Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Tersebar Video Jokowi Fasih Mandarin, Kominfo: Editan AI Menyesatkan!

Sekilas Info
26 Okt 2023, 16:16 WIB Last Updated 2023-10-26T09:16:42Z



KORANTALK  Jakarta- Kementerian Komunikasi serta Informatika( Kominfo) membenarkan video menunjukkan Presiden Joko Widodo( Jokowi) fasih berbahasa Mandarin yang tersebar di media sosial bertabiat disinformasi. Kominfo melaporkan video tersebut diedit dengan memakai teknologi artificial intelligence( AI) deepfake.

Video tersebut tersebar di X( dahulu Twitter). Video itu menunjukkan momen Jokowi berpidato tetapi memakai bahasan Mandarin. Kominfo menegaskan video tersebut hasil rekayasa memakai AI.

" Tersebar suatu video pada bermacam platform digital yang menunjukkan Presiden Joko Widodo( Jokowi) lagi mengantarkan pidato memakai Bahasa Mandarin dengan fasih. Video tersebut terdapat yang diiringi dengan narasi Jokowi berbahasa Mandarin," demikian penjelasan Kominfo yang didapat dari Menkominfo Budi Arie Setiadi.KORANTALK

" Departemen Kominfo melaporkan kalau video tersebut ialah hasil editan yang menyesatkan," tegas Kominfo.

Kominfo menyebut video yang tersebar identik dengan unggahan kanal YouTube The U. S.- Indonesia Society( USINDO) tertanggal 13 November 2015. Video ini setelah itu direkayasa dengan teknologi AI sehingga menunjukkan Jokowi seolah- olah fasih berbahasa Mandarin.

" Secara visual, video tersebut identik dengan video yang diunggah oleh kanal YouTube The U. S.- Indonesia Society( USINDO) pada 13 November 2015 kemudian, tetapi sudah diedit sedemikian rupa dengan teknologi artificial intelligence( AI) deepfake. Presiden Jokowi tidak memakai bahasa Mandarin dikala pidato tersebut, sehingga ini merupakan wujud disinformasi," ucap Kominfo. KORANTALK

Kominfo menegaskan warga hati- hati bila memperoleh data yang rawan dimanipulasi. Kominfo menegaskan warga buat senantiasa merujuk ke sumber terpercaya bila memperoleh data.

Lebih lanjut, Kominfo lagi merendahkan serta membagikan label disinformasi terhadap video yang diartikan. KORANTALK

" Kami menghimbau warga buat berjaga- jaga kala memperoleh data yang bisa dimanipulasi serta/ ataupun diselewengkan, serta senantiasa rujuk sumber- sumber terpercaya semacam web Pemerintah serta/ ataupun media yang kredibel," kata Kominfo.

" Departemen Kominfo pula lagi melaksanakan takedown serta membagikan label disinformasi atas konten tersebut," imbuh departemen.


iklan