Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Baliho Ganjar-Mahfud Dicopot Satpol PP Jelang Jokowi Datang, PDIP: Sedih, Gak Ngerti Lagi Lah

POLISI SLOT
1 Nov 2023, 00:42 WIB Last Updated 2023-10-31T17:43:47Z


KORAN TALK
– Baliho Ganjar-Mahfud dicopot Satpol PP jelang Presiden Jokowi datang ke Bali.


Adapun baru-baru ini, sebuah video yang memperlihatkan petugas Satpol PP menurunkan baliho Ganjar-Mahfud viral di media sosial.


Pencopotan baliho Ganjar-Mahfukod tersebut diketahui menjelang kunjungan Presiden Jokowi di Pasar Bulan, Kabupaten Gianyar, Bali.


Melalui video yang tersebar terlihat juga aparat TNI/Polri yang ikut dalam penurunan baliho itu.


Sejumlah narasi yang muncul menyebutkan penurunan baliho itu terkait kehadiran Presiden Jokowi di Bali.


Terkait hal tersebut Kepala Satpol PP Bali Nyoman Rai Dharmadi membenarkan pencopotan atribut parpol termasuk baliho Ganjar-Mahfud itu terkait dengan kunjungan Jokowi di Pasar Bulan, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (31/10/2023). 


Ia mengatakan pencopotan itu atas perintah Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya.


"Sesuai dengan perintah Pak Pj Gubernur, yang pasti, saya diminta untuk mencabuti atribut partai politik di lokasi acara," ucapnya dikutip KORAN TALK, Selasa (31/10/2023).


Ia juga mengatakan penurunan atribut parpol itu diberlakukan terhadap semua atribut parpol di sekitar lokasi kunjungan Jokowi tanpa memandang dari partai atau koalisi mana.


Hal itu dilakukan untuk menunjukkan netralitas.


"Tidak memandang itu bendera PDI-P, Ganjar-Mahfud MD, enggak ada urusannya, enggak ada kaitannya,”


“Untuk membangun suasana netral itu sebenarnya. Mungkin menurut saya karena benar juga sih agar tidak terkesan memihak salah satu," ujar dia. 



Baca Juga : Bupati Pakpak Bharat Franc Tumanggor dan Jajarannya Hadiri Pembukaan Roadshow Bus KPK 2023



PDIP Sedih

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Bali I Gusti Jaya Negara mengaku kecewa dengan tindakan Satpol PP Bali yang menurunkan baliho bergambar Ganjar-Mahfud, di sekitar Balai Desa Batu Bulan, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, pada Selasa (31/10/2023).


"Yang jelas saya hanya bisa sedih saja mendapatkan informasi seperti itu karena setahu saya dari KPU dan Bawaslu tidak ada larangan dan kenapa itu diturunkan," kata saat dihubungi wartawan, Selasa (31/10/2023).


Ia mengatakan Satpol PP Bali seharusnya membuat imbauan atau pemberitahuan sebelum menurunkan baliho tersebut.


"Minimal kalau ada pelarangan itu harapan kita Satpol PP beritahu kepada kita dan kita yang nurunin," kata dia.


Jaya Negara mengatakan pihaknya belum memutuskan untuk mengambil langkah lebih lanjut terkait penurunan baliho pasangan bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden dari PDI-P tersebut.


"Kami belum berani terlalu jauh menyampaikan apakah nanti ada rapat untuk ini, hanya saya sangat sedih dengan dengan situasi itu, setahu saya pak Jokowi itu dulu di Gianyar hampir 96 persen. Apakah ini, saya enggak ngerti lah situasinya," kata dia.


Ia juga mempertanyakan pesan netralitas dari penurunan atribut politik tersebut. Padahal, baliho tersebut terpasang di area publik sesuai dengan aturan berlaku.


Meski begitu, wali kota Denpasar ini tetap meminta kader dan simpatisan PDI-P di Bali untuk tetap menjaga kondusifitas situasi politik dan kedamaian di Pulau Dewata.


"Kita berharap teman-teman PDI-P tetap menjaga kondusifitas. Itu yang utama demi ajeg-nya Bali, harus kita berkoordinasi jangan terpancing dengan persoalan seperti ini. Intinya kenapa kita enggak diajak koordinasi itu aja sih intinya," kata dia.


Kunjungan Jokowi di Bali

Diketahui, Presiden Jokowi diketahui melakukan kunjungan kerja di Bali, Selasa (31/10/2023). 


Pertama, ayah Gibran Rakabuming Raka ini mengunjungi SMKN 3 Sukawati.


Setelah itu, Presiden langsung mendatangi Pasar Bulan.


Melansir KORAN TALK, di sana Jokowi mendatangi pedagang satu persatu, mulai dari jajanan khas Bali, sarana upakara hingga pedagang ikan yang berjualan memakai sepeda.


Namun, Jokowi terpantau tidak berbelanja. 


Meski tidak berbelanja, Jokowi memberikan amplop kepada semua pedagang, dan membagikan kaos dan sembako untuk masyarakat yang hadir di sana. 


Pantauan KORAN TALK, masyarakat terutama ibu-ibu, sudah menanti cukup lama. Mereka pun bersorak gembira ketika bisa berswafoto dengan Jokowi.


Pedagang alat upakara, Ni Nyoman Renten dan Desak Linda adalah beberapa ibu-ibu yang histeris usai berfoto dengan Jokowi.


"Tidak apa tidak berbelanja, yang penting sudah bisa foto sama Pak Jokowi," ujarnya riang gembira.


Nasib kurang beruntung dialami oleh Mbok Lastri, sebab ia tidak bisa berfoto dengan Jokowi. Meski demikian, ia pun mengaku senang lantaran bisa bersalaman dengan Jokowi.


"Kebetulan pas Pak Jokowi datang, jamu saya sudah habis. Jadi cuma dapat bersalaman, senang sih. Tapi sedih juga karena gak dapat fotoan," ujarnya. 


Usai di Pasar Bulan, Presiden Jokowi mendatangi wantilan Desa Batubulan.


Namun di sana ia tak berlama-lama.


Di mana usai memberikan bantuan sembako di depan wantilan, ia langsung pergi.


Mereka yang menerima bantuan sembako adalah masyarakat yang memiliki kartu raskin.


Mereka datang dari berbagai banjar dan desa di kawasan Sukawati. 


I Wayan Rajeg warga Banjar Seseh, Desa Singapadu, Sukawati merupakan satu di antara sejumlah penerima bantuan sembako.


Pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh perak itu berterima kasih pada Presiden Jokowi.


Adapun yang diterimanya, mulai dari beras 10 Kg, minyak, susu dan sebagainya.


Halaman selanjutn


"Tiang hanya bisa ucapkan terima kasih," pungkasnya.

Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                                  (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

                    Dapatkan Informasi Terupdate Pertandingan Bola Setiap Hari Hanya DI Sini

                                       klik Link Ini ╰┈➤ ( https://bit.ly/3roZpyA

                                                  ¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯

iklan