Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Bela Gaza, Houthi Yaman Ancam Serang Kapal-kapal Israel di Laut Merah

1 9 2 8
15 Nov 2023, 12:50 WIB Last Updated 2023-11-15T05:50:16Z


 Jakarta, Korantalk -- Milisi Houthi Yaman mengancam akan melakukan serangan lebih lanjut ke Israel, dengan menargetkan kapal-kapal Israel di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb.


Sejak beberapa pekan terakhir, kelompok milisi yang dibekingi Iran itu bertubi-tubi melancarkan beberapa serangan rudal dan drone terhadap Israel.


Dilansir Al Arabiya, juru bicara Houthi menyebut milisi itu telah meluncurkan sejumlah rudal balistik ke berbagai target di Israel, termasuk target di kota Eilat.


"Serangan dilakukan setelah 24 jam operasi militer lainnya, dengan menggunakan drone terhadap sasaran yang sama," kata jubir Houthi.


Dia juga menegaskan bahwa milisi Houthi tidak akan ragu menargetkan kapal Israel mana pun di Laut Merah atau di tempat lain mana pun, yang dapat dijangkau oleh kelompok tersebut.


"Mata kami terbuka untuk terus memantau dan mencari kapal Israel di Laut Merah, terutama di Bab al-Mandeb, dan dekat perairan regional Yaman," ungkapnya.


Milisi Houthi, yang ikut berperang melawan koalisi pimpinan Arab sejak 2015, muncul sebagai kekuatan militer besar di Semenanjung Arab. Milisi ini mengklaim punya puluhan ribu anggota dan persenjataan besar, berupa rudal balistik dan drone bersenjata.


Houthi menguasai wilayah di Yaman utara dan pesisir Laut Merah.


Serangan dari proksi perlawanan seperti Houthi Yaman dan Hizbullah Lebanon, semakin memperdalam risiko perang antara Israel dan milisi Hamas Palestina menjadi perang Timur Tengah.


Houthi merupakan satu dari beberapa milisi bersenjata di Timur Tengah yang tergabung dalam Front Perlawanan yang diyakini disokong oleh Iran. Selain Houthi, Hamas dan Hizbullah di Lebanon juga masuk dalam front tersebut.


Pertempuran antara pasukan Israel dan milisi Hamas semakin sengit dan telah memasuki perkotaan di Jalur Gaza Palestina.


Per Senin (13/11), korban tewas akibat agresi Israel ke Gaza sejak 7 Oktober lalu telah mencapai 11.240 orang.


Sebanyak 4.630 dari total korban tewas tersebut merupakan anak-anak, dan 3.130 lainnya merupakan perempuan.


iklan