Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Terkuak Motif Anak Anggota DPR RI Bunuh Janda Beranak Satu Usai Karaoke, Gegara Ada Orang Ketiga?

POLISI SLOT
6 Okt 2023, 23:51 WIB Last Updated 2023-10-06T16:51:11Z


KORAN TALK
– Terkuak motif anak anggota DPR RI berinisial GRT (31) bunuh wanita berinisial DSA (29) seusai karaoke.


Adapun motif pembunuhan anak anggota DPR RI berinisial GRT terhadap korban yang merupakan ibu satu anak berstatus single parent berinisial DSA itu sudah ada titik terang.


Seperti diketahui, DSA dianiaya hingga tewas seusai karaoke di tempat hiburan malam kawasan Dukuh Pakis, Surabaya.

Anak dari pejabat DPR RI berinisial GTR ini merupakan pacar dari korban DSA.


Diduga motif tewasnya DSA itu melibatkan orang ketiga dalam hubungan cinta.


Hal tersebut menjadi kemungkinan pertengkaran antara DSA dengan GTR.


Kuasa hukum korban, Dimas Yemahura Alfarauq tak menampik, kehadiran 'orang ketiga' memicu perseteruan yang terjadi diantara sejoli tersebut.


Apalagi, pihak korban DSA beberapa hari sebelum insiden nahas tersebut, sempat membuat unggah melalui akun TikTok pribadi korban @bebyandine.


Unggahan tersebut bertuliskan, 'Ceweknya mati-matian jaga hati buat cowoknya. Eh cowoknya mati-matian buat matiin ceweknya'.


Kendati demikian, Dimas mengaku, pihaknya sangat terbuka dengan segala bentuk kemungkinan penyebab atau motif dugaan aksi penganiayaan yang dilakukan oleh terlapor GRT.


Apalagi, sampai saat ini, Jumat (6/10/2023), pihak Satreskrim Polrestabes Surabaya belum menyampaikan memberikan perkembangan terbaru secara lengkap mengenai hasil penyelidikan kasus tersebut.


"Kalau itu memang iya, karena sempat curhat semacam itu. Tapi ini hubungan mereka bukan hubungan seperti suami istri (statusnya). Si terlapor ini, punya cewek lain. Iya (kemungkinan) diduga seperti itu. Tapi nanti di-update lagi. Intinya kami masih menunggu keterangan lengkap dari polisi," ujarnya, Jumat (6/10/2023)


Dimas menerangkan, hubungan percintaan antara GRT dan korban belum genap setahun. Mereka diketahui baru berpacaran kurun waktu lima bulan.


Disinggung mengenai perlakuan kasar cenderung mengarah ke kekerasan fisik dari GRT ke korban, Dimas mengungkapkan, GRT diduga sempat beberapa kali melakukan kekerasan fisik selama kurun waktu lima bulan ini menjalin hubungan percintaan.


"Kalau dari beberapa teman, pernah beberapa kali Dini mengalami perlakuan itu. Selama kurun 5 bulan menjalani hubungan. Informasinya begitu," katanya.


"Tapi yang paling parah hingga terjadi sampai seperti ini, bahkan DSA sampai mengirim voice note kepada salah seorang temannya," tambahnya.


Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, DSA bekerja sebagai freelance.


Dan ia menegaskan, DSA tidak bekerja di dalam tempat hiburan yang menjadi lokasi dirinya terkapar.


Uang hasil bekerja di Kota Surabaya selalu dikirimkan untuk keluarga dan anak semata wayang yang berusia 12 tahun.


"Satu anak, 12 tahun. Sejak lahir, ditinggal mencari nafkah. Si DSA belum pernah ketemu anaknya. Tapi ujungnya dia MD sekarang. (Profesi) berganti ganti, freelance," pungkasnya.


Diberitakan sebelumnya, pihak keluarga DSA telah melaporkan sosok GRT ke SPKT Mapolrestabes Surabaya atas dugaan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan kematian, dan atau dengan sengaja merampas nyawa orang lain, sesuai Pasal 351 Ayat 3 dan atau Pasal 338 KUHP.


Laporan tersebut dibuat oleh anggota keluarga korban, sekitar pukul 22.30 WIB, pada Rabu (4/10/2023), dengan nomor Laporan Polisi (LP); LP/B/ /077 /X/2023/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR.


Kronologi

Kronologi pembunuhan DSA di tempat karaoke di Surabaya ternyata terbilang cukup sadis. 


DSA berusia 29 tahun diduga dianiaya anak anggota DPR RI berinsial R (31). Ia dianiaya hingga berujung pada kematian. 


Pengacara DSA, Dimas Yemahura mengungkapkan korban diajak oleh R untuk karaoke di Blackhole KTV.


Namun sekitar pukul 00.00 WIB tengah malam, R melakukan penganiayaan sadis terhadap Dini.


Wanita itu ditendang dan dipukuli oleh R di ruang karaoke.


Aksi R ternyata disaksikan oleh teman-teman Dini dan R yang juga ikut karaoke.


Namun, mereka diduga tidak berusaha menolong korban.


"Saksinya (penganiayaan) ada. Ada teman-teman (korban dan pelaku) yang di room karaoke kan. Penganiayaan dimulai di room itu, (korban) sudah ditendang dipukul," kata Dimas saat berada di kamar jenazah RSUD dr. Soetomo, Kamis (5/10/2023).


Keduanya kemudian cekcok panas sepanjang lobby Blackhole KTV hingga parkiran.


Puncaknya, penganiayaan R kepada Dini semakin brutal begitu sampai di parkiran.


Dini diduga sempat diseret pelaku, bahkan tangan korban juga dilindas mobil oleh pelaku.


Hal ini terbukti dari hasil pemeriksaan jenazah, di mana tangan korban ditemukan bekas ban mobil.


"Jadi (korban) sempat terseret. Dan di tangan kanannya ada bekas ban mobil. Diduga (korban) dilindas pelaku di bagian tangan kanannya itu," jelas Dimas.


Penganiayaan yang dilakukan R secara bertubi-tubi itu membuat Dini akhirnya terkapar.


Bukannya berusaha menolong, pelaku malah menggotong tubuh Andini dan memasukkannya ke bagasi mobil.



Baca Juga : Berutang ke Rentenir Rp 175 Juta Tapi Berbunga sampai Rp 1,7 Miliar, Berujung Penculikan Istri



Sosok GRT

Sosok anak anggota DPR RI yang bunuh janda muda DSA perlahan terkuak. 


DSA dibunuh pacaranya di tempat karaoke di Surabaya. Ia dianiaya dengan sadis hingga berujung pada kematian.   


Kuasa hukum korban mengungkapkan pelaku merupakan anak Anggota DPR RI dari Partai PKB asal Nusa Tenggara Timur (NTT). 


Berdasarkan penelusuran KORAN TALK, anggota DPR RI yang dimaksud yakni Edward Tannur. 


Lalu kuasa hukum menyebutkan bahwa pelaku berinsial GRT berusia 31 tahun, anak dari Edward Tannur. 


Berdasarkan penulusuran Ronald yang berumur 31 tahunberprofesi sebagai investor saham yang pernah tercatat memiliki kepemilikan PT Bekasi Asri Pemula, TBK pada tahun 2022.


Ia pernah beberapa kali tercatat sebagai mahasiswa namun tidak sampai lulus.


Seperti pada tahun 2009, Ronald pernah berkuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IEU dengan prodi Manajemen.


Masih di tahun yang sama, pria ini juga tercatat sebagai mahasiswa Universitas Kristen Petra program studi Ilmu Komunikasi.


Sementara itu di akun Facebook Ronald Tannur, pernah berkuliah di Holmes Institute, Melbourne.


Dalam biografi akunnya juga terdapat informasi berupa riwayat pekerjaannya yang begitu mentereng.


Di antaranya, Ronald pernah bekerja di FWD Insurance Indonesia sebagai Closing Agent pada tahun 2015.


Selanjutnya, pada tahun 2016-2020 ia pernah bekerja sebagai Sastek Operator di Southern Meats.


Dan informasi pekerjaan terbarunya itu pada tahun 2018 bekerja di Voyages Ayers Rock Resort.

Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                                         (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

                     Dapatkan Informasi Terupdate Pertandingan Bola Setiap Hari Hanya DI Sini

                                           klik Link Ini ╰┈➤ ( https://bit.ly/3roZpyA

                                                         ¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯

iklan