Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Kasus Penyiksaan PRT: Tak Hanya Disiram Air Panas, Korban Juga Dipaksa Makan Kotorannya Sendiri

๐Ÿ…ท๐Ÿ…ฐ๐Ÿ…ฝ ๐Ÿ…ณ๐Ÿ†๐Ÿ†ˆ
14 Des 2022, 14:24 WIB Last Updated 2022-12-14T07:24:38Z
KORANTALK - Pihak kepolisian membeberkan rangkaian perbuatan keji yang dicoba para terdakwa terhadap pekerja rumah tangga ataupun PRT asal Pemalang, Jawa Tengah, bernama SKH( 23) yang dianiaya di apartemen di kawasan Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Bagi penjelasan polisi, tidak cuma menyiram dengan air panas, para terdakwa pula memforsir korban memakan kotoran anjing serta kotorannya sendiri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan, menyebut perbuatan keji ini dicoba para terdakwa sembari direkam dengan memakai kamera ponsel.

" Para terlapor melaksanakan kekerasan terhadap korban dengan metode meremas serta mencakar buah dada korban, menyiramkan air panas ke kaki korban, memukul dengan sapu serta tangan, memborgol, merantai kaki serta tangan di kandang anjing, menelanjangi korban, memforsir korban memakan cabai, memakan kotoran anjing serta kotoran korban, dan mendokumentasikan sebagian peristiwa penganiayaan tersebut lewat HP," kata Zulpan kepada wartawan, Rabu( 14/ 12/ 2022).

Dalam masalah ini, penyidik Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya ikut menyita sebagian benda fakta, tercantum sapu, borgol, kandang anjing, kunci gembok, barbel, digital video recorder( DVR), serta hasil visum kroban.

" Hasil visum ditemui patah tulang tertutup pada tulang tempurung kepala, lebam di kedua mata yang disebabkan kekerasan barang tumpul, jaringan parut di bibir atas, leher, buah dada, perut, tangan kanan- kiri," ungkap Zulpan.

Polisi lebih dahulu menyebut motif penganiayan ini merupakan perasaan jengkel terdakwa yang menebak korban sudah mencuri baju dalam.

Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Ratna Qurata Aini, berkata pelakon menganiaya korban supaya mengakui perbuatannya.

" Ketahuannya( mencuri) sebab baju dalamnya terdapat pada korban serta disuruh mengaku serta dianiaya," kata Ratna kepada wartawan, Senin.

" Namun, bagaimanapun itu tidak dibenarkan main hakim sendiri terlebih menyiksa," imbuh Ratna.

Ratna menuturkan peristiwa penganiayaan ini terjalin pada dekat September 2022 kemudian. Terdakwa berjumlah 8 orang, tiap- tiap bernama samaran SK( 69) serta MK( 68) yang ialah pendamping suami- istri sekalian majikan korban, JS( 22) yang ialah anak majikan, dan T, IN, O, E, serta P sebagai PRT yang lain.


" Pelakon terdapat 8 orang, ditangkap Jumat 9 Desember 2002," jelasnya.

Bersumber pada hasil penyidikan, para terdakwa mempunyai kedudukan berbeda. Tetapi, terdakwa utama dalam permasalahan ini ditentukan ialah si majikan.

" Disiram air panas kakinya, diborgol di kandang anjing," ungkap Ratna.

" Tiap- tiap( terdakwa) memiliki kedudukan. Terdapat yang memukul, setelah itu merantai, setelah itu menyiram air panas. Tetapi, pada dasarnya, seluruh dikendalikan oleh majikannya," tambahnya.

Atas perbuatan mereka, kedelapan terdakwa sudah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Mereka dijerat dengan pasal berlapis di antara lain Pasal 33 KUHP, 351 KUHP setelah itu Pasal 44 serta 45 Undang- Undang PKDRT.

" Ancaman 10 tahun penjara," pungkasnya. 


Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                  (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

iklan