Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

30 Tahun Detective Conan, Buah Inspirasi Aoyama Gosho dari Kucing

1 9 2 8
19 Jan 2024, 13:16 WIB Last Updated 2024-01-19T06:16:02Z


 Jakarta, Korantalk -- Pada 19 Januari 1994, sebuah kisah manga dirilis di majalah Weekly Shonen Shogakukan. Manga karya Aoyama Gosho itu mengisahkan seseorang dengan kemampuan detektif genius menjadi anak kecil yang kemudian dikenal sebagai Detective Conan.


Masyarakat Jepang mengenal manga yang tahun ini genap berusia 30 tahun tersebut dengan 名探偵コナン (Meitantei Konan), sementara mereka yang berbahasa Inggris mengenalnya dengan Case Closed.


Dari komik terbitan mingguan, Detective Conan kemudian berkembang menjadi manga buku, anime, film layar lebar, adaptasi ke video gim, audio, hingga drama live-action.


Selama 30 tahun pula --yang muncul di Indonesia dalam bentuk anime sejak 2001-- Detective Conan sudah menemani jutaan anak yang kini menjadi dewasa, termasuk jutaan anak dan dewasa lainnya yang masih setia mengikuti kisahnya.


Manga ini berkisah soal Conan Edogawa, seseorang dengan bentuk anak kecil sepantaran anak SD dengan kemampuan genius dalam urusan mengusut kasus.


Ia sejatinya adalah seorang pemuda SMA bernama Shinichi Kudo, yang merupakan pencinta misteri yang kemudian berurusan dengan mafia misterius bernama Black Organization dan dicekoki racun bernama APTX 4869.


Racun itu membuat tubuh Shinichi menyusut dan menjadi anak kecil. Dengan kondisi tersebut, Shinichi kemudian memutuskan menyamar dengan nama lain Conan Edogawa.

Sejak saat itu, Conan Edogawa mencari tahu soal Black Organization sembari menjalani kehidupan ganda dan membantu detektif paruh-baya yang payah, Kogoro Mouri. Kogoro adalah ayah dari perempuan spesial dalam hidup Shinichi, Ran.

Dalam perbincangan dengan Korantalk pada November 2016, Aoyama Gosho mengakui kisah Conan Edogawa terinspirasi usai membaca sebuah fiksi bertajuk Mikeneko Holmes (三毛猫ホームズシリーズ) karangan Jirō Akagawa.

"Mulanya saya sedang membaca buku berjudul Mikeneko Holmes, tentang kucing yang menjadi detektif," ungkap Aoyama Gosho. "Itu adalah cerita misteri, dan saya terinspirasi dari situ,"

Menurut Gosho, novel fiksi terbitan 1983 itu menyimpan kisah yang pada akhirnya ia terapkan untuk salah satu sisi paling ikonis dari Detective Conan.

"Jadi sebenarnya ada kesamaan antara Conan dan buku tersebut. Karena dalam cerita Mikeneko Holmes, pemilik dari kucing itu juga seorang detektif swasta," jelas Gosho. "Tapi ternyata kucingnya lebih pintar,"

"Itu kenapa sang pemilik [si manusia] dikenal sebagai detektif yang handal, karena bantuan dari kucingnya," tambahnya.

Intisari kisah dari Mikeneko Holmes itu diinterpretasi oleh Aoyama ke dalam tubuh Conan Edogawa.


Meski bertubuh layaknya bocah, Conan tentu tetap memiliki pemikiran layaknya Shinichi. Kemampuannya menganalisis kasus tak berubah. Otaknya tetap pencinta dan pemecah misteri.

Untuk menghilangkan perasaan curiga dari orang dewasa di sekelilingnya, Conan pun 'memanfaatkan' tubuh Kogoro untuk memecahkan kasus yang ia temui dengan cara selalu membius Kogoro hingga tertidur pulas.

Seketika Kogoro mendengkur, Conan bersembunyi di balik tubuh pria itu dan mengubah suaranya menjadi berat ala orang dewasa, hingga seolah-olah Kogoro lah yang menyebutkan analisis kasus dari Conan.

Dalam versi manga terjemahan bahasa Indonesia, momen tersebut dikenal luas dengan 'Kogoro Tidur', yang mengindikasikan bahwa sebuah kasus pembunuhan akan mudah terkuak apabila Kogoro Mouri membunyikan temuan-temuan dalam tidurnya.

Ciri khas Detective Conan tersebut masih terpelihara hingga semesta itu kini nyaris berusia 30 tahun.

Premis itu pertama kali terbit dalam versi manga sejak 1994, meraih popularitas dan berkembang menjadi berbagai luaran produk seperti serial, film hingga gim. Hingga kini, sebanyak 25 judul film bertemakan Detektif Conan juga bergiliran tayang di layar lebar.

Meski sudah puluhan tahun berjalan, Detective Conan masih tetap beredar sebagai salah satu manga tersukses di dunia di tengah usia Aoyama Gosho yang kini sudah mencapai 60 tahun.

Detective Conan diterjemahkan ke 20 bahasa di seluruh dunia dan memiliki banyak penggemar yang setia mengikuti kisah bocah SD ini.

Tercatat, sudah ada 1.100-1.112 chapter yang digarap Aoyama Gosho dalam 104 volume manga yang masih rilis hingga saat ini. Secara total, ada lebih dari 150 juta kopi volume kompilasi (tankōbon) komik Detektif Conan terjual di seluruh dunia.

Pada 2001, serial itu juga memenangi penghargaan manga bergengsi di Jepang, Shogakukan Manga Award ke-46, untuk kategori shōnen atau ragam manga khusus bagi remaja lelaki.

Sementara itu, sudah ada 1.110 episode anime Detective Conan tayang sejak 8 Januari 1996 dan masih terus digarap hingga saat ini. Selain itu, ada juga 30 judul film panjang anime ini dan berbagai adaptasi lainnya.

Dengan segala capaian tersebut yang masih akan sangat mungkin bertambah di masa depan, Aoyama Gosho masih merasahiakan kapan Conan akan berakhir.

"Itu rahasia. Saya masih belum bisa memberitahukannya," kata Aoyama Gosho kepada Korantalk tujuh tahun lalu di Singapura.

"Namun secara kasar, saya sudah memiliki kesimpulan di pikiran saya. Saya cuma mengikuti perasaan, mengikuti apa kata hati saya," lanjutnya.

iklan