Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Amsterdam Rilis Aturan Baru Demi Cegah Overtourism di 2024

1 9 2 8
9 Des 2023, 14:09 WIB Last Updated 2023-12-09T07:09:52Z


 Jakarta, Korantalk -- Ibu kota Belanda, Amsterdam, telah merilis sejumlah peraturan baru dengan tujuan untuk mencegah overtourism atau turisme berlebih pada 2024.


Menurut siaran pers dari pemerintah setempat, terdapat sejumlah strategi baru yang disebut 'perbarui pandangan Anda', dengan tujuan untuk mendorong wisatawan melihat Amsterdam dari sudut pandang penduduk setempat. Tujuan lainnya termasuk menargetkan pengurangan jumlah wisatawan yang mencari sensasi dan hiburan vulgar di sana.


Pasalnya, kota Amsterdam telah dibayangi oleh reputasinya sebagai 'kota pesta'.


Reputasi itu sulit untuk dipatahkan meskipun muncul kampanye 'stay away' yang diluncurkan sebagai upaya untuk mencegah wisatawan yang gaduh agar tak membuat kekacauan di pusat kota itu.


Oleh karena itu, sekarang ibu kota Belanda ini beralih untuk fokus pada peningkatan kualitas hidup penduduknya.


Dilansir dari Korantalk, sejumlah peraturan baru untuk tinggal di Amsterdam mulai berlaku pada 1 Januari 2024. Sosialisasi mengenai aturan ini akan berlangsung selama satu tahun hingga awal 2025.


Peraturan baru pertama adalah terkait perumahan yang bertujuan untuk meningkatkan pasokan perumahan bagi pelajar, guru, dan calon polisi.


Kaum muda yang telah tinggal di Amsterdam selama enam dari 10 tahun terakhir akan mendapatkan prioritas utama untuk mendapatkan tempat tinggal.


Langkah pertama yang akan dilakukan oleh pihak berwenang adalah dengan membatasi jumlah persewaan liburan pribadi dan membatasi jumlah akomodasi (bed and breakfast/B&B) yang diizinkan di setiap distrik kota.


Jumlah maksimum akomodasi wisatawan telah dikurangi hingga 30 persen, yang berarti tidak ada lagi akomodasi yang dapat dibuka di pusat kota untuk masa mendatang.


Pemerintah setempat juga menindak tegas tempat-tempat yang berfokus pada turis. Dewan Negara Belanda pekan lalu memutuskan bahwa kota ini tidak lagi diizinkan untuk mengeluarkan izin untuk toko-toko suvenir di pusat kota.


Sebagai gantinya, bisa menciptakan ruang untuk toko buku, salon, dan pusat kebugaran.


iklan