Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Agostini Prihatin Quartararo dan Krisis Rider Berkarakter di MotoGP

Medan Bersuara
17 Okt 2022, 22:35 WIB Last Updated 2022-10-17T15:39:45Z

 

Legenda balap motor dunia Giacomo Agostini berpendapat bila juara dunia yang berbeda setiap tahun bukan hal positif untuk kelas seelite MotoGP.


Persaingan sengit yang terjalin pada Kejuaraan Dunia MotoGP masa 2022 ini tidak urung menarik atensi Giacomo Agostini, juara dunia balap motor paling banyak, 15 kali.
Juara dunia bertahan Fabio Quartararo( Monster Energy Yamaha MotoGP) mengetuai klasemen semenjak usai putaran kelima di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal. Tetapi, menjelang 2 balapan terakhir, dia kehabisan posisi tersebut.
Usai GP Australia– balapan ke- 18 dari total 20 di MotoGP 2022– posisi puncak klasemen El Diablo sukses direbut Francesco“ Pecco” Bagnaia( Ducati Lenovo) yang finis di podium ketiga pada lomba di Sirkuit Phillip Island, Pekan( 16/ 10/ 2022) kemudian.
Pecco Bagnaia yang lebih dahulu tertinggal cuma 2 poin dari Quartararo, sukses merebut 16 poin seusai finis di balik Alex Rins( Suzuki Ecstar) serta Marc Marquez( Repsol Honda). Sedangkan, Quartararo malah kandas finis.
Pecco menggeser Quartararo yang malang di puncak klasemen. Aku kira, susah untuk siapa juga buat menghentikannya dikala ini. Aku pilu memandang Quartararo semacam ini. Dia menggeber Yamaha, motor yang berikan aku 2 gelar juara dunia,” ucap Ago, panggilan Agostini.
BACA JUGA: Jokowi larang bawah HP saat Rapat , Namun Irjen Fadil Imran Langgar Aturan Presiden, Pakai HP saat Jokowi Beri Pengarahan,
Laki- laki asal Brescia, Italia, yang merebut 8( 1966 hingga 1972, serta 1975) gelar juara dunia kelas 500cc– jenis premier saat sebelum MotoGP dipakai pada 2002– itu mengakui Quartararo pembalap bagus.
Tetapi, dikala ini Ducati merupakan Ducati. Di tangan Pecco, mereka jadi campuran yang fantastis. Serta, sehabis 50 tahun, mereka kian mendekati pengalaman serta sensasi seragam dengan aku: kebanggaan jadi orang Italia di mata segala dunia,” tutur Ago, semacam dilansir Repubblica.
Ago juga mengomentari balapan MotoGP Australia yang diakhiri dengan overtaking pemimpin klasemen kejuaraan dunia oleh Bagnaia terhadap Quartararo.
Quartararo sendiri terjatuh sampai 2 kali pada balapan berdurasi 27 lap tersebut. Awal dikala terletak di posisi ke- 22, di Tikungan Miller sehabis trek lurus. Kemudian, dia kembali terjatuh kala terletak di P15, dikala berupaya membetulkan posisi.
BACA JUGA: Kualifikasi MotoGP Australia 2022: Jorge Martin Pole, Marquez Kedua
Begitu mengenali Quartararo tidak sanggup melanjutkan balapan, Bagnaia nampak telah lumayan puas walaupun finis P3.
Saat ini, dengan keunggulan 14 poin atas Quartararo serta masih terdapat 2 balapan tersisa, secara matematis Pecco dapat membenarkan gelar juara dunia MotoGP pada GP Malaysia di Sepang, Pekan( 23/ 10/ 2022) akhir minggu ini.
Sehabis Joan Mir- Suzuki pada 2020, Quartararo- Yamaha pada 2021, Bagnaia- Ducati mungkin besar bakal jadi campuran ketiga yang jadi kampiun MotoGP dalam 3 masa terakhir. Tren ini bagi Ago tidak bagus buat MotoGP.
Di balapan sebesar MotoGP, Kamu memerlukan pembalap dengan kepribadian kokoh. Seorang yang sanggup memaksakan dirinya terus menerus, keahlian menaklukkan lawan secara tidak berubah- ubah, serta menghasilkan penggemar sendiri,” ucap Ago.
Jika tiap tahun terdapat juara berbeda, dahulu Mir kemudian Quartararo, lalu siapa lagi, orang- orang hendak mulai berpikir siapa saja dapat mengetuai di MotoGP. Bila tantangan jadi sepele, MotoGP bakal kehabisan pesona serta energi tarik,” ucap kampiun kelas 350cc 7 kali tersebut( 1968, 1969, 1970, 1971, 1972, 1973, 1974). 
iklan