Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

TEROWONGAN HAMAS DI GAZA - Kini Dibanjiri dari Laut Mediterania oleh Militer Israel, Dikecam PBB

POLISI SLOT
15 Des 2023, 23:55 WIB Last Updated 2023-12-15T16:55:37Z


KORAN TALK - Israel telah menyelesaikan perakitan setidaknya lima pompa air laut besar di dekat kamp pengungsi al-Shati di Gaza utara. Pompa tersebut dapat mengambil air dari Laut Mediterania dan mengalirkan ribuan meter kubik per jam ke terongan di Gaza, dikutip dari Middle East Eye dan Wall Street Journal, Jumat (15/12/2023).


Keputusan Israel untuk membanjiri terowongan dengan air dari Laut Mediterania adalah bagian dari strategi yang lebih luas yang digunakan untuk menghancurkan jaringan terowongan yang digunakan pejuang Hamas di Gaza.


Mereka menduga terowongan tersebut digunakan Hamas untuk memindahkan pejuang dan senjata secara diam-diam di wilayah pesisir yang padat penduduknya.


Menurut Wall Street Journal, sistem terowongan ini membentang sepanjang 300 mil (482 kilometer), dan penggunaan pintu antiledakan yang tebal sedang dikaji oleh pihak Israel. Prosesnya diperkirakan akan memakan waktu beberapa minggu untuk diselesaikan.


Pada saat langkah tersebut diumumkan, beberapa pihak mengatakan tindakan tersebut akan menciptakan bencana lingkungan karena mencemari pasokan air bersih di Gaza yang sudah terbatas dan secara signifikan merugikan pertanian lokal.


Menurut para ahli, dampak yang ditimbulkan oleh hal tersebut bisa menjadi pelanggaran hukum kemanusiaan internasional. Apalagi para sandera diyakini masih berada di terowongan. Dilaporkan, sekitar 139 orang masih disandera Hamas saat ini.


Namun, Presiden AS Joe Biden mengatakan pada hari Selasa bahwa dia tidak dapat memastikan apakah masih ada sandera Hamas yang berada dalam sistem terowongan. "Mengenai banjirnya terowongan, ada pernyataan yang dibuat bahwa mereka yakin tidak ada sandera di terowongan mana pun. Tapi saya tidak tahu pastinya,"kata Biden.


"Saya tahu bahwa setiap kematian warga sipil adalah sebuah tragedi, dan Israel telah menyatakan niatnya, seperti yang saya katakan, untuk menyelaraskan niatnya dengan tindakan," sambungnya. 


Menimbulkan dampak buruk

Sementara, Kantor Hak Asasi Manusia PBB pada hari Kamis memperingatkan Israel yang membanjiri terowongan Gaza dengan air laut.


Ia menjelaskan hal tersebut akan menimbulkan dampak yang parah ke depannya. "Banjirnya terowongan-terowongan Israel dengan air asin dapat menimbulkan dampak buruk terhadap hak asasi manusia, bahkan dalam jangka panjang," tulisnya di X, sebelumnya Twitter, dikutip dari Anadolu Agency.


Menurutnya, kelangsungan hidup warga Gaza akan terancam. "Barang-barang yang sangat diperlukan bagi kelangsungan hidup warga sipil juga bisa terancam, begitu juga dengan kerusakan lingkungan yang luas, berjangka panjang, dan parah," tambahnya.


Oleh karena itu, ia juga meminta warga sipil Gaza dilindungi. "Warga sipil harus dilindungi," katanya.



Baca Juga : Kapolres Simalungun Tekankan Disiplin dan Netralitas Jelang Pemilu saat Apel di Polsek Balata



Membanjiri terowongan sudah pernah dilakukan Mesir

Upaya membanjiri infrastruktur bawah tanah, terowongan, milisi pembebasan Palestina, Hamas oleh Tentara Israel, rupanya bukan hal baru dalam upaya menghancurkan pergerakan kelompok tersebut.


Sekitar sepuluh tahun yang lalu, militer Mesir, atas perintah Washington (Amerika Serikat/AS) dan Tel Aviv (Israel), mulai membanjiri terowongan yang menghubungkan Jalur Gaza ke Mesir. Saat itu, Abdel Fattah El-Sisi baru saja menggulingkan Presiden Mesir Mohammed Morsi.


Dia membutuhkan banyak 'modal politik' untuk tetap berkuasa dan mencegah potensi kritik dari AS, betapapun pragmatisnya, atas penggulingan presiden yang terpilih secara demokratis.


"Untuk melakukan hal ini, Sisi perlu menampilkan dirinya di hadapan Washington sebagai sekutu yang dapat diandalkan – dan cara terbaik untuk melakukan hal tersebut adalah dengan menindak warga Palestina dan kelompok perlawanan mereka," tulis ulasan di PC.


Secara cepat, AS mengambil kesempatan dan peluang untuk mendukung segala upaya Israel yang bertujuan untuk semakin memperketat pengepungan militer Israel di Gaza.


Dalam waktu singkat, Mesir mulai membanjiri terowongan dengan air limbah.


"Selain bencana lingkungan yang disebabkan oleh air limbah, hal ini juga menyebabkan kematian banyak warga Palestina, termasuk orang-orang yang mencoba melarikan diri dari pengepungan, serta beberapa dari mereka yang terlibat dalam bisnis terowongan yang berkembang pesat," tulis ulasan tersebut.


Pengepungan terowongan

Sejak 2007, Gaza berada di bawah kepungan Israel. Mesir berpartisipasi dalam pengepungan tersebut dengan mencegah warga Palestina menggunakan Penyeberangan Rafah sebagai jalur alternatif untuk lintas barang-barang komersial – makanan, bahan bakar, bahan bangunan, dll.


Selain itu, Mesir telah berulang kali menutup Penyeberangan Rafah, menyebabkan ribuan warga Palestina terdampar di kedua sisi perbatasan.


Dengan hancurnya terowongan-terowongan tersebut, salah satu dari sedikit bantuan yang tersisa di tangan warga Palestina di Gaza pun terputus.


Pengepungan mereka terhadap warga Palestina kini telah selesai.


"Namun, jika dilihat dari peristiwa 7 Oktober, dan kuatnya milisi Perlawanan Palestina di Jalur Gaza sejak saat itu, tampaknya milisi perlawanan Palestina -Hamas- sendiri tidak terlalu terpengaruh oleh strategi Mesir yang didukung AS untuk menghancurkan terowongan Gaza dengan menggunakan berbagai strategi," tulis ulasan itu.


Apa buktinya Hamas dan milisi pembebasan lain tidak terpengaruh oleh strategi pembanjiran terowongan?


Serangan Banjir Al-Aqsa pada 7 Oktober serta pertempuran sengit di Gaza sejak itu menjadi bukti nyata kalau milisi-milisi Palestina di Gaza tetap kuat meski sudah bertahun-tahun dikepung dari atas dan bawah tanah.


Diberi judul “Banjir dan Bom: Begini Cara Mesir Menangani Terowongan Penyelundupan Hamas”, surat kabar Israel Yisrael Hayom adalah satu dari banyak media Israel yang menghubungkan antara strategi Mesir dan apa yang mereka yakini harus dilakukan Israel di Gaza pada saat ini.


Pada Selasa, Wall Street Journal melaporkan kalau tentara Israel sebenarnya telah mulai memanfaatkan strategi Mesir, yaitu memompa air laut ke dalam terowongan Hamas. Citra satelit yang dianalisis oleh berbagai organisasi media, termasuk NBC News, menunjukkan pipa air besar dimulai dari Laut Mediterania dan berakhir di berbagai bagian pantai Jalur Gaza.


Kejahatan perang

Antusias pada aksi membanjiri terowongan Gaza sebagai upaya terakhir untuk mengalahkan Hamas, negara-negara lain telah memperingatkan terhadap langkah ekstrem tersebut.


Dmitry Polianskiy, Deputi Pertama Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, misalnya, telah memperingatkan kalau membanjiri bawah tanah Gaza dengan air laut adalah kejahatan perang.


"Kejahatan perang karena akan mencemari air bawah tanah yang sudah sangat asin di Gaza, serta merusak lingkungan secara permanen," lapor TC.


Selain itu, menurut Polianskiy, kemungkinan besar banyak warga sipil Palestina bersembunyi di bawah tanah untuk menghindari kengerian perang Israel, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 18.000 orang.


Tindakan Putus Asa

Penulis dan analis Palestina, Ramzy Baroud mengatakan kalau membanjiri beberapa terowongan, betapapun kejamnya, merupakan tindakan putus asa.


Disebut putus asa hanya karena hal ini didasarkan pada pemahaman yang salah kalau jaringan terowongan terhubung sedemikian rupa sehingga membanjiri satu terowongan di Beit Layha, di utara, akan membanjiri terowongan lainnya di Rafah, di selatan.


Faktanya, terowongan Hamas tidak sesederhana sebuah pipa lurus yang kedua sisinya saling terkoneksi satu sama lainnya.


“Karena pengalaman Mesir yang mengalami banjir terowongan yang mengerikan, dan antisipasi kalau Israel pasti akan mengambil pilihan seperti itu, terowongan-terowongan Perlawanan (Hamas) dibuat sedemikian rupa sehingga memungkinkan mereka untuk mengakomodasi (meredam) taktik-taktik yang kejam dan putus asa sekalipun,” tambah Baroud.


Struktur Terowongan

Memang benar, seluruh sisi terowongan Gaza terbuat dari beton bertulang, namun tanahnya selalu dibiarkan dalam material aslinya, yang pada dasarnya berupa pasir dan tanah padat. Artinya, air akn cenderung meresap ke lapisan bawah dari struktur terowongan.


Menurut para ahli, pembangunan terowongan tersebut dilakukan untuk mengakomodasi kemungkinan banjir yang disengaja atau alami, yang cukup sering terjadi setiap musim dingin di Gaza. Faktor lain adalah koar-koar AS dan Israel soal niat membanjiri terowongan justru jadi keuntungan bagi Hamas bersiap dan menyiapkan kontijensi bagi infrastrukturnya.


"Fakta kalau Israel, AS, dan sekutu Barat mereka telah menjajakan gagasan membanjiri terowongan sebagai salah satu strategi utama dalam mengalahkan Hamas, telah memberikan cukup waktu bagi Palestina untuk bersiap menghadapi kemungkinan tersebut.


“Agar Israel berhasil membanjiri terowongan, mereka harus menguasai penuh Gaza terlebih dahulu, mengidentifikasi lokasi semua terowongan, dan memulai proses pemompaan air laut secara perlahan, yang akan memakan waktu berbulan-bulan, waktu yang sangat lama. Israel tidak mempertimbangkan kerugian besar akibat perlawanan keras di Gaza,” kata Baroud.

Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                                          (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

                    Dapatkan Informasi Terupdate Pertandingan Bola Setiap Hari Hanya DI Sini

                                            klik Link Ini ╰┈➤ ( https://bit.ly/3roZpyA

                                                         ¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯

iklan