Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

MALAM-Malam Rumah Dinas Bupati Deli Serdang Digeruduk Kontraktor, Pemkab tak Sanggup Bayar Proyek

POLISI SLOT
31 Des 2023, 00:10 WIB Last Updated 2023-12-30T17:10:50Z


KORAN TALK- Pemkab Deli Serdang tak sanggup untuk membayar ratusan proyek yang sudah selesai dikerjakan oleh pihak kontraktor.


Hal ini dampak dari rendahnya realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2023.


Efeknya sejumlah kontraktor datang menggeruduk rumah dinas Bupati Deli Serdang, M Ali Yusuf Siregar yang berada di komplek perkantoran Bupati Jumat, (29/12/2023) malam.


Dari video yang beredar di media sosial, kontraktor pun sempat memuji-muji Bupati M Ali Yusuf Siregar.


Namun demikian saat itu disampaikan agar proyek yang telah mereka kerjakan bisa dibayarkan secepatnya.


Dari informasi yang dihimpun proyek yang belum mampu dibayarkan itu salah satunya dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).


"Hidup Bupati, Hidup Bupati, Hidup Pak Yusuf. Tolong pikirkan kami pak. Pekerjaan kami sampai malam ini tidak dibayarkan pak," teriak Saprin salah satu kontraktor.


Kadis Perkim Deli Serdang, Heriansyah Siregar yang dikonfirmasi mengakui banyak proyek yang belum bisa dibayarkan pada tahun ini.


Ia menaksir angkanya sekitar 50 miliar.



Baca Juga : VIRAL Video Tugas UTS Bella, Pramugari yang Diduga Selingkuh dengan Pilot, Akunnya Diserang Netizen



Proyek tersebut beragam jenis pekerjaan yang statusnya Penunjukan Langsung (PL).


"Ya banyak memang sekitar 50 M. PL semua itu, tempat kami nggak ada tender. Ya cemana belum ada uang. Soal tadi malam (rumah dinas Bupati digruduk) ada dengar juga. Makanya ini saya dipanggil juga pagi ini sama Pak Bupati," ujar Heriansyah Siregar Sabtu, (30/12/2023).


Heriansyah menyebut sepengetahuannya bukan hanya kontraktor di dinasnya saja yang belum bisa dibayar namun juga dinas lain.


Sementara itu Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA), Baginda Thomas Harahap mengakui soal penggerudukan kontraktor di rumah dinas Bupati ini.


Ia mengaku pada malam itu sempat dapat informasi sehingga kemudian langsung datang ke rumah dinas.


"Aku tadi malam pun di situ. Ada yang kasih tau informasi keluar aku. Akupun nggak mau juga ribut-ribut. Kita cari win-win solution lah," kata Thomas.


Thomas menyebut tak sanggupnya Pemkab membayar pekerjaan proyek ini bukan baru kali ini saja terjadi. Tahun lalu hal yang sama pun terjadi meskipun tidak sampai menggeruduk ke rumah dinas Bupati kontraktornya.


Dari sisi aturan jika memang tidak ada uang memang diperbolehkan pekerjaan ditunda pembayarannya hingga tahun berikutnya.


"Aku cuma bagi apa yang ada. Segitu ya segitulah ditransfer ke masing masing OPD. Yang ngikat kontrak sama pemborong kan OPD. ?. Kalau ada surat perintah bayar ya bayar intinya gitu kalau aku. Kan gininya itu ceritanya, kitakan proyeksi pendapatan 100 persen, tiba-tiba nggak dapat dan tidak tercapai. Dengan penerimaan kita yang segitu (rendah) pastilah ada yang nggak dibayar. Di peraturan itu boleh. Karena PAD tidak mencukupi. Tugasku kalau ada duit aku bagi kalau gak ada apa yang mau dibagi,"kata Thomas.

Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                                  (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

                Dapatkan Informasi Terupdate Pertandingan Bola Setiap Hari Hanya DI Sini

                                klik Link Ini ╰┈➤ ( https://bit.ly/3roZpyA )

                                                 ¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯

iklan