Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Kronologi Pria Paru-parunya 'Berlubang' usai Kecanduan Ngevape, Ini Awal Mulanya

23 Sep 2023, 22:57 WIB Last Updated 2023-09-23T15:57:30Z

korantalk - Rokok elektrik atau vape kerap dianggap sebagai alternatif yang lebih 'sehat' dibandingkan rokok biasa. Padahal, sudah banyak kasus gangguan kesehatan yang dipicu oleh benda tersebut.

Salah satunya seperti yang dialami pria asal Florida, Amerika Serikat, bernama Mason Middleton. Pemuda yang baru berusia 19 tahun itu didiagnosis mengalami kerusakan berupa lubang pada paru-parunya. disebut-sebut imbas kebiasaan ngevape selama di sekolah menengah atas.


Mason mengungkapkan dirinya pertama kali mengenal vape saat masih berusia 15 tahun. Ia pertama kali mendapatkan vape dari salah satu temannya di sekolah.


Orang tua Mason sebenarnya sudah melarang putra mereka menggunakan produk itu. Tapi, larangan tersebut tidak didengarkan. Mason akhirnya menjadi kecanduan hingga di titik di mana ia bisa menghabiskan empat pod vape dalam seminggu.


baca juga : Ayu Aulia Buka Perilaku Pejabat H yang Mengganggu Hubungannya dengan Tunangan


"Saya sangat sangat sangat kecanduan. Kalau sedang bekerja saya mungkin akan jarang menggunakan vape. Tetapi ketika sedang beristirahat atau sedang berbaring di tempat tidur, saya bisa menghisapnya tiap tiga sampai lima menit," ujarnya dikutip dari Daily Mail, Sabtu (23/9/2023).


Namun pada awal tahun ini, Mason mendadak mengalami rasa sakit menusuk di dadanya. Kondisi itu bahkan membuatnya kesulitan untuk berdiri.


Meski sempat mengatasi rasa sakit dengan mengonsumsi ibuprofen, Mason akhirnya memilih untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menemukan kalau Mason mengalami paru-paru kolaps atau yang secara medis dikenal dengan sebutan pneumotoraks spontan.


Kondisi tersebut memunculkan lubang pada paru-paru yang memungkinkan udara mengalir ke ruang kosong antara dinding paru-paru dan dinding dada. Kondisi ini membuat paru-paru tidak dapat mengembang atau mengempis dengan baik. Mason pun akhirnya kesulitan bernapas, alami nyeri dada, dan detak jantung menjadi lebih cepat.


Saat dicari tahu penyebabnya, dokter mengatakan tidak ada faktor lain yang memicu penyakit Mason selain karena penggunaan vape.


baca juga: SUHU YANG SANGAT TINGGI DI INDIA MEMBUAT PERPUTARAN BALAPAN DI INDIA DI POTONG


Untuk mengatasi penyakitnya tersebut, Mason harus dirawat di rumah sakit selama tiga hari. Tim dokter pun memasukkan selang ke dalam dada Mason untuk menyedot udara keluar dari ruang kosong tersebut. Proses pemulihan dilakukan dengan memberikan waktu yang cukup untuk paru-paru bisa menyembuhkan lubang dan memulihkan pernapasan normal tanpa bantuan mesin.


Setelah diperbolehkan keluar dari rumah sakit, Mason pun berjanji untuk tidak lagi menggunakan vape. Ia bahkan membuang semua vape yang dimiliki.


"Saya berhenti menggunakan vape. Saya sebelumnya tidak pernah mau mendengarkan orang yang mengatakan bahwa vape bisa merusak tubuh dan akhirnya hal ini terjadi. Jangan lalui apa yang sudah saya alami. Ini sangat menyakitkan," pungkasnya.


Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://www.korantalk.info/ ) kemudian join °༄°

                                                          (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

iklan