Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Tega!!! Pria di NTT Aniya Istri Hingga Tewas Lalu Tubuhnya Dibakar

Zelda
2 Mei 2022, 16:31 WIB Last Updated 2022-05-02T09:31:42Z


Korantalk - Seseorang laki- laki di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, tega menganiaya istrinya cuma gara- gara permasalahan ternak ayam. Tidak cuma menganiaya istrinya sampai tewas, pelaku juga membakar tubuh korban dengan daun- daunan.

Aksi sadis ini dicoba Imanuel Nau (63), warga Toinunuh, RT 23/ RW 09, Dusun IV, Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS terhadap istrinya Yosina Selan (60).

Aksi ini dilakukan pelaku pada Minggu (17/ 4/ 2022) di Kampung Toinunuh, RT 23/ RW 09, Dusun IV, Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS.

Awal mulanya pada Sabtu 16 April 2022 kemudian terjadi keributan antara pelaku serta korban, di rumah mereka tinggal.

Korban serta pelaku cekcok sebab korban tidak terima dengan aksi pelaku menitipkan 7 ekor ayam kepada Saul Tkela buat pelihara.

Korban kian emosi sebab mendapat informasi dari Saul Tkela kalau ayam yang dititip tersisa 4 ekor. Saul mengaku jika 3 ekor ayam titipan pelaku lenyap di makan kucing.

Baca Juga : Gadis Disabilitas Ini Diperkosa, 3 Pelaku Tak Disangka

Korban tidak terima dengan alibi tersebut serta menuduh kalau Saul Tkela sudah menjual ayam tersebut. Pada malam itu pelaku langsung tiba ke rumahnya.

Pekan, 17 April 2022, sekitar jam 06. 00 WITA. Korban bersama anaknya Onisius Nau (13) pergi berikan makan sapi dekat dengan kebun.

Dikala itu korban masuk ke kebun menemui pelaku serta kembali terjadi cekcok. Sebab tidak dapat mengatur emosi, pelaku mengambil kayu kabesak yang berada di depan pintu masuk rumah kebun setelah itu memukul serta menganiaya korban sebanyak 3 kali menimpa kepala bagian belakang sampai pecah.

Dikala itu korban dianiaya di bawah pohon lontar. Sehabis korban dianiaya sampai tewas, pelaku mengambil daun gewang serta kayu kering disekitar kebun untuk menutup tubuh korban setelah itu pelaku membakar korban sampai sekitar jam 10. 00 WITA.

Di bawah pohon lontar, korban terbakar sampai 80 persen tubuh korban hangus. Jasad korban yang tidak habis dibakar diambil serta dipindahkan oleh pelaku sekitar 50 m, tepatnya di bawah pohon kabesak masih dalam  kompleks kebun.

Pada malam harinya, sisa jasad korban dipindahkan lagi dari dasar tumbuhan kabesak ke luar dari pagar kebun dekat 25 m serta disimpan di bawah pohon mangga.

Berselang 3 hari, bertepatan pada 20 April 2022, pelaku tiba mengecek jasad korban yang ditaruh di bawah pohon mangga serta tersisa tulang paha serta pinggul.

Setelah itu pelaku mengambil sisa tulang tersebut serta dibuang ke dalam sumur kering yang jaraknya dekat 20 m.

Sumur tersebut berukuran lebar bibir sumur 180 cm, dalam 280 cm serta ditutup dengan pelepah gewang.

Sehabis melakukan pembunuhan tersebut, pelaku memberitahukan kepada keluarga kalau korban meninggalkan rumah serta pergi ke rumah orang tuanya di Desa Oehela, Kecamatan Batuputih.

Baca Juga :Ledakan Petasan di Kediri, Mengenai 5 korban Terluka Serangan Dari Ledakan Petasan

Keluarga juga mencari korban. Sepanjang pencarian, pelaku pula turut mencari korban di seputaran Toinunuh, Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan.

Pada Kamis (28/ 4/ 2022) sekitar jam 16. 40 WITA, pelaku bersama ketua RT 23 serta mertuanya, Hendrik Selan tiba menginformasikan tentang kehilangan korban Yosina Selan di Polsek Amanuban Selatan.

Anggota piket menganjurkan buat mencari lagi di keluarga yang belum dikunjungi. Pelaku bersama keluarga terus mencari korban tetapi tidak ditemukan.

Sampai bertepatan pada 30 April 2022, sekitar jam 19. 00 WITA, pelaku diantar oleh keluarga ke Mapolsek Amanuban Selatan dimohon buat diamankan sementara waktu.

Pada Minggu (1/ 5/ 2022), anggota Polsek Amanuban Selatan melakukan interogasi terhadap pelaku. Sesuai hasil interogasi pelaku mengaku sudah melakukan pembunuhan terhadap korban.

Sehabis melaksanakan interogasi terhadap pelaku, anggota Polsek Amanuban Selatan dipandu Kapolsek Amanuban Selatan Ipda Maks Tameno, Kanit Intelkam Bripka Kristian Asa serta Kanit Sabhara Bripka Kela Nope langsung menghadiri posisi peristiwa serta melaksanakan pengembangan hasil interogasi serta mengamankan TKP sehabis ditemui bukti- bukti.

Tim Identifikasi Polres TTS dipandu Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Wildan datang di TKP serta melakukan olah TKP.

Hasil olah TKP menunjukan kalau pada TKP awal di pohon lontar ada tumpukan abu sisa pembakaran.

"Pada tempat tersebut ditemui sisa- sisa pembakaran tulang manusia yang telah hangus," ucap Kapolsek Amanuban Selatan, Ipda Maks Tameno dikala dikonfirmasi Senin (2/ 5/ 2022).

Dari TKP pertama menuju ke TKP kedua sumur yang berjarak dekat 100 m. Diameter sumur 170 cm, dalam 280 cm.

"Di dalam sumur tersebut ditemui sisa tulang pinggul serta paha," ucap Maks Tameno.

Barang bukti yang ditemui diamankan serta dibawa ke Satreskrim Polres TTS. Pada jam 22. 30 WITA, pelaku dibawa oleh Satreskrim Polres TTS menuuju ke Mako Polres TTS. Polisi langsung mengamankan pelaku di Mapolsek Amanuban Selatan dan mengamankan TKP dengan pemasangan police line serta mencari barang bukti di TKP.

"Sesuai hasil interogasi oleh Kapolsek Amanuban Selatan serta anggota piket terhadap pelaku sebagai suami korban hingga terungkap sudah terjadi tindak pidana pembunuhan oleh pelaku/ suami terhadap korban/ istri," jelasnya.

Dapatkan update berita dan breaking news setiap hari dari Korantalk.news Mari bergabung di Grup Telegram, caranya klik link https://t.me/korantalk_news , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

iklan