Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

5000 Warga ASEAN Jadi Sasaran Serangan Hamas, 12 Tewas, 11 Lagi Disandera, PM Thailand Murka

POLISI SLOT
9 Okt 2023, 23:53 WIB Last Updated 2023-10-09T16:53:33Z


KORAN TALK
– Warga Negara Asing (WNA) dari berbagai negara menjadi korban dari serangan Hamas ke Israel.


Adapun WNA dari berbagai negara yang dibunuh diculik dan hilang dalam serangan Hamas tersebut yakni warga Amerika, Inggris, Perancis, Jerman, Nepal dan juga salah satunya negara ASEAN yakni Thailand.


Adapun dalam hal ini Pemerintah Thailand meminta Hamas membebaskan warganya.


Pemerintah Thailand mendesak Hamas untuk membebaskan 11 orang warganya yang ditahan dan kini disandera di Jalur Gaza.


Thailand mengatakan warganya tidak terlibat dalam konflik Hamas dengan Israel.


Perdana Menteri Thailand, Srettha Thavisin mengatakan para warganya yang ditawan Hamas itu tidak bersalah dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan konflik yang sedang terjadi.


Dalam video yang viral di media sosial, tampak sejumlah warga Thailand ditawan Hamas di dalam bunker.


Mata mereka ditutup dan tangan diikat di belakang.


Salah satu yang ditawan Hamas dalam foto itu adalah Natthaporn Onkeaw (26), putra pasangan Thawatchai dan Thongkhoon Onkeaw.


Selain itu 12 warga Thailand dilaporkan tewas dalam serangan Hamas ke Israel pada akhir pekan ini.


“Mereka tidak bersalah dan tidak ada hubungannya dengan konflik apa pun,” ucapnya.


Selain itu, diperkirakan sekitar 5.000 warga Thailand di wilayah selatan Israel yang saat ini berada di bawah perang.


Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai buruh tani di komunitas pertanian, beberapa di antaranya menjadi sasaran serangan Hamas terhadap Israel.


Diketahui juga bahwa ada dua warga negara Thailand lainnya yang dipastikan tewas atas peperangan tersebut.


Sementara itu, satu mahasiswa Kamboja juga tewas dalam serangan Hamas ke Israel.


Melalui gambar yang dikirim lewat aplikasi pesan Telegram, menunjukkan situasi bagaimana Hamas menyandera WNA tersebut.


Dalam gambar tersebut, setidaknya lima pria duduk di tanah dengan tangan di belakang punggung di tempat yang tampak seperti bunker, sementara orang-orang bersenjata bertopeng mengarahkan senapan ke arah mereka.


Sebelumnya Hamas melancarkan serangan umum secara mendadak ke selatan Israel pada Sabtu pagi (7/10/2023).


Serangan itu diawali dengan hujan roket dan disusul oleh serangan pasukan infantri, penyusupan lewat udara serta laut.


Sedikitnya serangan itu telah menewaskan 700 orang dan melukai lebih dari 2.300 orang pada Minggu malam.


Jumlah korban diperkirakan akan meningkat.



Baca Juga : Berapa Banyak Tentara dan Warga Israel Ditawan Hamas? Jumlahnya Bisa Bebaskan Tahanan Palestina



AS Gerak Cepat Bantu Israel

Amerika Serikat (AS) gerak cepat memberi bantuan dukungan militer kepada Israel yang terlibat perang besar dengan militan Hamas Palestina.


Amerika Serikat telah mengirimkan kapal induk menuju Israel.


Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin mengumumkan pengiriman kapal induk ini pada Minggu (8/10/2023).


Nantinya, kapal induk dan pesawat militer AS akan bergerak lebih dekat ke arah Mediterania timur.


Laporan media setempat, AS mengirimkan kapal induk penyerang USS Gerald R Ford, yang disebut-sebut sebagai kapal perang terbesar di dunia.


Amerika Serikat (AS) gerak cepat memberi bantuan dukungan militer kepada Israel yang terlibat perang besar dengan militan Hamas Palestina.


Amerika Serikat telah mengirimkan kapal induk menuju Israel.


Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin mengumumkan pengiriman kapal induk ini pada Minggu (8/10/2023).


Nantinya, kapal induk dan pesawat militer AS akan bergerak lebih dekat ke arah Mediterania timur.


Laporan media setempat, AS mengirimkan kapal induk penyerang USS Gerald R Ford, yang disebut-sebut sebagai kapal perang terbesar di dunia.


Pesawat USAF dikirim ke pangkalan di Timur Tengah, di mana mereka akan tersedia untuk operasi mencegah Hizbullah di Lebanon dan kelompok militan lainnya yang bersekutu melawan Israel.


Bantuan AS untuk Israel mendapat respons dari kelompok Hamas Palestina.


Hamas menyebutkan bahwa AS sudah mengambil bagian dalam perang ini.


Meski begitu, Hamas mengeklaim pergerakan militer AS tidak menimbulkan kekhawatiran bagi Hamas.


"Gerakan-gerakan ini tidak membuat takut rakyat kami atau perlawanan mereka, yang akan terus membela rakyat kami dan t

Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                                          (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

                     Dapatkan Informasi Terupdate Pertandingan Bola Setiap Hari Hanya DI Sini

                                                    klik Link Ini ╰┈➤ ( https://bit.ly/3roZpyA

                                                            ¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯

iklan