Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Ini Alasan Taufik Hidayat Ogah Jadi Pelatih Bulutangkis

PREDIKSI KERAPUTIH
18 Apr 2022, 13:44 WIB Last Updated 2022-04-18T06:44:14Z

 


Jakarta- Taufik Hidayat secara tegas melaporkan tidak ingin jadi pelatih bulutangkis walaupun banyak yang manawari. Apalagi dia menolak pinangan dari luar negara.


Taufik ialah legenda bulutangkis tunggal putra Indonesia. Dia peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2004 Athena serta juara dunia 2005 Anaheim.


Di kejuaraan beregu, bersama regu Piala Thomas, Taufik mencapai gelar juara pada tahun 2000 Kuala Lumpur serta 2002 Guangzhou. Tidak hanya itu jadi juara Asian Permainan 1998 Bangkok, 2002 di Busan serta 2006 di Doha.


Rentetan prestasi itu pula yang membuat Taufik banyak ditawari selaku pelatih bulutangkis. Tidak tanggung- tanggung ajakan menukangi suatu regu bulutangkis apalagi sering tiba dari luar negara.


Tetapi nyatanya, Taufik Hidayat yang memutuskan pensiun jadi atlet tidak mau melanjutkan kariernya selaku pelatih. Semacam halnya eks pebulutangkis nasional pada biasanya. Suami dari Ami Gumelar ini warnanya memiliki pertimbangan tertentu.


" Enggak terdapat kemauan( buat jadi pelatih bulutangkis) sebab memanglah enggak mudah,"


" Menjajaki ponakan saja jengkel sendiri, terlebih melatih banyak orang. Makanya jadi pelatih itu hebat, enggak mudah, terlebih melatih kanak- kanak perlu kesabaran yang besar. Nanti, seketika lari ataupun ini lah," ucapnya.


" Kemudian jika kita melatih pula wajib memiliki dasarnya. Saat ini misalnya saja dimensi lapangan badminton saja kita enggak ketahui, jika pelatih kan wajib ketahui. Dimensi panjang, lebar, apa seluruh berbagai. Tetapi jika ngomong aku dapat, jika aplikasi tidak dapat sama sekali."


" Makanya terdapat orang bilang, mengapa sih tidak melatih? Memanglah tidak dapat gitu loh. Dari enggak dapat serta tidak ingin. Bisa jadi belajar dapat, tetapi ya telah lah, telah lumayan pula. Memanglah gunanya jadi pemain saja deh, bukan pelatih," Taufik menuturkan.


Peraih medali emas Kejuaraan Asia 2000 Jakarta, 2004 Kuala Lumpur, serta 2007 Johor Bahru ini mengaku banyak menawarinya jadi pelatih, tetapi ajakan itu setelah itu dia tolak.


" Yang menawari sih banyak. Dari Pelatnas? Tidak sempat. Sebab mereka telah ketahui kali jika aku tidak tertarik pula. Jika di luar sih terdapat lah banyak. Tetapi( aku) enggak ingin lah," ia mempertegas.


iklan