Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

TERBONGKAR! Motif Brigadir J Dihabisi Ferdy Sambo, Hingga Diduga Ada Aliran Dana Rp 600 Miliar

18 Agu 2022, 12:06 WIB Last Updated 2022-08-18T09:19:12Z

 

Beredar beberapa dugaan terkait motif Ferdy Sambo menghabisi nyawa Brigadir J. Salah satunya diduga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J itu diduga dituding membocorkan rahasia hal sensitif tentang Irjen Ferdy Sambo ke Putri Candrawathi.

Setelah percekcokan di tanggal 6 Juli hingga tanggal 8 di kematian Brigadir J itu, Kuat Maruf diduga memberitahukan kepada Ferdy Sambo jika rahasia hal sensitif tersebut diduga diberitahukan oleh Brigadir J.

Disampaikan kuasa hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, menduga motif Brigadir J dibunuh adalah karena bocornya informasi di antaranya tentang sosok wanita kepada istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Kamaruddin Simanjuntak mengatakan, awal mulanya Putri Candrawathi yang menanyakan keberadaan ferdy Sambo yang jarang pulang ke rumah. "Diduga almarhum ini dituduh memberi informasi tentang kenapa si bapak tidak pulang ke rumah. Lalu dicariin oleh si ibu," ujar Komaruddin Simanjuntak kepada Korantalk Rabu (17/8/2022).

Mengetahui dirinya dicurigai sang istri, lantas Irjen Ferdy Sambo menuduh Brigadir J telah membocorkan informasi tentang 'wanita' tersebut. Meskipun demikian, Kamaruddin Simanjuntak enggan membocorkan siapa sebenarnya sosok 'wanita cantik' yang diduga dicurigai oleh Putri Candrawathi menjadi penyebab Ferdy Sambo jarang pulang ke rumah.

"Diduga almarhum itu memberikan informasi tentang keberadaan 'si cantik' dan lainnya," lanjutnya.

Hingga saat ini, Putri Candrawathi belum buka suara terkait motif pembunuhan Brigadir J. Adapun Brigadir Yosua atau Brigadir J diduga melakukan tindakan yang melukai harkat dan martabat Putri Candrawathi.

Banyak spekulasi dan pertanyaan dari masyarakat maupun keluarga. Benarkan Brigadir J melakukan hal tersebut?

Padahal kabarnya, Brigadir J cukup dekat dengan Putri Candrawathi dan keluarga. Berikut beberapa bukti kedekatan Brigadir J dengan Putri Candrawathi.

Putri Candrawathi yang mengenakan seragam Bhayangkari berwarna pink bersama ajudan Irjen Ferdy Sambo dan sedang tersenyum ke arah kamera ponsel yang Brigadir J pegang untuk berfoto.

Terlihat dalam foto tersebut, Putri Candrawathi memegang tangan Brigadir J.

Di samping kiri dan di belakangnya ada dua ajudan lain yang ikut berfoto.

Diketahui, foto yang beredar itu bertepatan dengan perayaan HUT Polri 1 Juli 2022.

Dalam foto tersebut juga terlihat Bripka Ricky Rizal dan seorang lagi ajudan ikut berpose.

Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak pernah menceritakan perihal kebaikan Putri Candrawathi.

Kamaruddin menyatakan bahwa Putri Candrawathi pernah memberikan barang kepada adik Brigadir J, Bripda LL atau Rezza Hutabarat.

“Pada tanggal 1 Juli 2022, ibu Putri memanggil adiknya almarhum yang juga polisi berdinas di Yanma Polri bernama Reza, dia dipanggil dan dihadiahi, uang Rp 5 Juta, dompet merk Pedro, tas dan sebagainya," ucap Kamaruddin.

Sebelumnya diketahui pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan bahwa menurut kedua orang tua almarhum, Brigadir J paling disayang oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi bahkan seringkali diperlakukan seperti 'anak sendiri'.

Dalam sebuah unggahan di akun Facebook milik tante Brigadir J, Roslin Simanjuntak, ia memosting sebuah isi chat atau pesan yang dikirim Putri Candrawathi kepada Brigadir J.

Adapun postingan tersebut, Roslin Simanjuntak mengunggah tangkapan layar chat dari Putri Candrawathi kepada Brigadir J di hari ulang tahunnya.

Isi pesan chat WhatsApp tersebut dikirim menggunakan bahasa Inggris.

Putri Candrawathi mengatakan beruntung memiliki ajudan seperti Yosua atau Brigadir J.

"Ini adalah pesanku di hari ulang tahunmu. Hari ini berharap apapun yang kamu inginkan akan segera terkabul. Aku juga berharap apa yang kamu mau membawa kebahagiaan. Dan aku bersyukur memiliki kamu sebagai pengawal, teman, dan keluarga.” terjemahan isi chat dari Putri Candrawathi.

“Kamu sungguh staf yang baik. Berharap ulang tahun ini akan menjadi sebaik kamu. Selamat ulang tahun, pengawal terbaikku SUA," lanjut isi chat yang diduga ditulis dan dikirimkan Putri Candrawathi kepada Brigadir J tersebut.  

Putri Candrawathi justru terlihat seperti menganggap Brigadir J sebagai anak sendiri, dan tak menyangka Putri Candrawathi dan keluarganya justru menuduh Brigadir J melakukan hal tak senonoh.

Brigadir J disebut-sebut sebagai ajudan Irjen Ferdy Sambo yang serbabisa. Bahkan, Brigadir J sempat menyetrika baju anak dan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Peristiwa ini disebut terjadi saat mereka berada di Magelang, Jawa Tengah.

Putri Candrawathi pun memuji sikap Brigadir J. Putri bahkan disebut kebingungan memberi gaji dengan nominal berapa karena apapun dikerjakan oleh Brigadir J.

Hal itu disampaikan Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, dari yang merujuk isi percakapan via ponsel antara Putri Candrawathi dan Bripda LL alias Reza, adik Brigadir J.

Saat berada di Magelang, Putri ternyata sempat berkomunikasi dengan Reza. Putri mengirimkan foto aktivitas Brigadir J saat menyetrika pakaian miliknya dan sang anak. "Happy si ibu, dia masih ber-WhatsApp ria dengan adik daripada almarhum dengan cara memotret almarhum lagi menyetrika baju. Menyetrika baju anak Ferdy Sambo maupun ibu Putri," kata Kamaruddin Simanjuntak kepada  Warta Korantlak, Rabu (17/8/2022).
 
Dalam foto tersebut, Putri juga menuliskan pesan soal pujian kepada Brigadir J. Apapun bisa dikerjakan oleh Brigadir J hingga membuat Putri kebingungan untuk memberi gaji pada Brigadir J. “Lihat abang kau rajin sekali datanglah ke sini. Dia ini multitalenta sampai bingung mau kasih gaji berapa,” kata Kamaruddin menirukan pesan Putri, mengutip Kompas TV.

Dari situasi tersebut, Kamaruddin membantah soal dugaan perbuatan Brigadir J yang melukai harkat dan martabat keluarga seperti yang dikatakan oleh Ferdy Sambo.

Saat berada di Magelang, Putri Candrawathi dan Brigadir J baik-baik saja. Putri juga disebut tidak mengalami masalah dan guncangan dengan keberadaan Brigadir J di dekatnya. “Artinya di situ ibu tidak ada masalah dan tidak terguncang,” katanya.

Kamaruddin melanjutkan, ia justru mendapatkan informasi bahwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terlibat pertengkaran saat berada di Magelang. Pertengkaran tersebut kemudian membuat Ferdy Sambo kembali ke Jakarta lebih dulu daripada sang istri.

“Terjadi pertengkaran antara si Bapak dan si Ibu. Sehingga si Bapak pergi meninggalkan ulang tahun itu, acara itu segera, setelah selesai dengan meninggalkan istri dan anaknya,” tambah Kamaruddin.

Kamaruddin Simanjuntak menduga Irjen Ferdy Sambo memiliki wanita simpanan lain yang berparas cantik yang kemudian diketahui oleh Putri Candrawathi. Diduga Putri Candrawathi mengetahui informasi soal simpanan Ferdy Sambo dari Brigadir J.

Hal tersebut kemudian memicu pertengkaran antara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Skuad lama yang pro kepada Ferdy Sambo kemudian diduga mengancam Brigadir J. “Pengancaman misalnya dari skuad lama yang pro kepada Bapak mengatakan gara-gara Yosua, Ibu jadi sakit katanya, itu terjadi 21 Juni 2022,” kata Kamaruddin. Kamaruddin pun meminta penyidik untuk menelusuri penyebab sakitnya Putri Candrawathi pada tanggal tersebut.

Tabungan Brigadir J Rp 200 Juta di empat rekening diduga dikuras atau dicuri oleh tersangka Irjen Ferdy Sambo.  Hal tersebut diungkapkan oleh pengacara keluarga Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak di depan Mabes Polri.  “Ada HP, ATM-nya di empat bank, dan laptop bermerek ASUS," ungkap Kamaruddin, Selasa (16/8/2022).

Tak tanggung-tanggung, Kamaruddin menyebut ada uang tabungan senilai Rp200 juta yang ditransfer ke salah satu tersangka. Hal itu dilakukan usai nyawa Brigadir J melayang.

"Tadi terkonfirmasi sudah, memang benar apa yang saya katakan bahwa tanggal 11 Juli 2022 itu masih transaksi. Masa orang mati mengirimkan duit. Dari rekening almarhum mengalir ke tersangka 200 juta,"ujarnya.

Sebelumnya Kamaruddin juga menyinggung keterlibatan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang seharusnya ikut membongkar dugaan aliran dana yang mengalir di antata Ferdy Sambo dan para ajudannya yang terlibat.

Sebelumnya, kuasa hukum Brigadir Yosua sempat mempertanyakan keterlibatan PPATK dalam kasus kematian kliennya. Ini tak terlepas dari aliran dana yang mengalir di antara Irjen Ferdy Sambo dan ajudannya.

"Periksalah semua rekening ajudan itu, libatkan PPATK, mereka yang bisa mengungkap itu. Berapa ember uang di rekening-rekening ajudan itu dan ke mana aliran dan dari mana aliran itu berasal,” katanya. 

Kamaruddin menyebut ada aliran dana sebesar Rp600 miliar hingga 1 triliun di antara Ferdy Sambo dan para ajudannya. Maka dari itu ia mendorong agar PPATK ikut terlibat menyelidiki pusaran uang dalam kasus ini, dikhawatirkan ada pula yang mengalir ke sejumlah lembaga.


Sementara itu Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana merespons permintaan Kamaruddin Simanjuntak tersebut. Ivan mengaku belum mendapat laporan apa pun dari pihak kuasa hukum Brigadir J atau melalui kuada hukumnya, Kamaruddin Simanjuntak.

Menurutnya, jika mendapat fakta terkait adanya pelanggaran atau penyelewengan, pihak Brigadir J dipersilakan untuk membuat laporan ke PPATK. "Jika pengacara almarhum J punya data dan faktanya, mungkin bisa diserahkan ke kami untuk ditangani," ujar Ivan, Senin (15/8/2022). 

Ivan menjelaskan pihaknya akan mendalami dugaan tindak pidana jika mendapat laporan. Dia mengatakan mekanisme PPATK hanya jisa dilaksanakan sesuai yang ditentukan berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010. "Mekanisme yang berlaku selama ini sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku," jelasnya. 

"Semua tugas dan kewenangan yang kamu lakukan, baik dalam hal analisis, pemeriksaan (peoaktif dan reamtif), termasuk penghentian transaksi, pembekuan rekening, dalam kasus apa pun berdadarkan UU tersebut," sambungnya. 

Dia menekankan PPATK terus berkoordinasi dengan pihak berwajib sebelum bertindak melakukan wewenangnya melacak transaksi sebuah perkara. "Kami terus koordinasi dengan penegak hukum dalam hal proses analisis atau pemeriksaan yang dilakukan. Itu berdasarkan laporan transaksi dari pihak pelapor yang diterima PPATK,"pungkasnya.

Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                  (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)


iklan