Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

FAKTA Baru Herdis Mahasiswa Tasikmalaya Bunuh Pacar Gegara Curhat Telat Haid, Rupanya Hamil 3 Bulan

POLISI SLOT
6 Des 2023, 01:34 WIB Last Updated 2023-12-05T18:34:55Z


KORAN TALK – Inilah fakta baru Herdis Permana (20) mahasiswa di Tasikmalaya bunuh pacarnya gegara curhat telat haid.


Seperti diketahui, kasus mahasiswa Tasikmalaya yakni Herdis Permana bunuh pacarnya Wiwin Wintarsih (19) karena diberitahu sudah telat haid jadi sorotan publik.


Terkini, hasil otopsi Wiwin Wintarsih, wanita yang dibunuh pacarnya yakni Herdis Permana menguak fakta baru.


Adapun ternyata, Wiwin Wintarsih sedang hamil 3 bulan saat dibunuh oleh Herdis.


Untuk diketahui, Herdis dan WW adalah mahasiswa di salah satu kampus Tasikmalaya.


Jasad WW ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di semak belukar kebun durian di Kampung Sedaleuwih, Desa Puteran, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya pada Rabu (29/11/2023) sore.


Polisi pun berhasil menangkap Herdis di rumahnya pada Kamis (30/11/2023).


Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Tasikmalaya Kota, AKP Fetrizal mengatakan dari hasil otopsi diketahui bahwa WW tengah hamil muda saat dibunuh oleh Herdis.


“Pada tubuh korban terdapat janin baru berusia sekitar dua sampai tiga bulan,” jelas Fetrizal dikutip KORAN TALK, Selasa (5/12/2023).


Selain itu ia menyebut bawa WW meninggal akibat tusukan beda tajam di bagian leher.


“Ya, sesuai dengan pengakuan tersangka, ada penusukan tiga kali di bagian leher dan terkena pembuluh darah," lengkap Fetrizal.


Ia juga mengungkapkan bahwa hasil otopsi menunjukkan adanya luka di bagian kepala serta bagian rusuk akibat benda tumpul.


“Pada tangan korban juga terdapat luka akibat tarikan dari tersangka saat melakukan aksinya,” pungkas dia.


Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP SY Zainal Abidin mengungkap kronologi pembunuhan tersebut.


Ia mengatakan pada Senin (13/11/2023), WW menyampaikan kepada kekasihnya bahwa ia sudah dua bulan tak datang bulan.


Mereka kemudian sepakat untuk bertemu di kampus tempat Herdis kuliah di wilayah Tasikmalaya pada Rabu (29/11/2023).


Lalu Herdis dan WW pergi menggunakan motor milik WW ke wilayah yang sepi yakni di Kampung Sedaleuwih yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP).


“Sesampainya di TKP, tersangka dan korban WW sempat cekcok, lantaran sebelumnya korban diketahui terlambat datang bulan atau haid (korban diduga tengah hamil),” papar Zainal pada Kamis (30/11/2023).


Kepada polisi, pelaku menduga kekasihnya hamil karena telat datang bulan.


Dan diduga mereka sepakat untuk melakukan aborsi.


Namun saat di TKP, pelaku tak mendapatkan bukti dan pengakuan dari korban jika telah melakukan aborsi.


Hal tersebut membuat pelaku emosi dan ia pun memukul punggung atas korban sebanyak dua kali dengan tangan kosong.


“Tidak berhenti sampai di situ, maka kemudian tersangka HP ini menarik tangan korban WW,” lanjut Zainal.


Karena tanah di TKP cenderung miring, korban pun jatuh dan tersungkur.


“Melihat kondisi korban demikian, tersangka mengeluarkan sebuah balok kayu yang sudah dipersiapkan tersangka di dalam tasnya,” terang Zainal.


Lalu ia memukul pundak dan kepala korban menggunakan kayu tersebut sebanyak lima kali hingga gagang pemukul kayu parah.


Saat itu korban masih hidup, walau kondisinya cukup lemah.


“Tersangka kemudian mengeluarkan kembali sebilah pisau jenis kerambit dari dalam tasnya, kemudian menusukan pisau tersebut ke bagian rusuk korban,” tutur Zainal.


Tak hanya itu. Pelaku juga melukai leher korban menggunakan senjata tajam sebanyak tiga kali.


Setelah itu, pelaku mendorong tubuh korban yang sudah tak bernyawa ke semak-semak yang tanahnya lebih rendah dibandingkan TKP awal.


Pelaku kemudian membuang pisau di sekitar TKP dan meninggalkan korban dalam posisi tertelungkup di antara semak belukar kebun durian.


Lalu ia pergi ke kampus untuk kuliah sebelum akhirnya pulang kuliah.


Sementara keesokan harinya jenazah korban ditemukan oleh warga dalam kondisi bersimbah darah.


ALASAN Herdis Permana Mahasiswa di Tasikmalaya Bunuh Pacarnya

Herdis Permana (20), mahasiswa salah satu kampus di Tasikmalaya, Jawa Barat, mengaku seorang pria tak bertanggung jawab. Hal itu setelah dirinya membunuh sang pacar, Wiwin Wintarsih (19) karena telat datang bulan. Pelaku Herdis Permana (20) dihadiahi timah panas oleh kepolisian di dua kakinya. 


Herdis mengakui dirinya sebagai lelaki yang tak bertanggung jawab. Ia khilaf telah membunuh Wiwin, kekasihnya.


"Saat itu saya mentok. Udah upaya mau digugurin, tapi hasilnya enggak sesuai. Saya seorang laki-laki yang tak tanggung jawab," ujar Herdis di Mapolresta Tasikmalaya.


Bagaimana sebenarnya hubungan Herdis Permana dengan almarhumah Wiwin Wintarsih?


Kasus tersebut pun menjadi perhatian netizen. Mereka langsung mencari tahu instagram pelaku dan korban hingga akhirnya berhasil ditemukan.


Pada penelusuran akun instagram Wiwin diketahui yang bersangkutan sangat cinta dengan pelaku.


Bahkan bisa disimpulkan Wiwin bucin dengan Herdis. Postingan di bulan Juli lalu salah satu buktinya


Sepertinya Wiwin merayakan hari jadi hubungannya dengan Herdis. "Happy anniversary. Meski kadang menjengkelkan, tak ada yang lebih baik kecuali dirimu yang bisa membuatku bahagia. Terima kasih telah mencintaiku apa adanya dan mengerti diriku sepenuhnya," tulis Wiwin.


Sebaliknya, Herdis sama sekali tak pernah mengunggah apapun berkait kehidupan asmaranya.


Padahal menurut pengakuan Herdis, dirinya dan Wiwin sudah 4 tahun pacaran. 


"Berapa lama kenal, sudah 4 tahun pacaran," ujar pelaku saat konferensi pers di Polres Tasikmalaya, Kamis (30/11/2023).


Usai peristiwa itu viral, Herdis dibully habis-habisan oleh netizen. Itu karena perbuatannya yang sudah tak manusiawi.


Di satu sisi Herdis merupakan mahasiswa fakultas dakwah dengan program studi ilmu tasawuf salah satu kampus di Tasikmalaya.


Mereka tak menyangka bahwa Herdis yang mestinya punya pengetahuan agama, bisa tega melakukan perbuatan tersebut.



Baca Juga : SOSOK Zhafirah Wanita Minta Tolong Usai Jadi Korban Erupsi Gunung Marapi, Begini Kondisinya Kini



Wiwin Bucin Pada Herdis

Beginilah kebucinan Wiwin Wintarsih (19) sebelum tewas dibunuh kekasihnya Herdis Permana (20) mahasiswa Tasikmalaya.


Adapun bucinnya wanita bernama Wiwin Wintarsih dengan Herdis Permana ditunjukkannya melalui media sosialnya.


Namun siapa sangka, nyawa Wiwin Wintarsih wanita muda nan cantik itu harus berakhir di tangan kekasihnya sendiri Herdis Permana gara-gara curhat telat haid.


Melalui penelusuran akun instagram Wiwin diketahui yang bersangkutan sangat cinta dengan pelaku.


Bahkan bisa disimpulkan Wiwin bucin dengan Herdis.


Postingan di bulan Juli lalu salah satu buktinya.


Sepertinya Wiwin merayakan hari jadi hubungannya dengan Herdis.


"Happy anniversary. Meski kadang menjengkelkan, tak ada yang lebih baik kecuali dirimu yang bisa membuatku bahagia. Terima kasih telah mencintaiku apa adanya dan mengerti diriku sepenuhnya," tulis Wiwin.


Sebaliknya, Herdis sama sekali tak pernah mengunggah apapun berkait kehidupan asmaranya.


Padahal menurut pengakuan Herdis, dirinya dan Wiwin sudah 4 tahun pacaran. 


"Berapa lama kenal, sudah 4 tahun pacaran," ujar pelaku saat konferensi pers di Polres Tasikmalaya, Kamis (30/11/2023).


Usai peristiwa itu viral, Herdis dibully habis-habisan oleh netizen.


Itu karena perbuatannya yang sudah tak manusiawi.


Di satu sisi Herdis merupakan mahasiswa fakultas dakwah dengan program studi ilmu tasawuf salah satu kampus di Tasikmalaya.


Mereka tak menyangka bahwa Herdis yang mestinya punya pengetahuan agama, bisa tega melakukan perbuatan tersebut.

Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                                      (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

                   Dapatkan Informasi Terupdate Pertandingan Bola Setiap Hari Hanya DI Sini

                                            klik Link Ini ╰┈➤ ( https://bit.ly/3roZpyA

                                                       ¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯

iklan