Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Suami Selebgram Nur Utami Kendalikan Sabu Jaringan Fredy Pratama di Sulsel

Call me Einstein
18 Sep 2023, 21:09 WIB Last Updated 2023-09-18T14:09:37Z

 Jakarta-Korantalk.info Direktorat Tindak Pidana Narkoba( Dittipid Narkoba) Bareskrim menetapkan selebgram asal Makassar, Nur Utami, selaku terdakwa baru dalam permasalahan tindak pidana pencucian duit( TPPU) jaringan narkoba Fredy Pratama. Nur Utami diprediksi menikmati hasil tindak pidana narkoba yang dicoba oleh suaminya, S alias Saru.



Wakil Direktur Narkoba( Wadirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Kombes Jayadi menguak kedudukan S dalam jaringan Fredy Pratama. S bekerjasama dengan terdakwa WW yang lebih dahulu sudah ditangkap Bareskrim.


BACA JUGA : Dilarang Pesan Perempuan, Berikut Sederet SOP Ketat Jaringan Fredy Pratama


" WW ini telah kita jalani penangkapan sebagian waktu yang kemudian. Kebetulan Pak Direktur yang melaksanakan penangkapan di Malaysia," kata Jayadi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin( 18/ 9/ 2023).


" WW merupakan koordinator buat daerah Sulawesi Selatan wilayah Timur serta bekerjasama dengan S," ucapnya.


Lebih rinci, Jayadi berkata S selaku pengendali peredaran serta penjualan narkotik di kawasan tersebut. Saru masih diburu regu penyidik Bareskrim Polri dalam kaitannya dengan jaringan Fredy Pratama.


" Selaku pengendali, pengendali buat peredaran benda narkotika tipe sabu buat daerah Sulawesi Selatan," ucapnya.


"( Menyelundupkan berapa sabu) bermacam- macam, jadi tidak senantiasa. Kadangkala 5 kilo, kadangkala 10 kilo, serta terus menerus. Kadangkala seminggu 2 kali, kadangkala seminggu 3 kali, jadi fluktuasi bergantung dari permintaan para jaringan yang terdapat di Sulawesi Selatan," jelasnya.


Jayadi mengatakan Nur Utami ditangkap pada Sabtu( 16/ 9/ 2023) kemudian di Makassar, Sulawesi Selatan.


39 Orang Ditangkap


Lebih dahulu, Bareskrim Polri memecahkan sindikat Fredy Pratama. Sebanyak 39 orang ditangkap.


" Apa yang kita jalani pada hari ini merupakan penyampaian kepada warga tentang apa yang sudah dicoba dalam menguak kejahatan tindak pidana narkoba jaringan Fredy Pratama. Tidak hanya tindak pidana narkoba serta tindak pidana asal, kita pula melakukan tindak pidana pencucian duit," ucap Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada di lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa( 12/ 9/ 2023).


Pengungkapan permasalahan ini ialah hasil pembedahan bersama Polri dengan Royal Malaysia Police, Royal Thai Police, sampai US- DEA. Penangkapan 39 orang dalam pembedahan ini dicoba semenjak Mei 2023.


Jumlah benda fakta yang diamankan semenjak pengungkapan permasalahan ini semenjak 2020 berbentuk 10, 2 ton sabu, 116, 346 ribu butir ekstasi, 13 unit kendaraan, 4 bangunan, serta beberapa duit di ratusan rekening.


" Dalam pembedahan ini terdapat 39 orang yang ditangkap periode Mei 2023 hingga dikala ini," kata ia.


BACA JUGA : Demokrat Merapat ke Prabowo, Koalisi Gemuk Tak Jamin Kemenangan


Ada pula para terdakwa dijerat Pasal 114 ayat( 2) jo Pasal 132 ayat( 2) subsider Pasal 112 ayat( 2) jo Pasal 132 ayat( 2) Undang- Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman pidana mati ataupun seumur hidup serta pidana denda optimal 10 miliyar. 


Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°
                                                      (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)
iklan