Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Korupsi Rp51 Triliun di Kemenhan Bikin Jokowi Kaget, Diungkap Adik Prabowo, Siapa Pelakunya?

POLISI SLOT
17 Nov 2023, 01:11 WIB Last Updated 2023-11-16T18:11:11Z


KORAN TALK – Dugaan korupsi Rp51 triliun terjadi di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) bikin Presiden Jokowi kaget.


Adapun dugaan korupsi Rp51 triliun di Kemenhan ini diungkap oleh adik dari Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo.


Lantas, siapa pelaku yang korupsi untuk pembelian senjata yang nilainya mencapai Rp51 juta tersebut?


Dikatakan adik Menhan Prabowo Subianto yakni Hashim Djojohadikusumo, dugaan korupsi di Kemenhan sudah melewati level gila.


Ia mengatakan dugaan korupsi yang terjadi di kementerian yang dipimpin kakaknya itu sudah melebihi batas.


Bahkan menurut Hashim ada kontrak pembelian senjata yang nilainya mencapai Rp 51 triliun.


Akan tetapi, setelah diperiksa, rupanya terjadi mark up besar-besaran dalam kontrak tersebut.


Meski begitu, Hashim menegaskan, Prabowo tahan akan godaan.



Baca Juga : Prabowo Akan Perketat Pengawasan Tenaga Kerja Asing di Indonesia



Ia mengatakan, sang kakak selalu menggagalkan dugaan praktik korupsi di Kemenhan.


Hashim mulanya bercerita mengenai momen Prabowo yang baru diangkat menjadi Menteri Pertahanan pada 2019.


Di bulan-bulan pertama Prabowo bekerja, ia mengatakan, sang kakak harus menandatangani kontrak senilai Rp 51 triliun.


Namun, kontrak yang nilainya fantastis itu ternyata terindikasi korupsi mark up.


"Rp 51 triliun di atas meja dia. Dan waktu itu kami sudah dapat laporan, saya dapat laporan, di kontrak ini korupsi mark up-nya gila. Ini lebih gila, ini gila, ini gila, gilanya memang melampaui gila, Pak," ujar Hashim dilansir KORAN TALK, Kamis (16/11/2023).


Menurut Hashim, mark up merupakan salah satu penyakit di Indonesia.


Sebab, di salah satu kasus, angka mark up-nya mencapai 1.250 persen.


Harga 1 senjata dari 800 dollar jadi 10.800 dollar Hashim mengungkapkan, nilai kontrak bisa mencapai Rp 51 triliun karena pengadaan barangnya diduga di-mark up.


Ia mengatakan, harga satuan senjata yang hanya 800 dollar diduga dinaikkan menjadi 10.800 dollar.


"Ada satu senjata harga pabrik 800 dollar satu senjata senapan canggih, yang datang ke mejanya Prabowo harganya 10.800 dollar. Bisa dihitung, harga asli 800, yang datang ke meja Menteri Pertahanan 10.800 dollar, mark up-nya saya hitung," kata Hashim.


"Dan waktu saya lapor ke kakak saya, dia tidak mau percaya. Karena dia sudah bicara bocoran-bocoran berapa tahun, dia dikritik sebagai 'Prabocor' karena orang enggak mau percaya,”


“Tapi yang diduga orang lebih jelek lagi. Ada orang yang lebih rakus lagi dari orang rakus," ujarnya lagi.


Oleh karena itu, Hashim menilai kerakusan di Indonesia sudah melampaui batas.


Ia lantas mengingatkan bahwa uang yang mau dirampok oleh para oknum itu merupakan uang rakyat.


"Ibu-ibu yang ada di sini kalau ke salon harus bayar pajak 11 persen di dalam tagihannya kan ada 11 persen, betul enggak? Itu uang itu yang dicuri, bagi orang yang bayar pajak penghasilan, ada orang yang bayar 30 persen, 35 persen itu yang dicuri," katanya.


Hashim kemudian mengaku bangga dengan Prabowo yang akhirnya membatalkan kontrak terindikasi mark up tersebut.


Kontrak senilai Rp 51 triliun yang ada di meja Prabowo pun akhirnya batal.


Hashim mengatakan, Prabowo tidak merestui korupsi.


"Prabowo menolak godaan, saya bersaksi, saya saksi. Dia selamatkan uang kalian, your money, itu uang kalian. Dia selamatkan ya Rp 15-20 triliun dari tangan-tangan koruptor," ujar Hashim.


Mengetahui hal ini, ternyata Presiden Jokowi mengaku kaget.


Disampaikan Hashim, Presiden Jokowi kaget ketika mendapat laporan dari Prabowo perihal temuan dugaan korupsi di Kemenhan.


Jokowi pun disebut memerintahkan Prabowo untuk memberantas dugaan korupsi yang terjadi di Kemenhan tersebut.


"Waktu Pak Prabowo lapor ke Pak Jokowi mengenai korupsi di Kementerian Pertahanan, lalu Pak Jokowi kaget. Dan Pak Jokowi bilang, 'Lanjutkan berantas korupsi di Kemenhan, terus, dan saya dukung'," katanya.


Hashim menjelaskan bahwa dukungan Jokowi kepada Prabowo itu berlanjut sampai sekarang.


Menurut Hashim, Prabowo juga semakin kagum dan semakin bangga dengan Jokowi.


"Karena Pak Jokowi tidak cawe-cawe, tidak ikut intervensi dalam memilih dan menentukan proyek-proyek," ujar Hashim.


Kemudian, Hashim membeberkan Prabowo sudah menandatangani kontrak senjata senilai 34 miliar dollar AS selama menjabat Menteri Pertahanan.


Namun, Jokowi disebut tidak pernah sekali pun mengintervensi keputusan Prabowo tersebut.


"Itu luar biasa. Presiden kita luar biasa, tidak ikut-ikut intervensi," pungkasnya.


Hashim: Kalau Jahat, Minta 5 Persen Saja Sudah Rp 2,5 T


Disisi lain, Hashim juga mengatakan, jika Prabowo jahat, bisa saja meminta jatah satu persen atau lima persen dari kontrak tersebut.


Menurutnya, jika mendapat jatah satu persen saja, maka Prabowo bisa mengantongi Rp 510 miliar.


Kalau meminta lima persen, maka bisa mendapat Rp 2,5 triliun.


"Maaf, kalau dia jahat, kalau Prabowo jahat, dia minta saja satu persen dari rekanan. Satu persen dari Rp 51 triliun berapa? Rp 510 miliar, bisa paham kan? Kalau dia minta lima persen saja, Rp 2,5 triliun, bukan? Enggak usah gila-gila lah, enggak usah 50 persen, 100 persen, lima persen saja," pungkasnya.


Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                                  (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

                Dapatkan Informasi Terupdate Pertandingan Bola Setiap Hari Hanya DI Sini

                                       klik Link Ini ╰┈➤ ( https://bit.ly/3roZpyA

                                                   ¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯

iklan