Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Tampang Pensiunan Polisi di Badung yang Peras Masyarakat Rp 5 Miliar

Call me Einstein
28 Nov 2023, 20:26 WIB Last Updated 2023-11-28T13:26:37Z

 Badung-Korantalk.info Wajah Ketut Asa( 63) nampak muram tertutup masker dikala didatangkan di hadapan awak media di Polres Badung. Walaupun telah uzur dengan rambut yang mulai menurun di dahi, pensiunan polisi itu malah berbuat kriminal. Walhasil, dia wajib menerima realitas menggunakan kaus oranye khas seragam tahanan.



Asa merupakan pelakon pemerasan 2 masyarakat di Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.


BACA JUGA : DUO GIANNIS DAN LILLARD TUMBANGKAN TRAIL BLAZZER


Asa memilah bungkam dengan keadaan tangan diikat borgol ties dari dini permasalahannya dirilis Kasat Reskrim AKP I Gusti Nyoman Jaya Widura serta Kasi Humas Iptu I Ketut Sudana.


Jaya menjelasakan 2 masyarakat menemukan teror amplop yang berisi pesan serta peluru kaliber aktif. Polisi langsung memburu Ketut Asa kemudian menggeledah rumahnya. Di situ polisi menciptakan 25 peluru.


" Peluru ini didapat kala pelakon masih dinas di Sumba Barat( NTT)," ucap Jaya di Polres Badung, Selasa( 28/ 11/ 2023).


Tidak hanya mengecam hendak menghabisi korban, Asa pula mengecam hendak menyiramkan air keras bila duit yang dimohon tidak diserahkan. Ia berikan tenggat waktu korban 2 hingga 3 minggu sehabis menerima pesan teror.


" Kami amankan pelakon di rumahnya di Desa Penarungan. Antara korban serta pelakon ini tahu. Motif teror serta pemerasan ini sakit hati sebab pelakon pernah memohon tolong supaya diberi pekerjaan. Tetapi hingga saat ini belum terdapat( diberikan)," jelas Jaya.


Diberitakan lebih dahulu, Ketut Asa melontarkan pesan teror berisi peluru aktif ke 2 posisi korban. Tiap- tiap posisi di rumah Bendesa Adat Desa Penarungan bernama samaran MW serta toko bangunan kepunyaan masyarakat, KDM, pada Jumat( 24/ 11/ 2023).


Warnanya teror serta pemerasan itu cuma akal- akalan buat dapat menemukan duit dari korban. Apalagi dari hasil interogasi, polisi berani menegaskan kalau pelakon terencana mencatut nama kelompok Kapak Merah pada pesan teror itu. Tujuannya supaya korban tertekan.


Melalui pesan itu, pelakon memeras korban sampai Rp 5 miliyar buat alibi aktivitas anggaran kelompok geng sampai buat aktivitas panti asuhan. Walaupun begitu, Jaya Widura membantah pelakon terafiliasi ataupun tergabung dalam kelompok tertentu.


" Memanglah di pesan itu tertulis semacam yang diartikan, nama kelompok( Kapak Merah). Itu hanya inisiatif pelakon sendiri mencantumkan nama kelompok itu buat menakut- nakuti korban saja," beber Jaya.


BACA JUGA : Lapor Pak Bobby! Warga Medan Polonia Ngeluh Jalan Rusak 27 Tahun Dibiarkan


" Seluruh perihal yang tertuang di pesan itu kami yakinkan tidak benar. Timbulnya entitas( menyangkut nama geng) ataupun alibi yang disebutkan pelakon di pesan itu( cuma sebatas) terpikirkan. Imajinasi saja buat menakuti korban," tandas Jaya. 


Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                                      (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

iklan