Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Sosok Ibu Bhayangkari Ngamuk karena Anaknya Diimunisasi di Sekolah, Berujung Dirinya Dipolisikan

POLISI SLOT
3 Okt 2023, 00:05 WIB Last Updated 2023-10-02T17:05:20Z


KORAN TALK
– Sosok Ibu Bhayangkari berinisial HT mengamuk di gedung Sekolah Dasar (SD) di Kota Ambon, Maluku.


Adapun IRT yang juga istri anggota Kepolisian Daerah (Polda) Maluku berinisial HT ini mengamuk lantaran lantaran tak terima anaknya mendapat imunisasi rubela pada Selasa (26/9/2023).


Aksi mengakuk Ibu Bhayangkari berinisial HT inipun berujung membuat dirinya dipolisikan oleh pihak sekolah.


Diketahui, aksi HT yang mengamuk di sekolah tersebut sempat terekam video dan tersebar di media sosial.


Dalam video yang tersebar, tampak ibu tersebut marah besar kepada beberapa orang guru saat mendatangi sekolah tersebut.


HT yang emosi juga terlihat membanting helm di depan para guru dan terus memprotes sikap mereka yang melakukan imunisasi terhadap anaknya.


Kepala Bidang Humas Polda Maluku Kombes Muhamad Roem Ohoirat membeberkan duduk perkara hingga HT mendatangi sekolah tersebut untuk menyampaikan protes.


Menurut Roem, HT mendatangi sekolah itu setelah mengetahui anaknya telah divaksin oleh pihak sekolah. Padahal, saat itu anak HT baru saja menjalani perawatan karena terkena tipes dan punya riwayat asma.


"Jadi istri anggota Propam ini tahu setelah anaknya divaksin. Lalu, dia datang ke sekolah marah kenapa anaknya divaksin tanpa izin," kata Roem dilansir KORAN TALK, Senin (2/10/2023).


Roem menjelaskan, orangtua siswa baru mengetahui anaknya diberi vaksin sehari setelah vaksinasi yang dilakukan bagi para siswa di sekolah tersebut.


Menurut Roem, HT melampiaskan kemarahannya itu di sekolah bukan hanya karena pihak sekolah tidak memberitahukannya terlebih dahulu bahwa anaknya akan diberi vaksin.



Baca Juga : Telusuri Suara Aneh di Rumah, Pria Ini Syok Lihat Istri Berzina dengan Mantan Pacar Berkedok Sepupu



Melainkan juga karena khawatir dengan kondisi kesehatan anaknya.


"Ini dari pihak sekolah cuma memberitahukan lewat WA grup bahwa besok anak-anak mau divaksin,”


“Nah, grup itu kan tidak semua orang baca setiap hari, kemudian kondisi anak ini sendiri dalam kondisi sakit tipes dan asma,"  ungkapnya.


Menurut Roem, HT mendatangi sekolah itu setelah mengetahui anaknya telah divaksin oleh pihak sekolah. Padahal, saat itu anak HT baru saja menjalani perawatan karena terkena tipes dan punya riwayat asma.


"Jadi istri anggota Propam ini tahu setelah anaknya divaksin. Lalu, dia datang ke sekolah marah kenapa anaknya divaksin tanpa izin," ucapnya.


HT Marah karena Tak Ada Sosialisasi


Terkait kejadian itu, HT mengakui bahwa ia mendatangi sekolah untuk melayangkan protes karena kegiatan imunisasi kepada para siswa di sekolah tidak disosialisasi kepada orangtua siswa.


"Tidak ada sosialisasi dari pihak sekolah sehingga saya marah dan mendatangi sekolah," katanya.


Ia juga mengakui anaknya yang saat ini duduk di kelas 6 itu memiliki riwayat tipes dan juga asma, sehingga sebagai orangtua ia sangat khawatir dengan kondisi kesehatan anaknya yang mendapat imunisasi tanpa persetujuannya.


HT mengatakan, setelah mengikuti imunisasi, kondisi kesehatan anaknya justru menurun.


Ia terpaksa membawa anaknya ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.


"Setelah imunisasi itu saya bawa lagi anak saya ke rumah sakit karena kondisisinya menurun. Dokter bilang ke saya penanganannya harus secepat mungkin dan harus diinfus," ujarnya.


Soal apakah kondisi kesehatan anaknya itu menurun karena menerima vaksin, HT mengaku masih menunggu konfirmasi dari dokter yang menangani.


"Dia satu hari opname di rumah sakit, nanti kita tunggu konfirmasi dari dokter," ujarnya.


Berujung Dipolisikan

Pihak sekolah melaporkan istri polisi yang mengamuk di sebuah Sekolah Dasar (SD) Kota Ambon karena tak terima anaknya diimunisasi.


"Mereka (sekolah) sudah lapor, nanti kita lihat," kata Kepala Bidang Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat kepada KORAN TALK, Senin (2/10/2023).

Roem mengungkapkan, orangtua siswa yang memprotes anaknya diimunisasi juga berencana melaporkan balik kasus itu lantaran merasa telah dirugikan oleh pihak sekolah.


"Si anggota ini juga mau lapor tapi tidak tahu nanti kita lihat bagaimana," ujarnya.


Roem menambahkan polisi sebenarnya telah mencoba memediasi antara pihak sekolah dan orangtua siswa agar masalah tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik. "Kemarin mau dimediasi tapi perkembangan terakhir saya belum tahu," katanya.


Sementara itu, sekretaris yayasan sekolah tersebut John Dumatubun mengakui bahwa kasus tersebut telah dilaporkan untuk diproses secara hukum.


Ia mengaku pihaknya terpaksa membawa kasus tersebut ke jalur hukum karena ada dugaan kekerasan fisik, ancaman dan pencemaran nama baik sekolah.


"Jadi proses ini harus diselesaikan sesuai jalur hukum yang berlaku dan biarkan proses hukum berjalan terus," katanya.


Ia menegaskan apabila dalam proses hukum nanti ada kesalahan prosedural yang dilakukan pihak sekolah, maka yayasan akan mengambil tindakan. 


"Tapi kalau khusus untuk bapak dan ibu itu kita akan proses secara hukum, karena satu perbuatan tidak menyenangkan, yang kedua kekerasan fisik, lalu ketiga pencemaran nama baik dan ada ancaman" tegasnya.


Ia menambahkan terkait kasus tersebut pihaknya tidak akan menyelesaikan kasus tersebut lewat jalur perdamaian.


"Tidak ada damai, pintu damai sudah tertutup sebagai orang beriman kita memaafkan tapi proses hukum berjalan terus," tukasnya.

Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                                          (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

                    Dapatkan Informasi Terupdate Pertandingan Bola Setiap Hari Hanya DI Sini

                                                    klik Link Ini ╰┈➤ ( bit.ly/3sKzcLe

                                                          ¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯

iklan