Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

KPK Geledah Rumah Muhaimin Syarif Terpaut Korupsi Gubernur Malut

Call me Einstein
5 Jan 2024, 20:03 WIB Last Updated 2024-01-05T13:03:34Z

Jakarta-Korantalk.info Komisi Pemberantasan Korupsi( KPK) terus mengusut permasalahan dugaan suap terpaut proyek infrastruktur yang menjerat Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba. KPK menggeledah rumah Pimpinan Partai Gerindra Maluku Utara Muhaimin Syarif.



" Kamis( 4/ 1) pula sudah dicoba penggeledahan di daerah Pagedangan, Tangsel, Tangsel rumah saksi Muhaimin Syarif," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat( 5/ 1/ 2024).


BACA JUGA : Terbongkar Ferdy Sambo Disebut Tak di Lapas Salemba, Tapi Ruang Khusus BerAC, Alvin: Saya Tahu Semua


KPK menyita dokumen, tercantum perlengkapan elektronik. KPK hendak menganalisis penemuan itu buat memenuhi berkas penyidikan.


" Pada posisi diartikan, ditemui serta diamankan antara lain bermacam dokumen tercantum perlengkapan elektronik yang diprediksi nantinya bisa menarangkan perbuatan dari para terdakwa," ucapnya.


" Penyitaan berikut analisis atas penemuan fakta tersebut pula lekas dicoba buat memenuhi berkas masalah penyidikan," imbuhnya.


Tidak cuma itu, KPK menggeledah rumah terdakwa dari pihak swasta, Stevi Thomas. KPK pula menggeledah salah satu kantor pihak swasta.


" Hari ini( 5/ 1), regu penyidik sudah berakhir melakukan upaya paksa penggeledahan di daerah Jakarta, ialah rumah kediaman terdakwa ST serta salah satu kantor pihak swasta," ucapnya.


Lebih dahulu, KPK menetapkan Abdul Gani Kasuba selaku terdakwa permasalahan dugaan suap. Gani diprediksi menerima suap terpaut proyek infrastruktur di Malut.


" AGK( Abdul Gani Kasuba) dalam jabatannya selaku Gubernur Maluku Utara memastikan siapa saja dari dari pihak kontraktor yang dimenangkan dalam lelang proyek diartikan," ucap Wakil Pimpinan KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu( 20/ 12).


Alexander berkata nilai bermacam proyek infrastruktur di Malut itu menggapai Rp 500 miliyar, yang bersumber dari APBN. Gani diprediksi memerintahkan bawahannya memanipulasi progres proyek seakan telah berakhir di atas 50 persen supaya pencairan anggaran dapat dicoba.


" Fakta permulaan dini ada duit yang masuk ke rekening penampung beberapa Rp 2, 2 miliyar yang digunakan buat kepentingan individu AGK, berbentuk penginapan di hotel serta membayar kesehatan yang bersangkutan," ucapnya.


BACA JUGA : Mbappe Jawab Rumor Pindah ke Liverpool


Gani pula diprediksi menerima setoran dari para ASN di Malut. Berikut catatan terdakwa dalam permasalahan ini:


1. Gubernur Maluku Utara( Malut), Abdul Gani Kasuba

2. Kadis Perumahan serta Permukiman Malut, Adnan Hasanudin

3. Kadis PUPR Malut, Daud Ismail

4. Kepala BPPBJ Malut, Ridwan Arsan

5. Ajudan Gubernur Malut, Ramadhan Ibrahim

6. Pihak swasta, Stevi Thomas

7. Pihak swasta, Kristian Wuisan 

iklan