Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Berapa Banyak Tentara dan Warga Israel Ditawan Hamas? Jumlahnya Bisa Bebaskan Tahanan Palestina

POLISI SLOT
8 Okt 2023, 23:57 WIB Last Updated 2023-10-08T16:57:23Z


KORAN TALK
– Seberapa banyak tentara dan warga sipil Israel yang ditawan oleh Hamas ?


Adapun jumlah tentara dan warga Israel yang disandera oleh Hamas bisa membebaskan semua tahanan Palsetina. 


lantas, seberapa banyakkah tentara dan warga Israel yang disandera oleh Hamas tersebut?


Seperti diketahui sebelumnya, adapun kabar warga sipil dan tentara Israel disandera oleh Hamas di Jalur Gaza dibenarkan oleh Pemerintah Israel.


Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel Laksamana Muda Daniel Hagari membenarkan bahwa ada sejumlah warga dan tentara yang dibawa ke Jalur Gaza.


Ia juga mengatakan bahwa ada tentara Israel yang tewas dalam pertempuran tersebut.


Namun, Hagari tak membeberkan detail jumlah warga yang disandera atau tentara yang terbunuh.


Dilansir Tribun-Medan.com dari Times of Israel, Hagari mengatakan masih ada 22 lokasi pertempuran yang sedang berlangsung di selatan Israel.


Pasukan Israel juga disebutnya telah mencapai semua kota di perbatasan Gaza.


Sebelumnya, Hamas mengeluarkan sebuah video yang menunjukkan anggotanya menangkap dan menculik sejumlah tentara Israel dan warga.


Seorang warga Israel, Yoni Asher, juga sempat curhat bahwa istri dan anaknya termasuk di antara orang-orang yang disandera pasukan Hamas.


Asher membeberkan, penculikan tersebut terjadi saat istri dan anak perempuannya tengah mengunjungi ibu mertuanya di Nir Oz, sebuah pemukiman kolektif di dekat perbatasan Gaza.


Asher lantas curiga keduanya mungkin telah diculik lantaran setelah melacak telepon istrinya, diketahui selanjutnya titik lokasi istrinya berada di Gaza.


Di saat bersamaan, ia juga melihat video viral tersebut.


"Saya bahkan tidak tahu bagaimana situasi para sandera, dan situasinya tidak bagus," ujar Asher.


Disisi lain, juru bicara militer Letkol Jonathan Conricus menyampaikan bahwa ada beberapa masih hidup dan beberapa diperkirakan tewas.


Ia mengatakan bahwa Hamas telah menyandera mulai dari anak-anak, perempuan, orang tua dan orang cacat.


“Ini adalah angka-angka yang sampai saat ini tidak terbayangkan,” katanya.


“Ini akan menentukan masa depan perang ini," jelasnya.

Perdana Menteri Israel Umumkan Perang Terhadap Palestina


Sementara itu, menanggapi serangan dari Hamas, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan mengumumkan Israel dalam kondisi perang (State of War) dan bersumpah bahwa Hamas yang menguasai Gaza, akan membayar harga yang belum pernah mereka ketahui.


"Sabtu pagi ini Hamas melancarkan serangan mendadak yang mematikan terhadap negara dan warga Israel,”


“Kepada warga Israel, saya mengumumkan kita berperang. Kita sedang bukan beroperasi, bukan eskalasi, kita perang," ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu seperti dilansir dari BBC.


"Saya perintahkan kepada semua kepala badan pertahanan dan keamanan, dan saya perintahkan untuk pertama-tama membersihkan semua komunitas yang telah disusupi oleh Hamas," tukasnya.



Baca Juga : Bobby Nasution Sentil Kapolrestabes saat Peletakan Batu Pertama Proyek Kolam Retensi di Selayang



Video Penculikan Beredar

Video penyanderaan Hamas terhadap warga sipil Israel beredar.


Rekaman menunjukkan bahwa warga Israel dibawa keluar rumah.


Tidak hanya itu, ada juga banyak video yang beredar dimaksudkan untuk menunjukkan Israel berada di tangan pejuang Hamas.


Sebuah video yang diunggah dan diverifikasi oleh BBC menunjukkan sebuah truk dikendarai melewati kerumunan orang di Jalur Gaza, konon membawa sandera Israel.


Video lainnya, yang berlokasi di Jalur Gaza, menunjukkan seorang wanita bertelanjang kaki diseret dari belakang truk dengan tangan berlumuran darah terikat di belakang punggungnya.


Beberapa sandera dikatakan diambil dari sebuah pesta di luar ruangan di Kibbutz Re'im, pinggiran kota Ofakim di selatan Israel - tidak jauh dari Gaza.


Para saksi mata mengatakan kepada media Israel bahwa para penyerang sepeda motor mulai menembaki para hadirin, banyak di antara mereka yang masih hilang.


Video yang diposting di media sosial, , memperlihatkan seorang wanita yang menghadiri pesta tersebut diculik dan disekap dengan sepeda motor oleh dua pria.


Wanita tersebut diidentifikasi oleh saudara laki-laki pasangannya, Moshe Or, sebagai seorang wanita Israel bernama Noa Argamani.


Dia telah melaporkan dia hilang sebelum melihat dia dan saudara laki-lakinya di video, keduanya ditahan oleh beberapa militan.


“Saya melihat Noa di video ketakutan dan ketakutan, saya tidak bisa membayangkan apa yang ada dalam pikirannya – berteriak panik di atas sepeda motor,” kata Or dalam wawancara dengan stasiun televisi Israel Channel 12.


Video berikutnya juga menunjukkan dia sedang meminum air di sebuah kamar di Gaza.


Situasi penyanderaan di kota-kota Israel

Di luar Jalur Gaza, pasukan militer Israel dilaporkan telah membebaskan warga sipil Israel yang disandera di dua lokasi di selatan.


Di Kibbutz Be'eri, sandera yang ditahan di ruang makan diselamatkan setelah 18 jam, saluran TV Israel melaporkan.


Laporan media Israel menyebutkan bahwa hingga 50 orang ditahan di sana.


Melalui kantor berita Reuters, seorang wanita yang diidentifikasi sebagai Ella mengatakan dia telah dibarikade di tempat perlindungan bom selama berjam-jam di kota tersebut.


“Kami mendengar banyak suara tembakan, kami diberitahu bahwa teroris ada di ruang makan, kami mendengar banyak tembakan,” katanya.


"Saya kehilangan kontak dengan keluarga saya. Saya tahu ayah saya telah diculik... tidak ada yang memberi tahu kami apa yang terjadi. Saya tidak tahu apakah ibu saya masih hidup."


Sebuah video yang diverifikasi oleh BBC menunjukkan orang-orang digiring sepanjang jalan tanpa mengenakan sepatu oleh militan di Be'eri.


Tidak jelas apakah orang-orang ini adalah sandera yang sama dengan yang ditahan di ruang makan.


Sementara itu, di Kibbutz Urim, pinggiran kota Ofakim, dua warga Israel diselamatkan setelah disandera oleh militan Hamas di sebuah rumah selama berjam-jam pada hari Sabtu.


Orang-orang bersenjata telah memasuki kota dan menembaki penduduk ketika mereka melarikan diri ke tempat perlindungan bom setelah alarm roket dibunyikan di kota tersebut, media Israel melaporkan.


Kedua warga tersebut sempat tinggal di apartemen mereka, di mana empat Hamas kemudian menyandera mereka.


Disisi lain, tiga tentara Israel terluka sedang dan ringan selama penyelamatan, kata Kan.


Adapun eskalasi konflik antara Israel dan Palestina meningkat usai Hamas melancarkan serangan mendadak pada Sabtu (7/10) waktu setempat. Ribuan roket diluncurkan dari Jalur Gaza.


Sebanyak 300 korban di Israel dilaporkan tewas. Sementara sebanyak 1.500 lainnya dilaporkan luka-luka.

Israel tak tinggal diam dan melancarkan serangan balasan.


Di Palestina, sebanyak 232 korban dilaporkan tewas dan 1.697 lainnya mengalami luka-luka.


Situasi ini pun memicu respons dunia.

Amerika Serikat, misalnya, yang secara terang-terangan mendukung Israel dan berjanji akan memberikan bantuan.


Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) juga dikabarkan akan melakukan pertemuan pada Minggu (8/10/2023) membahas eskalasi konflik yang meningkat di antara Israel dan Palestina.

Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                                        (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

                    Dapatkan Informasi Terupdate Pertandingan Bola Setiap Hari Hanya DI Sini

                                            klik Link Ini ╰┈➤ ( https://bit.ly/3roZpyA

                                                        ¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯

iklan