Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Ruang Anggota BPK Pius Disegel KPK Terpaut Permasalahan Korupsi Pj Bupati Sorong

Call me Einstein
14 Nov 2023, 14:48 WIB Last Updated 2023-11-14T07:48:09Z

 Jakarta-Korantalk.info KPK menyegel ruang kerja Anggota VI Tubuh Pemeriksa Keuangan( BPK) Pius Lustrilanang. Pimpinan KPK Firli Bahuri berkata penyegelan itu berkaitan dengan pembedahan tangkap tangan( OTT) yang berujung Pj Bupati Sorong Yan Piet Mosso jadi terdakwa.



" Itu betul dicoba. Kami telah cek kemarin. Itu dalam rangka melindungi status quo biar ruangan tersebut senantiasa steril," kata Firli di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa( 14/ 11/ 2023).


BACA JUGA : Pochettino Minta Maaf Usai Marah-marah di Chelsea vs Man City


Firli berkata ruang kerja Pius masih disegel hari ini. KPK belum memerinci apa kaitan Pius sehingga ruang kerjanya disegel dalam permasalahan dugaan korupsi dengan terdakwa Pj Bupati Sorong.


" Aku yakinkan penyegelan ruangan tersebut terpaut dugaan tindak pidana korupsi penerimaan ataupun janji yang dicoba oknum BPK yang telah dicoba penangkapan serta penahanan hari ini," katanya.


Selaku data, Pius berprofesi selaku Anggota VI BPK. Selaku Anggota VI BPK, Pius mempunyai tugas serta wewenang melakukan pengecekan pengelolaan serta tanggung jawab keuangan beberapa lembaga pemerintah, tercantum pemerintah wilayah pada daerah II( Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku serta Papua).


3 Pegawai BPK Diprediksi Penerima Suap Pj Bupati Soro g


KPK menetapkan Pj Bupati Sorong Yan Piet Mosso( YPM) selaku terdakwa permasalahan dugaan suap terhadap pemeriksa Tubuh Pemeriksa Keuangan( BPK) Papua Barat. KPK menyebut suap tersebut terdiri atas duit Rp 960 juta serta satu jam Rolex.


Firli berkata suap itu diprediksi diberikan oleh Yan Piet supaya penemuan regu pemeriksa dari BPK Papua Barat jadi tidak terdapat. Firli berkata duit itu diberikan secara bertahap di posisi yang berbeda- beda.


" Ada pula rangkaian komunikasi tersebut di antara lain pemberian beberapa duit supaya penemuan dari Regu Pemeriksa BPK jadi tidak terdapat," ucap Firli dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta Selatan.


Ia berkata Yan Piet diprediksi membagikan suap berbentuk duit Rp 960 juta serta satu unit jam Rolex. Firli belum menarangkan perinci kapan duit serta jam itu diberikan.


" Selaku fakta permulaan dini, duit yang diserahkan YPM( Yan Piet Mosso) lewat ES( Kepala BPKAD Kabupaten Sorong Efer Segidifat) serta MS( Staf BPKAD Kabupaten Sorong Maniel Syatfle) pada PLS, AH serta DP beberapa dekat Rp 940 juta serta satu buah jam tangan merk Rolex," ucap Firli.


" Sebaliknya penerimaan PLS( Patrice Lumumba Sihombing) bersama- sama dengan AH( Abu Hanifa) serta DP( David Patasaung) yang pula selaku fakta permulaan dini beberapa dekat Rp 1, 8 miliyar," sambungnya.


BACA JUGA : Gibran Tantang Megawati Buktikan Jika Ada Kecurangan di Pemilu 2024: Dilaporkan Saja


Total, terdapat 6 orang yang diresmikan oleh KPK selaku terdakwa. Berikut daftarnya:


Terdakwa pemberi suap:


1. Pj Bupati Sorong Yan Piet Mosso


2. Kepala BPKAD Kabupaten Sorong Efer Segidifat


3. Staf BPKAD Kabupaten Sorong Maniel Syatfle


Terdakwa penerima:


1. Kepala Perwakilan BPK Papua Barat Patrice Lumumba Sihombing


2. Kasubaud BPK Papua Barat Abu Hanifa


3. Pimpinan Regu Pemeriksa David Patasaung. 


Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                                      (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)


iklan