Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Rusia dan China Veto Resolusi AS di DK PBB Soal Israel vs Hamas

1 9 2 8
26 Okt 2023, 12:05 WIB Last Updated 2023-10-26T05:05:03Z


 Jakarta, Korantalk -- Para anggota Dewan Keamanan PBB kembali memberikan suara terkait gencatan senjata Israel dan Hamas yang masih berlangsung hingga kini. Hal tersebut dilakukan setelah mereka terpecah dalam diskusi yang berlangsung pada Selasa (24/10).


Rusia dan China, seperti diberitakan Reuters pada Rabu (25/10), memveto resolusi yang diajukan AS menyikapi perang Israel dan Hamas di Jalur Gaza.


Rancangan resolusi AS fokus pada mengatasi krisis kemanusiaan yang memburuk di Gaza, tapi mencantumkan frasa bahwa Israel berhak membela diri.


Frasa ini yang kerap menjadi perdebatan dalam pengambilan suara di DK PBB, karena sebagian negara menganggap bisa menjadi dasar Israel untuk terus melancarkan agresi ke Gaza. 


Dalam proposalnya, AS juga menyerukan penghentian kekerasan (humanitarian pause) sehingga memungkinkan pembukaan jalur bantuan kemanusiaan yang diblok Israel sejak beberapa waktu lalu. Namun AS tidak mengajukan gencatan senjata. 


Dalam pengambilan suara, Uni Emirat Arab memberikan suara "tidak" untuk resolusi AS, 10 anggota lainnya memilih "mendukung", Brasil dan Mozambik memilih abstain.


DK PBB kemudian mulai menggelar pemungutan suara untuk resolusi yang diusulkan Rusia.


Dokumen Rusia, seperti yang diberitakan AFP, menyerukan "gencatan senjata kemanusiaan segera, berkepanjangan, dan dihormati sepenuhnya" dan "mengutuk semua kekerasan dan permusuhan terhadap warga sipil."


Namun, resolusi itu gagal mendapatkan jumlah suara minimum. Hanya Rusia, China, UEA, dan Gabon yang mendukung usulan tersebut. Sembilan anggota abstain, sedangkan AS dan Inggris memberikan suara "tidak."


Sebuah resolusi memerlukan setidaknya sembilan suara dan tidak ada veto dari Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Rusia atau China untuk bisa segera diberlakukan.


Pemungutan suara tersebut dilakukan setelah dewan tersebut dua kali gagal mencapai suara pekan lalu, hanya lima anggota yang mendukung rancangan resolusi Rusia pada 16 Oktober dan kemudian AS memveto rancangan teks Brasil pada 18 Oktober, yang mendapat 12 suara setuju.


AS mengajukan rancangan resolusinya pada Sabtu (21/10) dan mengejutkan beberapa diplomat karena blak-blakannya menyatakan Israel memiliki hak membela diri dan menuntut Iran berhenti mengekspor senjata ke kelompok militan.


Mereka kemudian melunakkan rancangan keseluruhan, menghapus referensi langsung ke Iran dan hak Israel untuk membela diri.


Namun, Rusia pada Selasa (24/10) mengumumkan tidak dapat mendukung rencana tindakan AS dan mengajukan usulannya sendiri.


Sebelumnya, Israel telah berjanji memusnahkan Hamas yang menguasai Gaza, setelah kelompok militan itu menerobos pagar pembatas yang mengelilingi daerah kantong pada 7 Oktober dan menewaskan 1.400 orang.


Israel sejak itu menggempur Gaza dari udara, melakukan pengepungan dan mempersiapkan serangan darat. Pihak berwenang Palestina mengatakan lebih dari 5.700 orang telah terbunuh di daerah kantong tersebut.


Tak hanya itu, PBB mengatakan sekitar 1,4 juta orang kehilangan tempat tinggal imbas perang Israel dan Hamas



Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

  (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

     Dapatkan Informasi Terupdate Pertandingan Bola Setiap Hari Hanya DI Sini

  klik Link Ini ╰┈➤ (   Bolaskor24.com  ) 

      ¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•


iklan