Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Sosok Kades di Blora yang Hilang Beberapa Bulan Ditemukan,Sengaja Sembunyi karena Korupsi Rp396 Juta

POLISI SLOT
23 Sep 2023, 01:27 WIB Last Updated 2023-09-22T18:27:44Z


KORAN TALK
– Sosok kades di Blora, Jawa Tengah, yang sudah menghilang selama beberapa bulan ditemukan.


Ternyata Kades di Blora bernama Rumidi itu ditemukan sengaja bersembunyi karena korupsi.


Adapun Polres Blora menangkap Rumidi, yang sempat menjabat sebagai kepala desa (Kades) Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.


Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Blora, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Selamet mengatakan, Rumidi ditangkap pada Minggu (17/9/2023) lalu di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.


"Pelaku ditangkap di wilayah Purwodadi, pada 17 September 2023," ujar Selamet, Kamis (21/9/2023).


Pihaknya mengatakan, berdasarkan koordinasi yang dilakukan bersama BPK maupun Inspektorat Kabupaten Blora, Rumidi diduga melakukan korupsi dengan menggunakan uang dana desa untuk kepentingan pribadi.


"Yang bersangkutan telah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu merugikan keuangan negara, hasil audit inspektorat hampir kurang lebih Rp 396 juta," terangnya.


Dalam konferensi pers tersebut, pihak kepolisian turut menyertakan tersangka dan barang bukti yang digunakan dalam melakukan tindak pidana korupsi.



Baca Juga : Cerita Hanafi Pemain Futsal Blitar Ditendang Lawan saat Selebrasi Sujud Syukur, Kini Masih Kesakitan



Kabar Hilang Kades Misterius

Sebelumnya diberitakan, masyarakat Blora dibuat heboh atas kabar hilangnya seorang kepala desa secara misterius.


Diketahui, Kepala Desa (Kades) di Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, hilang secara misterius selama 2 bulan.


Mulanya, Kades bernama Rumidi itu meminta izin ke istrinya ingin pergi berobat.


Kini terungkap pesan terakhir Rumidi kepada istrinya sebelum ia menghilang secara misterius.


Bu Kades Nglebur, Blora sempat kebingungan melihat sopir mobil dinas sang suami balik sendiri tanpa sang kepala desa.


Setelah menghilang selama 2 bulan, kini keberadaan Kades Rumidi masih dicari-cari.


Kepolisian menyatakan belum menerima laporan kehilangan sejak dua bulan terakhir.


Hal itulah yang membuat pihaknya tak segera menindaklanjuti hilangnya sang Kepala Desa (Kades).


Pak Kades bernama Rumidi adalah seorang Kepala Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.


Ia menghilang sejak dua bulan lalu setelah pamit untuk berobat dengan diantar mobil LMDH.


Hilangnya Rumidi berdampak terhadap kondisi sosial dan pembangunan di desa yang dia pimpin.


Dengan hilangnya kades Rumidi, pembangunan desa di wilayah itu juga terkendala.


Bahkan, lingkungan masyarakat juga mulai bergejolak.


Sekretaris Desa Nglebur Mujianto mengatakan pihaknya tidak dapat berkomunikasi dengan Rumidi sejak 19 Juni 2023 lalu.


Menurut Mujianto, hilangnya Rumidi berawal dari absennya sang kepala desa di Balai Desa pada 20 Juni 2023.


Sebelum menghilang, Bu Kades, istri Pak Kades awalnya ikut bingung.


Hal itu dikarenakan sopir mobil dinas suaminya itu pulang ke rumah tanpa sang kepala desa.


"Tanggal 20 Juni Pak Lurah tidak masuk ke kantor, tapi dihubungi tidak bisa, kemudian kami menghubungi Bu Kades, 'Pak Lurah di rumah Bu?',"


"'itu kemarin sore pamite kontrol kok enggak ada pulang', terus kami tunggu, tapi kok enggak kunjung masuk," ucap Muji saat ditemui KORAN TALK di Balai Desa setempat, Jumat (18/8/2023), seperti dikutip KORAN TALK


Memang sebelum pergi dari rumah, Rumidi sempat mengalami sakit pada kakinya.


Kaki Rumidi mengalami pembengkakan yang kemudian dilakukan tindakan operasi di rumah sakit beberapa hari sebelumnya.


"Pergi dari rumah itu tanggal 19 Juni, izinnya dari pihak istri itu berobat, karena punya luka di kaki, tapi sampai sekarang enggak kunjung pulang," kata dia.


Pada saat pergi untuk jadwal kontrol, Rumidi hanya diantar oleh sopir menggunakan mobil milik LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan).


Dugaan Rumidi mengalami sesuatu yang tidak baik-baik saja itupun semakin menguat.


Kondisi keluarga Rumidi seperti diceritakan oleh Bu Kades ternyata tidak sedang baik-baik saja.


"Anaknya kan juga sakit tumor, tapi sudah dikemoterapi. Mertuanya juga kena stroke."


"Sehingga istrinya kades tidak bisa mengantar suaminya untuk kontrol, sehingga diantarkan oleh sopir menggunakan mobil LMDH," terang dia, dikutip jatim.KORAN TALK.

Setelah berada di wilayah Cepu, sopir tersebut diminta segera pulang dan meninggalkan Rumidi sendirian.


"Kemudian Pak Lurah meminta sopir tersebut untuk pulang terlebih dahulu karena mobil LMDH sudah ditunggu warga, karena mobil sosial."


"Ya sehingga diturunkan di wilayah Cepu," jelas dia.


Setelah sopir tersebut pulang, dirinya tidak lagi mengetahui keberadaan Rumidi sampai saat ini.


"Keberadaan Pak Lurah sampai sekarang belum diketahui, karena belum bisa dihubungi, nomornya enggak bisa dihubungi, kita tetap mencari," ujar dia.


Absennya Rumidi sebagai kepala desa, tentu berdampak pada pemerintahan desa.


Apalagi, sampai saat ini pencairan dana desa tidak dapat dilakukan karena harus menunggu tanda tangan dari kepala desa.


"Kalau dari pemerintahan desa, ya Pak Lurah cepat pulang, soalnya ada tugas-tugas yang harus diselesaikan tahun ini," kata dia.


Sementara itu, polisi yang turut mendengar kabar hilangnya Kades Rumidi itu juga akhirnya buka suara


Aparat kepolisian juga belum menerima adanya laporan orang hilang terkait absennya Rumidi selama dua bulan.


Kapolsek Jiken, Iptu Zaenul Arifin mengatakan pihaknya memang sudah mendapatkan informasi tentang absennya Rumidi yang dikabarkan tidak kunjung pulang ke rumah selama dua bulan.


"Belum ada laporan masuk," ucap Arifin saat ditemui KORAN TALK di kantornya, Jumat (18/8/2023).


Apabila nantinya ada laporan yang masuk terkait hilangnya Rumidi, maka pihaknya akan segera melakukan pencarian terhadap orang tersebut.


"Ya kalau ada laporan ya kita terima, kemudian kita lanjuti. Infonya memang dua bulan pergi dari rumah," kata dia.


Menurutnya, laporan terkait absennya Rumidi yang tidak dapat menjalankan tugasnya sebagai kepala desa, hanya disampaikan ke instansi terkait.


"Laporannya baru ada di kecamatan. Kalaupun itu hilang ranahnya juga ke Dinas PMD (Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), apakah itu di Plt ataupun di PAW (penggantian antar waktu," terang dia.

Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://www.korantalk.info/ ) kemudian join °༄°

                                                          (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

                     Dapatkan Informasi Terupdate Pertandingan Bola Setiap Hari Hanya DI Sini

                                        klik Link Ini ╰┈➤ ( http://www.scorebola.xyz/  ) 

                                                             ¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯

iklan