Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Hoaks Hubungan Indonesia-Malaysia, Jokowi Perintahkan Perang hingga Serangan TNI

Mata Kau !!! { กรุงเทพมหานคร อมรรัตนโกสินทร์ มหินทรายุธยามหาดิลก ภพนพรัตน์ราชธานีบุรีรมย์ อุดมราชนิเวศน์ มหาสถานอมรพิมาน อวตารสถิต สักกะทัตติยะ วิษณุกรรมประสิทธิ์}
28 Agu 2022, 16:33 WIB Last Updated 2022-08-28T09:35:11Z

Korantalk.news -  Hubungan Indonesia dengan Malaysia sempat memanas tahun ini. Pernyataan Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, yang menyinggung wilayah Kepulauan Riau dan penangkapan dua orang yang diduga intelijen Malaysia menjadi salah satu penyebabnya.

Masyarakat Indonesia bereaksi dengan adanya peristiwa tersebut, beberapa tanggapan play on words bermunculan di media sosial.

Berita hoaks tentang hubungan panas antara Indonesia dan Malaysia play on words tak luput muncul di media sosial.

Beberapa unggahan bahkan mengeklaim Jokowi memerintahkan berperang dan telah terjadi penembakan roket dan rudal ke beberapa kota yang ada di Malaysia.

Berikut ringkasan penelusuran fakta sejumlah informasi keliru yang beredar di media sosial tentang hubungan panas anatara Indonesia dan Malaysia :

1. Jokowi Perintahkan Perang Melawan Malaysia
Beredar di Facebook video yang mengeklaim bahwa Presiden Jokowi memerintahkan dan menyatakan perang dengan Malaysia.

Selain menampilkan pidato Jokowi, video itu juga menampilkan sejumlah anggota TNI yang tengah berbaris membawa senjata. Dalam narasinya dikatakan bahwa Malaysia sudah keterlaluan sehingga Jokowi menyatakan perang.

Setelah ditelusuri ternyata narasi tersebut tidak benar atau hoaks. Pidato Jokowi bukan menyatakan perang melawan Malaysia, tetapi perang terhadap narkoba dan pengedarnya.

Jokowi menyampaikan pidato itu pada tahun 2016 saat peringatan Hari Anti Narkotika Internasional.

Pidato tersebut telah diedit dengan menghilangkan bagian yang merujuk pada narkoba dan pengedar narkoba, sehingga kemudian disalahartikan bahwa itu merupakan perintah berperang dengan Malaysia.


2. TNI Tingkatkan Serangan Jarak Jauh ke Malaysia
Sebuah video di Facebook mengeklaim bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan serangan jarak jauh kepada Malaysia.

Dalam video yang beredar, diperlihatkan anggota TNI tengah menembakkan roket dari sebuah lapangan terbuka. Disebutkan bahwa roket dan rudal TNI telah menghantam kota di Malaysia serta menewaskan puluhan orang pada 26 Juli 2022.

Setelah ditelusuri, ternyata video yang mengeklaim bahwa TNI melakukan serangan jarak jauh kepada Malaysia tidak benar atau hoaks. Pada tanggal 26 Juli 2022 tidak ada serangan roket dan rudal oleh TNI ke Malaysia.

Sejumlah klip dalam video tidak terkait dengan TNI yang melakukan serangan jarak jauh ke Malaysia.

Klip video TNI yang tengah menembakkan roket merupakan uji coba alusista baru TNI AL yang berasal Ceko berupa roket Vampire kaliber 122 mm di Situbondo, Jawa Timur.

Sementara klip video yang memperlihatkan tembakan pada malam hari merupakan latihan menembak senjata berat yang digelar oleh Pusat Kesenjataan Arhanud Kodiklatad di Lumajang, Jawa Timur.

Baca selengkapnya: [HOAKS] TNI Tingkatkan Serangan Jarak Jauh ke Malaysia

3. Jokowi Perintahkan Tembak Intelijen Malaysia
Setelah TNI Angkatan Laut menangkap enam orang yang diduga intelijen asing di wilayah Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara muncul sebuah narasi bahwa Jokowi memerintahkan untuk menembak dua orang yang berasal dari Malaysia.

Dalam narasinya dua orang yang duduga intelijen asal Malaysia disebutkan telah menyerang markas TNI, sehingga Jokowi memerintahkan untuk ditembak di tempat.

Berdasarkan penelusuran Korantalk.news, narasi tersebut tidak benar. Dalam video tersebut juga tidak ditemukan bahwa Jokowi memerintah untuk menembak dua orang asal Malaysia.

Sampai saat ini belum ada perintah atau pernyataan dari Jokowi untuk melakukan penembakan.

Pernyataan Jokowi di video bukan tentang perintah untuk menembak dua orang intelijen asing asal Malaysia. Akan tetapi, perintah kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada 2021 lalu.

Baca selengkapnya: [HOAKS] Jokowi Perintahkan Tembak di Tempat Dua Intelijen Malaysia

4. Sabah dan Sarawak Resmi Gabung Indonesia
Beredar klaim di media sosial yang menyebut bahwa negara bagian Malaysia yang terletak di Borneo, yakni Sabah dan Sarawak telah pisah dari Malaysia. Disebutkan kedua wilayah tersebut bergabung dengan Indonesia.

Dalam klaimnya salah satu akun Facebook menyebutkan bahwa Sabah dan Sarawak menuntut pisah dari Federasi Malaysia.

Setalah ditelusuri ternyata klaim tersebut tidak benar atau hoaks, Sabah dan Sarawak tidak memisahkan diri dari Malaysia

Cuplikan video Wakil Menteri Luar Malaysia diedit sehingga bertentangan dengan pernyataan aslinya. Sementara, cuplikan lainnya tidak membuktikan bahwa Sabah dan Sarawak keluar dari Federasi Malaysia.

Sampai saat ini play on words tidak ada laporan kredibel bahwa Sabah dan Sarawak telah menjadi wilayah Indonesia.



                                                


Dapatkan update berita pilihan dan making it known setiap hari dari korantalk.news Mari bergabung di Grup Telegram "korantalk.news Update", caranya klik connect https://t.me/korantalk , kemudian join. Anda harus introduce aplikasi Telegram terlebih dulu di Smartphone.

 

iklan