, satu diantaranya dirawat inap mengalami muntah muntah, dan ada empat guru juga ikut di serang. Kalau menurut laporan rekan saya, diduga ada dua orang yang memebawa sajam," kata Syaipudin, dikutip dari Tribun Jabar.

Syaipudin mengatakan, saat kejadian, pihak polisian datang dan sempat mengeluarkan satu kali tembakan peringatan untuk membubarkan gerombolan siswa.

Ada satu orang yang diamankan petugas kepolisisan dalam penyerangan itu.


Sementara Kepala SMKN 3 kota Jambi Edri menjelaskan, penyerangan terjadi karena masalah pemakaian kelas.

"Iya, sebenernya cuman masalah kelas. Siswa SMKN 3 tidak terima kelasnya dipakai oleh siswa SMAN12. Jadi sempat ribut internal. Sudah kita tenangkan sementara, tidak tahunya siswa SMKN 3 yang dari pall 10 juga ikut menyerang," ujar Edri.

Kapolsek Kota Baru Kompol Dhadang Anindito mengatakan, pada kamis, kedua sekolah melakukan kegiatan ujian secara bergiliran.

Pada pagi hari, ruang kelas digunakan siswa SMKN 3, sedangkan siangnya digunakan siswa SMKN 12.

"Namun terjadi kesalahpahaman pemakaian kelas," katanya.

Tanggapan Kadisdik Provinsi Jambi

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Varial Adhi Putera mengancam aksi tak terpuji dari siwa siwa tersebut.

"Sebenernya kejadian ini tak harus terjadi. Karena ini mereka sekolahnya di dalam satu komplek,"ungkapnya.

Dia akan memanggil kepala sekolah SMKN 3 dan SMKN 12 Kota Jambi.

"Saat kita panggil akan ditanyakan mengapa gedung baru belum difungsikan. Akan kita cari tau," ujarnya.

"Jadi masih ada praktek SMKN 3 dari kelas jurusan tertentu yang masih dilaksankaan di komplek gedung SMAN 12. Tetap induknya di Pal X sana," ujar dia.

Dapatkan update berita dan breaking news setiap hari dari Korantalk.news Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link https://t.me/korantalk_news , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
iklan