Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Ini Tampang Fredy Pratama Sindikat Narkoba Terbanyak di Indonesia

Call me Einstein
12 Sep 2023, 22:37 WIB Last Updated 2023-09-12T15:37:05Z

 Jakarta-Korantalk.news Bareskrim Polri memecahkan tindak pidana narkoba sindikat Fredy Pratama. Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada berkata Fredy Pratama ialah sindikat narkoba terbanyak di Indonesia.



Foto Fredy Pratama ditampilkan dalam konferensi pers yang dicoba Bareskrim Polri di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Selasa( 12/ 9/ 2023). Tertulis kalau status Fredy Pratama merupakan DPO( catatan pencarian orang).


BACA JUGA : 3 Terdakwa Baru Korupsi BTS 4G, Ini Kedudukan Mereka


Wahyu berkata Fredy Pratama alias Miming masih berstatus DPO. Fredy Pratama sendiri mempunyai beberapa nama samaran di fitur komunikasinya.


" Saat ini( Fredy Pratama) masih DPO terdapat di Thailand, ialah atas nama Fredy Pratama alias Miming dengan nama samaran di komunikasinya the secret, cassanova, air bag, serta mojopahit," ungkap Wahyu dalam konferensi pers, Selasa( 12/ 9).


Wahyu berkata Fredy Pratama mengatur peredaran narkoba di Indonesia dari Thailand. Daerah operasinya pula tercantum wilayah Malaysia Timur.


" Yang bersangkutan( Fredy Pratama) ini mengatur peredaran narkoba di Indonesia dari Thailand, serta wilayah operasinya tercantum di Indonesia serta wilayah Malaysia Timur," tuturnya.


" Dalam mengoperasikan sindikat narkoba ini yang aku sampaikan tadi merupakan suatu organisasi sindikat yang apik terstruktur serta diatur sedemikian rupa oleh Fredy Pratama," tambahnya.


39 Orang Ditangkap


Lebih dahulu, Bareskrim Polri memecahkan sindikat Fredy Pratama. Sebanyak 39 orang ditangkap.


" Apa yang kita jalani pada hari ini merupakan penyampaian kepada warga tentang apa yang sudah dicoba dalam menguak kejahatan tindak pidana narkoba jaringan Fredy Pratama. Tidak hanya tindak pidana narkoba serta tindak pidana asal kita pula melakukan tindak pidana pencucian duit," ucap Wahyu.


Pengungkapan permasalahan ini ialah hasil pembedahan bersama Polri dengan Royal Malaysia Police, Royal Thai Police, sampai US- DEA. Penangkapan 39 orang dalam pembedahan ini dicoba semenjak Mei 2023.


Jumlah benda fakta yang diamankan semenjak pengungkapan permasalahan ini semenjak 2020 berbentuk 10, 2 ton sabu, 116, 346 ribu butir ekstasi, 13 unit kendaraan, 4 bangunan, serta beberapa duit di ratusan rekening.


" Dalam pembedahan ini, terdapat 39 orang yang ditangkap periode Mei 2023 hingga dikala ini," kata ia.


BACA JUGA : Lettu GDW Pelaku Lawan Arah Sudah Ditahan, Kodam Jaya Ungkap Bepergian Tanpa Izin dari Satuannya


Ada pula para terdakwa dijerat Pasal 114 ayat( 2) jo Pasal 132 ayat( 2) subsider Pasal 112 ayat( 2) jo Pasal 132 ayat( 2) Undang- Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman pidana mati ataupun seumur hidup serta pidana denda optimal 10 miliyar. 


Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                                      (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)


iklan