Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Tragis Laki- laki di Surabaya Dibantai gegara Selingkuhi Istri Bandar Narkoba

Call me Einstein
12 Des 2023, 12:37 WIB Last Updated 2023-12-12T05:37:17Z

 Surabaya-Korantalk.info Supandi langsung mengangkut ponselnya sehabis memandang panggilan masuk dari H Ridi. Dalam percakapannya, Supandi membenarkan dirinya serta Jamaludin alias Agung Individu hendak berangkat ke dari Pontianak ke Kota Surabaya.



Mendengar kepastian ini, Ridi kemudian mengirim duit Rp 5 juta ke Supandi buat bayaran akomodasi ke Surabaya. 2 hari setelahnya ataupun Pekan, 27 Mei 2018, Supandi serta Agung berangkat ke Surabaya lewat hawa.


BACA JUGA : DALLAS LEGA KYRIE TIDAK CEDERA PARAH


Setiba di Lapangan terbang Juanda, Supandi serta Agung langsung dijemput oleh Ridi dengan mengendarai Honda CR- V nopol Meter 11 KU. Mobil warna putih itu berikutnya mengarah Apartemen Educity di Pakuwon City siang itu.


Kehadiran Supandi serta Agung memanglah sudah ditunggu- tunggu Ridi. Sebab Agung dikenal masih memiliki utang duit sabu kepada Ridi. Keduanya sepanjang ini melaksanakan bisnis narkoba serta sudah silih memahami dekat satu sama lain.


Tetapi bukan sebab permasalahan utang saja yang membuat Ridi memohon Agung supaya tiba ke Surabaya. Ridi warnanya pula sakit hati sebab mengenali Eva Tri Sulisningtyas, istri simpanannya diselingkuhi Agung.


Buat itu, permintaannya kepada Supandi supaya Agung dibawa ke Surabaya ialah modus belaka. Karena Ridi berencana hendak menghabisi laki- laki asal Senen, Jakarta Pusat itu dengan sahabatnya ialah Supandi, Rian Hidayat serta Imam Syafii.


Dekat jam 13. 00 Wib, mobil yang ditumpangi Ridi, Supandi serta Agung setelah itu datang di Apartemen Educity. Setibanya di situ, ketiganya kemudian mengarah kamar no 1707 yang disewa Eva, istri simpanan Ridi.


Di kamar lantai 17 itu, nyatanya telah terdapat Imam serta Rian yang sudah dihubungi Ridi lebih dahulu. Agung tanpa curiga setelah itu diajak acara sabu bersama Ridi, Supandi serta Imam. Sebaliknya Eva tidak turut serta cuma dalam kamarnya.


Sehabis acara sabu itu, Supandi, Rian serta Imam setelah itu keluar dari kamar serta mengarah kamar no 0527. Sehingga dalam kamar no 1707 cuma tinggal Agung, Ridi serta istri simpanannya, Eva.


Tidak lama, Ridi kemudian memanggil Supandi dkk buat kembali ke kamar 1707. Dikala keduanya masuk, mereka sudah memandang Agung telah bersandar di tembok dengan memegangi perutnya yang bersimbah darah usai ditusuk.


Sembari masih memegang pisau, Ridi setelah itu memerintahkan Rian mengunci pintu, sebaliknya Supandi serta Imam diperintahkan menghabisi Agung yang masih hidup tetapi telah tidak berdaya itu.


Menemukan perintah ini, Imam kemudian mengambil potongan besi yang ujungnya dililitkan karet ban sisa. Besi itu setelah itu dihantamkan bagian pundak Agung yang masih ditangkisnya. Dipukul secara membabi buta, Agung juga ambruk.


Walaupun sudah ambruk, tetapi pembantaian terhadap Agung belum menyudahi. Kali ini giliran Imam yang memukuli badan Agung dengan potongan besi yang sama. Sebaliknya Rian serta Supandi memegangi kedua kaki Agung.


Supandi serta Rian berikutnya menyeret mayat Agung ke dalam kamar mandi. Sebaliknya Imam mensterilkan ceceran darah dengan pengepel lantai. Belum puas Ridi setelah itu menusuk- nusuk perut Agung kembali dengan pisau di kamar mandi buat membenarkan Agung sudah tewas.


Sehabis membenarkan tewas, Ridi kemudian memerintahkan Supandi, Imam serta Rian buat mengunci kamar mandi. Mereka seluruh kemudian berangkat meninggalkan kamar 1707. Imam dikala itu meninggalkan apartemen dengan mengendarai motor. Sebaliknya Supandi serta Rian kembali ke lobi serta masuk ke kamar no 0527.


Keesokan harinya Pekan, 28 Mei 2018 mayat laki- laki 40 tahun itu ditemui serta berikutnya dilaporkan ke polisi. Jenazahnya setelah itu dievakuasi ke RSU dokter Soetomo. Satreskrim Polrestabes Surabaya kemudian menggelar olah TKP.


Pada Jumat, 1 Juni 2018 dekat jam 23. 00 Wib, polisi berikutnya sukses menangkap Supandi. Dari penangkapan ini, Imam serta Rian kemudian ikut diringkus seminggu setelah itu. Sebaliknya Ridi serta istri sirinya, Eva diresmikan jadi catatan pencarian orang( DPO).


3 pelakon pembunuhan itu berikutnya didatangkan dalam jumpa pers di Mapolrestabes Surabaya bersama beberapa benda fakta. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya dikala itu, AKBP Sudamiran berkata motif pembunuhan sebab permasalahan utang serta asmara.


" Bersumber pada pengakuan sebagian pelakon, korban dibunuh lantaran duit Rp 211 juta belum dibayarkan oleh AP( Agung Individu) kepada HR( Ridi) dari hasil jual beli sabu," ucap Sudamiran dikala itu.


Bagi Sudamiran, tidak hanya bandar narkoba, Ridi ialah residivis permasalahan pencurian dengan kekerasan di Kabupaten Pacitan. Apalagi Ridi sempat menembak polisi dikala hendak ditangkap." Terdakwa( Ridi) merupakan seseorang residivis yang sesungguhnya baru leluasa bersyarat," ungkap Sudamiran.


Polisi setelah itu menjerat 3 pelakon yang tertangkap dengan Pasal pasal 340 KUHP sub Pasal 338 Jo 55 ayat( 1) ke 1 KUHP tentang pidana pembunuhan yang direncanakan. Supandi, Rian serta Imam berikutnya jadi pesakitan di Majelis hukum Negara Surabaya.


BACA JUGA : Viral Bocah SMP Dijambret Ojol di Jaksel sampai Terseret Motor


Senin, 25 Februari 2018, ketiga tersangka Supandi, Rian Hidayat cuma didiagnosa 7 tahun pidana penjara. Sebaliknya Imam dijatuhi putusan 7 tahun serta 6 bulan. Sebaliknya Ridi serta istri simpananya, Eva Tri Sulisningtyas belum tertangkap sampai saat ini. 


Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                                  (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)


iklan