Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Viral Istri Meninggal saat Melahirkan di Puskesmas, Suami Salahkan Nakes: Katanya Mau Tidur Dulu

POLISI SLOT
31 Mei 2023, 01:42 WIB Last Updated 2023-05-30T18:42:16Z


KORAN TALK
- Viral kejadian istri meninggal saat melahirkan di puskesmas.


Hal ini dikeluhkan oleh sang suami. Diduga karena perawat puskesmas lamban menangani pasien yang menyebabkan nyawanya tak tertolong. 


Peristiwa memilukan itu dialami seorang pria bernama Lika Santosa, warga Desa Pauh 1, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.


Berdasarkan ceritanya, sang istri yang hendak melahirkan di Puskesmas Pauh, diduga tidak mendapat pelayanan dengan baik oleh tenaga kesehatan di sana.


Hingga akhirnya istri dan calon bayinya yang masih dalam kandungan meninggal dunia.


Padahal, itu adalah anak pertamanya, dari buah pernikahan mereka pada tanggal 13 Maret 2022 lalu.


Lika Santosa pun curhat di medsos Facebook milik pribadinya hingga viral di jagat maya.


Dia memposting curhatannya itu di medsos, Minggu (28/5/2023) malam.


Sementara menurut Lika Santosa, kejadian tersebut terjadi 20 hari yang lalu, pada Selasa 9 Mei 2023.


Dilansir KORAN TALK, Lika Santosa mengungkapkan alasannya baru curhat di medsos setelah 20 hari pascakejadian.


Selain masih dalam suasana berduka, dia juga menunggu tindak lanjut dari pimpinan Puskesmas Pauh terhadap dugaan kelalaian anak buahnya.


"Karena saya masih menunggu, itu sudah dilapor kepada pimpinannya, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut, itulah makanya saya viralkan," ujar Lika Santosa dihubungi KORAN TALK, Senin (29/5/2023).


Dia mengaku sangat kesal dan menyayangkan lambannya pihak Puskemas Pauh memutuskan untuk memberikan rujukan ke rumah sakit.


Hingga akhirnya Lika Santosa harus kehilangan istri dan calon bayinya itu untuk selama-lamanya.


"Yang membuat kesal saya itu kenapa dari jam satu setengah pecah ketuban itu sampai jam lima baru ngasih rujukan kalau memang kesusahan. Harusnya mereka cepat-cepat ngasih rujukan kalau satu jam saja sudah pecah ketuban belum lahir, ini malah lari ke ruangan katanya mau tidur dulu," kata Lika Santosa.


Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Muratara belum bisa menjelaskan duduk perkara dari permasalahan tersebut karena pihaknya masih akan melakukan investigasi terlebih dahulu.


"Kami hari ini turun ke lapangan, ke Puskesmas langsung, kita melakukan investigasi, bagaimana cerita sebenarnya," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Muratara, Tasman Majid, melalui Kabid Pelayanan Kesehatan, Mirwan.



Baca Juga : Natasha Rizky Buka Suara Soal Hasil Sidang, Sepakat Berpisah dengan Desta, Singgung Alasan Cerai




Kronologi Kejadian

Kepada KORAN TALK, Senin (29/5/2023), Lika Santosa menceritakan istrinya hendak melahirkan di Puskesmas Pauh.


Istrinya masuk Puskesmas pada Selasa 9 Mei 2023 atau 20 hari yang lalu sekitar pukul 22.00 WIB malam.


Malam itu, istrinya yang bernama Agustika langsung mendapat pelayanan dari petugas Puskesmas dengan dipasangkan oksigen.


"Dipasang oksigen, nunggu, katanya nanti, nanti. Sekitar jam satu setengah air ketubannya pecah. Jam dua belum juga lahir," kata Lika Santosa.


Di ruangan persalinan tersebut, ada dua bidan dan seorang perawat yang menangani istrinya.


Lika Santosa bersama ibu mertuanya atau orangtua dari istrinya juga turut mendampingi.


Hingga dini hari itu sekitar pukul 03.00 WIB, istrinya belum juga melahirkan.


Kemudian, istrinya ditinggal di ruangan persalinan oleh bidan dan perawat tadi dengan alasan hendak tidur dulu sebentar.


"Sekitar jam tiga itu, dia ngomong ngantuk, mau tidur sebentar, mereka ke ruangan depan, bertiga itu lari semua, tidak ada satu pun yang jaga istri saya. Di ruangan persalinan itu cuma ada saya, ibu mertua saya, sama bidan kampung. Saya lihat kondisi istri saya agak melemah terus," kata Lika Santosa.


Dia kemudian keluar dari ruangan persalinan itu menuju tempat bidan dan perawat yang mengatakan hendak tidur dulu tadi.


Lika Santosa menggedor pintu ruangan bidan dan perawat itu untuk menanyakan keseriusan mereka menangani istrinya.


"Saya tanya kenapa, apa tidak mau ngurus, apa tidak mau ngasih rujukan, saya cemas lihat kondisi istri saya. Apalagi dari jam satu tadi sudah pecah ketuban sampai jam tiga belum lahir. Harusnya mereka cepat-cepat ngasih rujukan kalau satu jam saja sudah pecah ketuban belum lahir, ini malah lari ke ruangan mau tidur dulu tadi," ujar Lika Santosa.


Usai dia menggedor sambil sedikit emosi karena panik, dua bidan dan seorang perawat tadi kembali ke ruangan persalinan istrinya.


Kata Lika Santosa, mereka mengusir ibu mertuanya karena dianggap tidak bisa membantu persalinan, padahal itu orangtua kandung istrinya yang seharusnya tetap mendampingi.


"Ibu mertua saya diusirnya, dia ngomong ibu tidak bisa bantu di dalam, ibu keluar saja. Terus saya mau masuk ke dalam ruangan itu ternyata dikunci dari dalam, saya pasrah saja," katanya.


Lika Santosa menyayangkan lambannya pihak Puskemas Pauh memberikan rujukan ke rumah sakit.


Baru sekitar pukul 04.00 subuh, bidan dan perawat tadi menghubungi bidan senior di Puskesmas Pauh untuk konsultasi.


"Jam empat itu baru dia nanya ke bidan senior apa mau dilakukan tindakan rujukan. Bidan senior itu ada di rumah. Baru setelah jam lima itu berangkat dirujuk ke rumah sakit AR Bunda (di Kota Lubuklinggau)," cerita Lika Santosa.


Kisah memilukan itu tak cukup sampai di situ, di tengah perjalanan ke Kota Lubuklinggau, ambulans yang membawa istrinya mengalami kendala.


Sebagaimana diketahui perjalanan dari Puskesmas Pauh ke Kota Lubuklinggau membutuhkan waktu lebih kurang 4 jam kendaraan mobil.


"Di jalan ada masalah, mobil ambulans tersiring, kami meminjam mobil pribadi orang desa. Kondisi istri saya makin parah, kami mampir di Puskesmas Karang Jaya," kata Lika Santosa.


Istrinya sempat ditangani petugas kesehatan di Puskesmas Karang Jaya, lalu langsung dilarikan menggunakan ambulan Puskesmas tersebut.


Nahas, saat tiba di rumah sakit AR Bunda Lubuklinggau setelah diberikan pertolongan dengan berbagai cara, nyawa istrinya dan bayi dalam kandungan tak bisa diselamatkan.


"Pas keluar dari ambulans itu istri saya kumat lagi, tangannya kejang-kejang, matanya menjelit, dibawa masuk ke ruangan IGD AR Bunda, dipasang oksigen, dibantu dengan segala cara, tidak sampai lima menit (meninggal)," cerita Lika Santosa


Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                                       (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

iklan