Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Permasalahan Bunda di Sampang yang Kehabisan Balita Lekas Disidik Polisi

Sekilas Info
25 Okt 2023, 15:00 WIB Last Updated 2023-10-25T08:00:42Z



KORANTALK  Sampang- Sudah 4 bulan Rofiah( 40) masyarakat dusun Takong, Desa Aeng Sareh, Kecamatan Kota Sampang menanti data dari polisi soal pertumbuhan permasalahan bayinya yang diprediksi dibawa kabur mantan suaminya. Rofiah dapat bernapas lebih lega, sebab polisi hendak mengawali penyidikan permasalahan yang ia natural.

" Alhamdulillah hari ini aku dikabari pak polisi serta aku disuruh buat laporan lagi, katanya laporan aku lebih dahulu sifatnya baru aduan. Satu pekan lagi aku disuruh ke mari lagi. Mudah- mudahan dengan metode ini anak aku dapat kembali," ucapnya.

Kasi Humas Polres Sampang Ipda Sujianto membetulkan permintaan pembuatan Laporan Polisi( LP) oleh penyidik kepada Rofiah. Langkah itu ialah proses lanjutan sehabis penyidik menciptakan faktor pidana dalam permasalahan tersebut.

" Sehabis dicoba serangkaian proses penyelidikan serta proses gelar masalah, ditemui faktor( pidana) sehingga yang bersangkutan dimohon membuat laporan polisi sehingga dapat lekas dicoba penyidikan," ucap Sujianto.

Lebih dahulu, Rofiah( 40) telah melaksanakan bermacam metode buat memperoleh kembali buah hatinya. Anaknya yang baru berumur 1 tahun diprediksi diambil paksa mantan suaminya, Holili yang dahulu pernah menikah siri dengannya dikala bersama merantau di Malaysia pada 2021.KORANTALK 

Aku kembali ke Indonesia dikala berbadan dua 3 bulan sebab dijanjikan mengurus pesan nikah( yang legal secara negeri). Tetapi, sampai Agustus 2022 anak aku lahir, pesan nikah apalagi nafkah kami juga tidak terurus," ucapnya sambil menyeka air mata.

" Apalagi aku sendiri yang wajib cari pinjaman buat bayaran persalinan. Mulai itu ikatan kami renggang, apalagi masing- masing bulan aku cuma diberi duit belanja Rp 200 ribu, itu juga berjalan sepanjang 6 bulan," katanya.

Merasa kebutuhan hidupnya tidak tercukupi, Rofiah juga memutuskan kembali bekerja di negara Jiran. Sedangkan, bayinya yang dikala itu masih berumur 7 bulan, dititipkan kepada anak pertamanya yang telah menikah.

" Dekat April 2023 aku nekat berangkat kembali( kerja di Malaysia) buat cari bonus bayaran buat anak aku. Karena Holili menolak berangkat lagi," kesalnya.

Perasaannya mulai tidak tenang karena balita laki- lakinya dimohon oleh mantan suaminya. Ia telah melarang tetapi kala dirinya baru 2 bulan bekerja di Malaysia, Rofiah bisa berita kalau buah hatinya dibawa kabur oleh Holili.

" Mendengar berita itu, aku langsung kembali ke Indonesia pada Juni 2023," ucapnya.

Rofiah mengaku telah kehilangan ide buat mengambil kembali bayinya yang saat ini dirahasiakan Halili. Upaya secara kekeluargaan telah 3 kali ditempuh, tetapi bayinya masih kandas dibawa kembali.

" 3 kali aku tiba ke rumah Holili tetapi KORANTALK  tidak sempat ditemui, keluarganya kompak ngaku tidak ketahui. Hingga aku semacam orang edan serta pingsan di situ, anak aku tidak pula dikembalikan," kata Rofiah.


Sehabis upaya kekeluargaan lewat tokoh sesepuh desa yang dikerjakannya tidak sukses, Rofiah juga memberi tahu Holili atas dugaan penculikan anaknya ke kantor polisi.

Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Sukaca lebih dahulu melaporkan grupnya wajib hati- hati dalam menanggulangi masalah ini. Buat memantapkan langkahnya, petugas menunggu hasil koordinasi dengan regu pakar.

" Dini kami coba jalani dengan kekeluargaan tetapi belum terdapat titik temu. Kita telah koordinasi dengan regu pakar, kita tunggu 2 hingga 3 hari ke depan," tandas Sukaca.


iklan