Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Penemuan Mayat Ibu dan Anak di Depok Hampir Sama dengan Kasus Kalideres, Polisi Temukan Pesan Ini

POLISI SLOT
9 Sep 2023, 00:03 WIB Last Updated 2023-09-08T17:03:38Z


KORAN TALK
- Penemuan mayat ibu dan anak di Cinere, Depok, Jawa Barat, hampir sama dengan kasus tewasnya satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.


"Ini sangat mirip dengan kejadian yang di Kalideres, oleh karenanya polanya kita sama, ditemukan jenazah sudah rusak," kata Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, Jumat (8/9/2023).


Kombes Hengki pun menyebutkan bahwa pihaknya melakukan penyelidikan interprofesi mengedepankan scientific crime investigation. Psikologi forensik sampai laboratorium forensik bakal terlibat.


"Oleh karenanya langkah-langkah yang kita temukan kemarin, melakukan olah TKP dan kita juga sterilitasnya dari awal sehingga tim labfor bisa menganalisis apakah ada jejak-jejak orang di luar dua jenazah ini sebelum kejadian,"sebutnya.


"Kemudian dari Labfor juga, menganalisis apakah di seputaran TKP itu ada jejak jejak racun dan sebagainya. Lalu, dari Inafis berusaha mendapatkan identitas dari pada korban," pungkasnya.


Sebelumnya, Ibu dan anak tersebut ditemukan sudah tak bernyawa di dalam kamar mandi di sebuah rumah elit di kawasan Cinere, Kota Depok, Kamis (7/9/2023).


Saat ditemukan, kedua mayat atas nama Grace Arijani Harahapan (65) dan sang putranya bernama David Ariyanto (38)sudah dalam kondisi membusuk, tergeletak berdampingan di lantai kamar mandi.


Kombes Hengki Haryadi menyatakan adanya temuan berupa sebuah pesan terakhir di rumah ditemukannya mayat ibu dan anak di Perumahan Cinere, Depok, Jawa Barat.


Hengki Haryadi mengatakan pesan itu tertulis pada sebuah laptop yang diduga milik korban. "Jadi di sana tertulis 'siapapun yang membaca tulisan ini mungkin pada saat melihat tulisan ini saya dan ibu saya sudah meninggal dunia'," kata Hengki.


Kendati demikian, Hengki belum dapat memastikan lebih lanjut soal siapa yang menulis tulisan tersebut. Ia hanya mengaku masih mendalami temuan tulisan itu.


"Akan kita dalami apakah memang ini tulisannya jenazah atau mungkin merupakan desepsi, kita enggak tahu. Mungkin ada orang juga yang nulis, kita enggak tahu. Oleh karenanya biar nanti alat bukti yang akan mengarahkan kira-kira apa yang terjadi," ujar Kombes Pol Hengki.



Baca Juga : Sosok Wanita Pengemudi Pajero Sport yang Lindas Balita Angkat Bicara: Dari Awal Saya Tanggung Jawab



Tim gabungan Polres Metro Depok dan Polda Metro Jaya

Sebelumnya, Kapolres Metro Depok, Kombes Ahmad Fuady mengunkapkan, tim gabungan yang terdiri personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Depok, Bareskrim Puslabfor, dan tim Forensik Rumah Sakit Polri Kramat jati, telah memeriksa jenazah.


“Tim gabungan belum menemukan petunjuk pada tubuh korban salah satunya luka dikarenakan tubuh korban telah membusuk,” ungkap Fuady, Kamis (7/9/2023).


“Jenazah kemudian ada beberapa barang yang dekat dengan jenazah bersifat pribadi telah dibawa untuk diperiksa,” sambungnya.


Fuady menjelaskan, barang berupa minuman yang berada di dekat tubuh korban akan dilakukan pemeriksaan. Minuman tersebut akan diperiksa tim puslabfor Polri untuk diketahui jenis dan diteliti lebih dalam.


“Sementara akan diuji di puslabfor, apakah zat itu memang minuman asli atau ada yang lain,” ujar Fuady.


Adapun selembar kertas berupa tulisan tangan yang ditemukan dari dalam rumah korban, masih diselidiki tim gabungan.


Tulisan tersebut berupa nama dan nomor telepon, tidak ada keterangan lainnya.


“Itu nomor telepon keluarga dari pihak korban,” jelas Fuady.


Saat disinggung terkait keadaan rumah korban yang sudah tidak dialiri listrik, tim gabungan kepolisian akan menyelidiki lebih lanjut.


Saat ini, tim gabungan kepolisian hanya melakukan olah tempat kejadian perkara sementara di rumah korban.


“Kelistrikan akan kita dalami seperti apa, untuk hal lain akan kita dalami, kita masih mencari keterangan lebih lanjut,” pungkas Fuady.


Lantas seperti apa kondisi rumah yang dihuni Grace dan David?

Melansir KORAN TALK, dari luar rumah mereka tampak besar. Rumah yang ditempati Grace dan David itu berlantai dua dengan cat tembok warna merah muda.


Di bagian luar, rumah itu dikelilingi pagar berwarna putih dengan tembok dilapisi batu alam. Meski dari luar tampak mewah, namun ternyata di dalam rumah tak ada barang-barang. Bahkan, menurut Jafar, petugas keamanan, rumah Grace dan David sudah tidak dialiri listrik.


Jafar mengatakan, listrik di rumah itu sudah mati sekira satu bulan lalu.


"Kalau listrik tidak tahu ternyata sudah diputus. Itu kurang lebih hampir satu bulanan lampu mati. Orangnya tidak pernah kelihatan," tandasnya.


Dikatakan Jafar, ibu dan anak itu hanya tinggal berdua setelah kepala keluarga mereka meninggal pada 2011 silam. Sementara itu, David diketahui tidak bekerja.


"Jadi memang mereka hidup benar-benar berdua," terang dia.


Sementara dari pantauan KORAN TALK, tampak dari luar, kondisi rumah mereka terlihat tak terawat. Rumput di trotoar depan rumah mereka tampak cukup tinggi. Kemudian, sebagian atap genteng rumah juga hampir ambruk.


Tak pernah bersosialisasi

Di mata tetangga, ibu dan anak itu dikenal sebagai sosok yang tertutup dan tak pernah bersosialisasi. Bahkan tak pernah ada tetangga atau keluarga yang datang bertamu ke rumah ibu dan anak itu.


"Enggak ada, enggak pernah ada. Jadi memang mereka hidup benar-benar berdua," ungkap Jafar.


Kronologi penemuan jasad korban

Jasad kedua korban ditemukan setelah warga sekitar mencium bau tak sedap dari rumah tersebut. Karena curiga, petugas keamanan dan Ketua RT mencoba masuk ke dalam rumah melalui pagar.


Mereka kemudian membuka garasi dan mencium bau tak sedap yang berasal dari kamar mandi rumah korban.


Setelah mencium aroma menyengat itu, mereka langsung menghubungi pihak kepolisian.


Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Hadi Kristanto mengatakan, ibu dan anak itu ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka di dalam kamar mandi.


"Keadaannya sudah tidak bisa diidentifikasi (tinggal tengkorak)."


"Dan diperkirakan meninggal sudah lama dan belum diketahui penyebab kematiannya," ungkapnya.


Sementara itu, di dekat jasad korban ditemukan minuman dan sisa cokelat.


"Cuma ada minuman aja sama cokelat, minuman mineral dari beling itu. (Cokelat) sisa bungkusnya aja," ujar Jafar, petugas keamanan perumahan.


Selain minuman dan cokelat, polisi juga menemukan secarik kertas di rumah itu.


Diberitakan sebelumnya, Ibu dan anak ditemukan tak bernyawa di dalam kamar mandi di dalam sebuah rumah elit di kawasan Cinere, Kota Depok, Kamis (7/9/2023).


Saat ditemukan, kedua mayat tersebut sudah dalam kondisi membusuk, tergeletak berdampingan di lantai kamar mandi.

Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                                         (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

                 Dapatkan Informasi Terupdate Pertandingan Bola Setiap Hari Hanya DI Sini

                                                 klik Link Ini ╰┈➤ ( http://www.scorebola.xyz/  ) 

                                                            ¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯

iklan