Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Ini Respons Gerindra Terkait Isu Wakil Menteri Pertanian Ditampar dan Dicekik Prabowo saat Rapat

POLISI SLOT
18 Sep 2023, 23:49 WIB Last Updated 2023-09-18T16:49:50Z


KORAN TALK
- Ramai di media sosial terkait isu Menhan RI Prabowo Subianto disebut-sebut diduga menampar dan mencekik seorang Wakil Menteri saat sedang rapat. Adapun rapat tersebut terkait program food estate.


Partai Gerindra mengklarifikasi Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto yang diisukan tampar dan cekik salah seorang wakil menteri (wamen) dalam sebuah rapat. Gerindra pun membantah isu yang beredar tersebut.


Namun, hingga berita ini dipublikasikan, terkait isu yang beredar tersbeut belum ada konfirmasi dari Wamen Pertanian.


Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mempertanyakan isu tersebut muncul selepas partai Demokrat memutuskan bergabung dengan koalisi Indonesia maju. Isu itu sengaja dihembuskan untuk menutupi bergabungnya Demokrat.


"Kan harusnya yang ramai di media adalah pasca bergabungnya partai Demokrat dengan koalisi Indonesia maju, tapi kemudian coba ditutupi oleh isu lain," kata Dasco di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (18/9/2023).


Dijelaskan Dasco, Prabowo memang telah sering diisukan oleh kabar yang tidak benar. Di antaranya isu mengenai pembelian pesawat bekas hingga isu lingkungan.


Wakil Ketua DPR RI itu pun meyakini rakyat sudah pintar untuk menilai isu tersebut.


Sebaliknya, Ia pun meminta agar kader Gerindra tidak terprovokasi dengan serangan kepada Prabowo.


"Kami merasa kan rakyat sudah pintar nih, jadi ya kita mengimbau kepada kader-kader Gerindra maupun kader-kader KIM. Kita jangan terpancing dan jangan terprovokasi. Kita tetap bekerja untuk konsentrasi menghadapi pileg dan pilpres saja," jelasnya.


"Bahwa kemudian ada berita-berita beredar juga kita cermati, yang ngomong itu kan juga main aman, ngomongnya lihat di grup isu beredar ada di grup WhatsApp ya di grup WhatsApp kan harus dikonfirmasi sebenarnya kan begitu," sambungnya.


Lebih lanjut, Ia pun meminta awak media untuk menanyakan langsung kepada Wamen yang diisukan ditampar dan dicekik oleh Prabowo. Apakah yang bersangkutan benar mengalami kekerasan atau tidak.


"Yang paling gampang ini teman-teman wartawan tanya saja ke wamennya langsung kan gitu apakah benar kejadiannya, apakah kemudian dia merasa dibegitukan oleh pak Prabowo," ungkapnya.


Namun begitu, Dasco enggan menuding perihal siapa pihak yang dianggap memainkan isu yang tidak benar tersebut.


"Kita nggak mau nebak-nebaklah. Orang kita nggak terlalu pikirin. Yang penting kita fokus di pileg dan pilpres," tandasnya.


Lantas, Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan isu yang mengatakan Prabowo mencekik dan menampar seorang wakil menteri, adalah hoaks.


Bahkan, Danil mengatakan sosok Alifurrahman sejak dulu konsisten menebar hoaks dan fitnah. "Hoaks dan penipuan. Orang ini konsisten menebar hoaks dan fitnah," kata Dahnil saat dihubungi KORAN TALK via pesan singkat, Senin.


Meski demikian, Dahnil belum merespons saat ditanya apakah pihaknya akan mengambil langkah hukum.


Klarifikasi juga disampaikan oleh Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.


Ia menilai isu tersebut diembuskan untuk menutupi berita soal bergabungnya Demokrat dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM).


"Kan harusnya yang ramai di media adalah pasca-bergabungnya Partai Demokrat dengan Koalisi Indonesia Maju, tapi kemudian coba ditutupi oleh isu lain," ujar dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.


Lebih lanjut, Dasco mengatakan Prabowo sudah kerap diterpa isu miring, seperti pembelian pesawat bekas hingga soal lingkungan.


Ia lantas menilai rakyat Indonesia saat ini sudah pintar untuk menelaah isu itu.


Dasco juga meminta pada kader Gerindra untuk tidak terprovokasi. "Kami merasa kan rakyat sudah pintar nih, jadi ya kita mengimbau kepada kader-kader Gerindra maupun kader-kader KIM. Kita jangan terpancing dan jangan terprovokasi. Kita tetap bekerja untuk konsentrasi menghadapi pileg dan pilpres saja," tutur Dasco.


"Bahwa kemudian ada berita-berita beredar juga kita cermati, yang ngomong itu kan juga main aman, ngomongnya lihat di grup isu beredar ada di grup WhatsApp ya di grup WhatsApp kan harus dikonfirmasi sebenarnya kan begitu," sambungnya.


Lebih lanjut, Dasco meminta awak media untuk menanyakan langsung kepada wakil menteri yang diisukan ditampar dan dicekik oleh Prabowo.


Agar, kata Dasco, terungkap fakta, apakah yang bersangkutan benar mengalami kekerasan atau tidak.


"Yang paling gampang ini teman-teman wartawan tanya saja ke wamennya langsung, kan gitu. Apakah benar kejadiannya, apakah kemudian dia merasa dibegitukan oleh pak Prabowo," ungkapnya.


Namun begitu, Dasco enggan menuding perihal siapa pihak yang dianggap memainkan isu yang tidak benar tersebut. Kita nggak mau nebak nebaklah. Orang kita nggak terlalu pikirin. Yang penting kita fokus di pileg dan pilpres," tandasnya.



Baca Juga : Panglima Pajaji Kecam Panglima TNI Soal Piting Rakyat Rempang : Saya Akan Turun Tangan Langsung



Viral di media sosial

Sebelumnya, viral sebuah cuitan dari akun X (dulu Twitter), @narkosun yang menyebut bahwa ada bacapres menampar dan mencekik seorang wamen.


"Ada Capres Nampar dan Cekik Wamen di Ruang Rapat?" tulis akun tersebut.


Akun tersebut diduga menulis cuitan tersebut lantaran membaca sebuah artikel dengan judul 'Ini Sebab Prabowo Cekik dan Tampar Wamen di Rapat Kabinet' .


Ternyata, berdasarkan penelusuran KORAN TALK, artikel tersebut mengutip sebuah video yang diunggah oleh kanal YouTube Seword TV yang berjudul 'Alifurrahman: ADA CAPRES NAMPAR WAMEN DI RUANG RAPAT?'.


Dalam artikel tersebut, dinarasikan bahwa Prabowo menampar dan mencekik seorang wamen saat rapat kabinet.


Perbuatan itu pun disebut membuat wamen merasa trauma.


"Para menteri kabinet jadi trauma setelah Prabowo cekik dan tampar wamen jelang rapat," tulis artikel tersebut.


Kemudian, saat Prabowo mencekik dan menampar wamen tersebut, beberapa menteri lain sempat melerai keributan.


"Menteri kita tak biasa melihat gaya preman main cekik dan tampar di ruang kerja kabinet," tulis artikel tersebut mengutip pernyataan Alifurrahman.


Setelah itu, dinarasikan pula bahwa para menteri menjadi tidak nyaman ketika menggelar rapat bersama Prabowo.


"Mereka tidak sangka. Rapat kabinet yang aman dan kondusif justru diperlihatkan kejadian cekik dan tampar anggota kabinet," kata Aliffurahman.


Bahkan, Aliffurahman mengklaim bahwa informasi ini adalah valid.


"Mereka tidak membayangkan di level pusat terjadi hal ini. Mereka jadi trauma. Saya merasa yakin informasi yang saya sampaikan valid," tulis artikel tersebut dengan mengutip pernyataan Alifurrahman.

Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                                          (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

                    Dapatkan Informasi Terupdate Pertandingan Bola Setiap Hari Hanya DI Sini

                                        klik Link Ini ╰┈➤ ( http://www.scorebola.xyz/  ) 

                                                            ¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯

iklan