Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

KETIKA Luhut Mengenang Kisah Pahit Saat Dibuang Soeharto Ke Tempat Dimana Pohon Saja Tak Tumbuh

POLISI SLOT
30 Nov 2023, 00:29 WIB Last Updated 2023-11-29T17:29:21Z


KORAN TALK - Momen Menko Luhut Binsar Panjaitan menangis haru saat menghadiri pelantikan menantunya Maruli Simanjuntak menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) terekam dengan jelas. 


Luhut tampak menangis menyaksikan menantunya berhasil meraih jabatan yang strategis di korps TNI. 


Wajahnya memancarkan kesenangan melihat suami dari anaknya berhasil melanjutkan impiannya. 


Pelantikan itu dilaksanakan di Istana Negara, Rabu (29/11/2023). 


Presiden Jokowi telah memilih Maruli Simanjuntak sebagai KSAD menggantikan Jenderal Agus Subiyanto yang naik menjadi Panglima TNI. 


Berdasarkan pengamatan di video yang tersebar, Sesaat Maruli hendak dilantik, Luhut mendekati menantunya tersebut.


Ia sempat memberi hormat kepada Presiden Jokowi dan berbincang sejenak.


Tak lama berselang, Luhut pun menghampiri menantunya. Saat itulah, wajah Luhut langsung berubah.


Ia terharu dan menangis sambil bergantian memeluk menantu dan putri sulungnya, Paulina Panjaitan.


Kehadiran Luhut di acara pelantikan KSAD memang cukup mengejutkan.


Pasalnya, Luhut yang diselama ini dikenal sebagai "menteri segala urusan" harus istirahat total karena sakitnya.


Ia sudah sebulan lebih menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Singapura.


Kehadiran Luhut di acara pelantikan KSAD memang cukup mengejutkan.


Pasalnya, Luhut yang diselama ini dikenal sebagai "menteri segala urusan" harus istirahat total karena sakitnya.


Ia sudah sebulan lebih menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Singapura.


Maruli Simanjuntak mengatakan, Luhut Panjaitan sangat antusias usai mendengar dirinya akan dilantik sebagai KSAD.



Baca Juga : Rafael Alun Nangis Kini Hidup Miskin, Saldo ATM Nol, Anak Jualan di Pinggir Jalan, Istri Nelangsa



Hal itu yang kemudian membuat Luhut memutuskan kembali ke Tanah Air untuk menyaksikan pelantikannya.


"Jadi saya mendapat informasi kemarin sore, saya WA beliau, saya sudah ditunjuk, persiapan hari ini, ya beliau antusias untuk mau hadir," kata Maruli usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta Pusat.


Menurut dia, semasa masih aktif sebagai prajurit TNI, Luhut memang bercita-cita untuk menjadi KSAD.


Namun, Luhut akhirnya pensiun dengan jabatan terakhir sebagai Dankodiklat Angkatan Darat (Dankodiklatad).


"Ya jadi kalau kita dibawa keluarga, Pak Luhut dulu juga punya cita-cita jadi Kasad (KSAD). Cuma ya sekarang cukup mantunya sajalah," imbuhnya.


Maruli menambahkan, Luhut kemungkinan akan kembali ke Singapura pada Kamis (30/11/2023) untuk menjalani proses pemulihan kesehatannya.


Kisah Luhut Ditugaskan Soeharto di Lokasi 'Gersang'


Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan kisahnya saat menjadi Perwira TNI di masa Soeharto.


Di laman Facebook resminya, ia menceritakan pengalaman sebagai perwira TNI. 


Kisah itu dibagikan di facebook @Luhut Binsar Panjaitan pada Selasa 28 November 2023:  


Saya pernah ditugaskan di tempat yang kata orang ‘pohon pun tidak akan tumbuh di situ’. Sebuah ungkapan yang menggambarkan sulitnya karir seorang tentara bertumbuh selama bertugas di sebuah badan bernama Pusat Persenjataan Infantri (Pussenif) di Kota Bandung.


Tahun 1996-1997 saya bertugas sebagai Komandan di situ, setelah sebelumnya sempat menjadi Wakil Komandan. Dan anggapan itu terbukti tidak benar karena karir saya sampai hari ini masih bertumbuh.


Bagaimana bisa? Itulah yang saya sebut sebagai mistery of life. Di mana kita semua punya suratan hidup masing-masing. Mungkin ada kalanya kita merasa ditempatkan pada posisi yang tidak semestinya. Tapi yakinilah bahwa ada blueprint/rancangan Tuhan untuk masa depan kita, sehingga kita tidak perlu risau.


Nikmati hari-harimu dan bekerjalah saja sebaik-baiknya, seperti yang saya lakukan dulu. Selain itu ada satu prinsip yang selalu saya pegang: loyalitas.


Apapun yang terjadi, saya tetap loyal pada atasan, loyal pada kesatuan, dan loyal pada NKRI. Saya tidak pernah mengkhianati teman saya, saya tidak pernah mengkhianati atasan saya, dan saya tidak pernah mengkhianati sumpah saya sebagai tentara di Lembah Tidar yaitu Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.


Demikianlah titipan pesan saya sebagai seorang yang lebih senior kepada 510 orang perwira yang hadir di acara Apel Danrem Dandim Terpusat 2018 pada Senin lalu di Pussenif. Saya senang bisa kembali ke sana, setelah 21 tahun berlalu.


Jejak Karier Militer Luhut

Jenderal (Hor) Purn Luhut Binsar Panjaitan pernah menuliskan kenangannya saat berkarier di militer. Terutama hubungan dengan Jenderal TNI (Purn) Leonardus Benyamin (Benny) Moerdani.


Luhut mengaku pengagum sosok Benny Moerdani. Menurut dia, Benny Moerdani termasuk jenderal tempur TNI terbaik.


Hal itu diungkapkan Luhut lewat akun Facebook-nya, Senin (22/7/2019). Ia juga memposting foto-foto saat nyekar ke makam Benny Moerdani di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Kalibata.


Dalam postingannya, Luhut menyebutkan dirinya sebagai golden boys Benny Moerdani, yang saat itu menjadi perwira tinggi yang disegani di institusi ABRI.


Status Luhut sebagai golden boys Benny bukanlah tanpa konsekuensi. Banyak perwira lain atau seniornya yang menjadi iri atau tidak suka terhadap Luhut.


Pasalnya, Luhut yang kala itu masih perwira menengah sering dipanggil ke ruangan Benny. Bahkan, keduanya kerap terlibat pembicaraan selama berjam-jam.


Roda kehidupan terus berputar. Ketika Benny Moerdani pensiun dari jabatan Panglima ABRI, dan secara perlahan kekuasaannya mulai sirna, karier Luhut di militer pun mandek.


Luhut yang notabene pemimpin pasukan anti-teror pertama di Indonesia yaitu Datasemen 81 (Den-81) Kopassus, tak kunjung mendapat jabatan bergengsi di lingkungan TNI.


Alih-alih menjadi Danjen Kopassus, satuan tempat Luhut lama bertugas, menjadi Pangdam atau level Kepala Staf Kodam (Kasdam) pun tak pernah dirasakan Luhut.


“Tapi saya terima itu dengan besar hati. Tidak jadi Danjen Kopassus, tidak jadi Kasdam atau Pangdam. Bagi saya itu harus bayar sebagai akibat kesetiaan yang tegak lurus. Dan saya bangga mampu menjalankan nilai-nilai yang diturunkan oleh Pak Benny kepada saya,” tulis Luhut dikutip dari laman Facebooknya.


Penelusuran KORAN TALK , jabatan strategis bergengsi yang pernah diemban Luhut adalah Danrem 081/Dhirotsaha Jaya Madiun, Jawa Timur.


Di sinilah Luhut meraih prestasi sebagai komandan korem terbaik di Indonesia (1993—1995)


Namun, selepas itu, karier militer Luhut tak kunjung bersinar. Meski berhasil pecah bintang, Luhut tak lagi menduduki jabatan bergengsi.


Saat Brigjen, Luhut menjabat Wadanpussenif Kodiklatad (1995—1996). Ia kemudian naik pangkat menjadi Mayjen dan menduduki posisi Danpussenif Kodiklatad (1996—1997).


Luhut juga berhasil menyandang bintang tiga atau Letnan Jenderal dan diberi jabatan Dankodiklatad (1997—1998).


Ketika masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur), Luhut mendapat gelar Jenderal Kehormatan bintang empat atau Jenderal (Hor). Ketika itu, Luhut menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia periode 2000-2001.


Luhut Panjaitan bersama pasukannya saat bertempur di Timtim 1975. (facebook/luhut pandjaitan)

Peraih Adhi Makayasa


Luhut masuk Akabri pada tahun 1967. Setelah tiga tahun mengikuti pendidikan, ia meraih Adhi Makayasa atau lulusan terbaik Akabri bagian Darat tahun 1970.


Luhut banyak menghabiskan karier militernya di Kopassus, satuan elite TNI Angkatan Darat.


Ia pun menjadi lulusan terbaik di beberapa pendidikan atau sekolah, antara lain Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (SUSSARCABIF), Kursus Komando, dan Kursus Lintas Udara.


Kala ada kesempatan mengikuti pendidikan sekolah Special Forces ke Amerika Serikat (AS), Luhut juga terpilih.


Ia tak sendirian, tetapi bersama Prabowo Subianto, yang sama-sama bertugas di Kopassus.


Keduanya juga dikirim untuk mengikuti pendidikan antiteror GSG9 di Jerman.


Sepulang dari Jerman, Luhut dan Prabowo diperintahkan membentuk pasukan antiteror di satuan Kopassus yang diberi nama Detasemen 81. Dinamai begitu karena dibentuk tahun 1981. Belakangan namanya berubah jadi Sat-81/Gultor atau Penanggulangan Teror.


Keduanya juga dipercaya menjadi komandan dan wakil komandan pertama Detasemen 81/Gultor Kopassus.


Tidak lama kemudian, Detasemen 81 berhasil dalam operasi pembebasan sandera di Woyla. Ini adalah salah satu peristiwa pembebasan sandera yang paling terkenal di dunia pada saat itu.


Saat ini Sat-81/Gultor kesatuan baret merah Kopassus menjadi salah satu pasukan khusus penanggulangan terorisme terbaik di dunia.


Bukan hanya itu, Luhut juga kenyang dengan pengalaman di medan tempur. Berbagai operasi telah dijalaninya mulai dari Operasi di Papua, Operasi di Aceh dan Operasi Seroja di Timor Timur (Timtim) yang saat ini bernama Timor Leste.


Termasuk operasi khusus pengamanan Presiden Soeharto di KTT ASEAN III di Filipina pada 1987. Ia mendapat perintah langsung dari Jenderal LB Moerdani.


Cerita penugasan dalam operasi khusus pengamanan Presiden Soeharto, pernah diungkapkan Luhut dalam akun medsosnya.


"Suatu hari sebelum saya mendapat penugasan memimpin operasi khusus mengamanan Presiden Soeharto dalam KTT ASEAN di kota Manila, Filipina, Pak Benny yang sudah jadi Panglima ABRI mengatakan dengan dingin.


“Luhut, sejak dua atau tiga tahun lalu, sudah banyak yang antre untuk menggantikan saya, tetapi orang ini (sambil menunjuk foto Pak Harto di dinding) kalau terjadi sesuatu pada dirinya…Republik itu menjadi kacau…!” ujarnya dengan tegas.


“Jadi Luhut, taruhan keselamatan Pak Harto adalah lehermu..!” Sebagai perwira saya cuma menjawab, “Siap! Laksanakan!”

Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                                      (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

                    Dapatkan Informasi Terupdate Pertandingan Bola Setiap Hari Hanya DI Sini

                                        klik Link Ini ╰┈➤ ( https://bit.ly/3roZpyA

                                                       ¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯

iklan