Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Tangis Istri Subhan di Pemakaman, Suami Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Kolonel Jadi Jenderal

POLISI SLOT
19 Nov 2023, 00:06 WIB Last Updated 2023-11-18T17:06:46Z


KORAN TALK - Tangis dua anak dan istri Subhan di pemakaman, suami dapat kenaikan pangkat luar biasa dari Kolonel jadi Jenderal.


Diketahui, upacara pemakaman militer terhadap 4 jenazah perwira TNI AU yang gugur dalam insiden dua pesawat jatuh di Pasuruan, Jawa Timur, telah berlangsung hari ini, Jumat (17/11/2023). Keempat perwira terbaik TNI AU tersebut adalah Letkol Pnb Sandhra Gunawan, Kolonel Adm Widiono, Mayor Pnb Yuda A. Seta, dan Kolonel Pnb Subhan.


Keempat perwira menengah TNI AU yang gugur terebut dimakamkan di dua tempat yang berbeda. Pertama digelar pemakaman upacara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati, Malang, Jawa Timur. Kemudian, kedua digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Madiun, Jawa Timur.


Jenazah Letkol Pnb Sandra Gunawan, Kolonel Adm Widiono, dan Kolonel Pnb Subhan  dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati, Malang, Jawa Timur.


Sementara, Mayor Pnb Yuda Anggara Seta dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Madiun, Jawa Timur.



Baca Juga : INI KECERDASAN Briptu Renita Rismayanti hingga Dianugerahi Penghargaan Polwan Terbaik 2023 oleh PBB



Mendapat kenaikan pangkat luar biasa

Keempat prajurit TNI AU ini mendapat kenaikan pangkat kehormatan (anumerta) satu tingkat lebih tinggi. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI R. Agung Sasongkojati. "Namanya Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dan telah disetujui. Sehingga, keempatnya dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi," ujarnya, Jumat (17/11/2023).


Dengan adanya KPLB tersebut, maka Kolonel Adm Widiono Hadiwijaya dan Kolonel Pnb Subhan berpangkat menjadi Marsekal Pertama (Marsma) TNI Anumerta atau Jenderal bintang satu.


Sedangkan Letkol Pnb Sandhra Gunawan berpangkat menjadi Kolonel Pnb Anumerta. Kemudian, Mayor Pnb Yuda A. Seta berpangkat menjadi Letnan Kolonel (Letkol) Pnb Anumerta.


"KPLB ini merupakan penghargaan dari negara atas jasa-jasa mereka," tambahnya.


Marsekal Pertama TNI R. Agung Sasongkojati juga menambahkan, bahwa keempat jenazah dimakamkan di dua lokasi berbeda. Tiga jenazah yang dimakamkan di TMP Suropati Malang adalah Marsma TNI Anumerta Adm Widiono Hadiwijaya, Marsma TNI Anumerta Pnb Subhan, dan Kolonel Pnb Anumerta Sandhra Gunawan.


Sedangkan Letkol Pnb Anumerta Yuda A. Seta dimakamkan di TMP Madiun. "Ada pesawat Hercules telah disiapkan untuk membawa jenazah Letkol Pnb Anumerta Yuda Seta ke Madiun, atas permintaan keluarga. Sedangkan tiga jenazah lainnya yang dimakamkan di Malang, juga sesuai dengan permintaan keluarga," pungkasnya.


Sementara itu, keempat jenazah telah dilepas dalam upacara yang digelar di Hanggar Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh.


Upacara dipimpin langsung oleh Wakasau, Marsdya TNI Agustinus Gustaf Brugman.


Marsma Anumerta Subhan Komandan Pengantar Bantuan RI untuk Warga Palestina

Marsekal Pertama (Marsma) Anumerta Subhan ternyata terlibat dalam mengantar bantuan warga Palestina. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Agung Sasongko Jati mengatakan, Subhan baru saja melaksanakan tugas mengirim bantuan kemanusian untuk warga Palestina di Gaza melalui Sinai, Mesir.


"Seminggu dua minggu yang lalu, kami melaksanakan pengiriman bantuan ke Palestina lewat Sinai, Mesir dan kebetulan pimpinan rombongannya adalah Marsekal Pertama TNI Anumerta Subhan sebagai Danwing di Malang ini," ungkapnya.


Agung mengatakan, secara pribadi mengenal sosok almarhum Subhan sebagai sosok yang cerdas. Agung mengaku pernah menjadi guru Subhan ketika berada di institusi pendidikan.


Menurut Agung, Subhan adalah calon pemimpin masa depan di TNI-AU. "Saya mengenal dengan baik. Kami sempat di institusi pendidikan dan beliau adalah siswa saya. Siswa yang cemerlang, sangat pintar dan memang calon pimpinan di masa depan," ujar Agung.


Subhan menjadi satu dari 4 korban tewas dalam kecelakaan pesawat Super Tucano milik TNI AU di Pasuruan dan merupakan Komandan Wing Udara 2 Lanud Abdulrachman Saleh.


Saat kejadian, Subhan berada di pesawat Super Tucano bernomor ekor TT-3103 dan ia duduk di kursi belakang pesawat.


Sementara tangis harus mewarnai pelaksanaan pemakaman tiga perwira TNI AU di Taman Makam Pahlawan Untung Suropati.


Terlihat keluarga korban yang berjalan di belakang peti mati sejak pintu masuk makam terlihat terpukul dengan kepergian orang yang merea cintai.


Salah satu di antara mereka memeluk topi dinas selama mendampingi almarhum sampai ke liang lahat.


Di belakang, sejumlah anggota keluarga yang lain mencoba untuk menenangkan dan menguatkan.


Lantunan kalimat tauhid terucap dari para personil yang mengangkat peti mati. Hingga akhirnya proses pemakaman berakhir, anggota keluarga utama menaburkan bunga.


Mereka menangis di sedih atas duka yang terjadi. Petugas pemakaman membacakan sekilas profil para perwira yang gugur.


Pertama, Marsekal Pertama TNI Anumerta Subhan lahir Pamekasan, Madura, 8 Oktober 1975.


Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.


Marsma Anumerta Subhan terkahir menjabat Komandan Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh. Subhan lulusan AAU 1998.

Sebelumnya  Subhan pernah menjabat Pamen Sopsau.


Setelah menyelesaikan Pendidikan Sesko TNI, Subhan jadi penerbang pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 32 Wing 2 Lanud Abd Saleh.


Ia juga pernah menjabat sebagai Kadisops Lanud Abdulrachman Saleh.

Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                                      (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

                    Dapatkan Informasi Terupdate Pertandingan Bola Setiap Hari Hanya DI Sini

                                        klik Link Ini ╰┈➤ ( https://bit.ly/3roZpyA

                                                        ¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯

iklan