Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Bocah 5 Tahun Tewas Terlilit Benang Layangan, Jari Si Bapak Hampir Putus

Sekilas Info
11 Nov 2023, 16:32 WIB Last Updated 2023-11-11T09:32:38Z



KORANTALK   Tali layangan kembali memakan korban.

Kali ini seseorang anak kecil berumur 5, 5 tahun wajib wafat dunia akibat di sayat tali layangan yang putus.

Seseorang anak wanita bernama Ghaida berumur 5, 5 tahun tewas akibat lehernya terlilit benang layang- layang berlapis cermin( gelasan), dikala dibonceng dengan sepeda motor bersama si bapak Ridwan.

Insiden itu terjalin dekat jam 17. 30 Wib di jalur Komyos Soedarso Putussibau Utara, Kamis( 22/ 06).

Akibat peristiwa tersebut, tidak hanya membuat si bocah tewas, tetapi pula membuat si bapak nyaris putus jarinya.

GS, bocah wanita berumur 5, 5 tahun tewas usai lehernya terjerat tali layangan yang putus Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. KORANTALK 

Korban pernah dilarikan ke rumah sakit buat memperoleh pertolongan kedokteran. Tetapi nyawa bocah malang itu tidak terselamatkan.

Kepala Satuan Reserse serta Kriminal Polres Kapuas Hulu Iptu Joni berkata, insiden yang terjalin dekat Jam 17. 20 Wib berawal dikala korban serta kedua ibu dan bapaknya berkendara menaiki motor buat menaiki jembatan. KORANTALK 

Tetapi dikala menaiki jembatan, suatu tali layangan melintang serta menimpa si bapak saat sebelum melukai korban.

Dekat 20 m di atas jembatan, melintang suatu tali layangan serta lebih dahulu menimpa orang tua kemudian menimpa korban,” kata Joni. KORANTALK 

“ Korban hadapi cedera benang layangan di bagian leher,” tuturnya.

Sehabis terserang tali layangan yang putus, Joni berkata kalau korban pernah dibawa ke Rumah Sakit Universal Wilayah( RSUD) Achmad Dipenegoro Putussibau, Kamis Jam 17. 45 Wib, buat menerima perawatan kedokteran.

Tetapi nyatanya nyawanya tidak tertolong serta setelah itu dinyatakan wafat dunia pada Jam 18. 00 Wib. KORANTALK 

“ Sehabis dicoba visum pada jam 18. 00 Wib, korban sudah dinyakan wafat dunia,” pungkas Joni.

Buat menindaklanjuti permasalahan ini, pihak Polres Kapuas Hulu juga bakal melaksanakan penyelidikan.

Buat dikala ini, belum terdapat yang diresmikan selaku terdakwa sebab masih mencari siapa owner layangan yang talinya putus itu.

" Terdakwa belum diresmikan sebab belum dikenal serta masih dalam sesi penyelidikan,” ungkap Joni.

Lebih lanjut, Joni berkata, grupnya bakal melaksanakan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu buat menggelar cipta keadaan penertiban game layangan.

Perihal tersebut dicoba guna menghindari terbentuknya peristiwa seragam di masa depan.

“ Perihal ini supaya peristiwa seragam tidak terulang kembali,” ucap Joni


iklan