Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Pedagang Glodok Girang, Naga Kayu 'Menyala' di Antara Riuh Pemilu 2024

1 9 2 8
7 Feb 2024, 13:52 WIB Last Updated 2024-02-07T06:52:37Z


 Jakarta, Korantalk -- Kawasan Pecinan Glodok, Pancoran, Jakarta Barat, terasa membara. Bukan karena sengatan matahari, tapi gara-gara pernak-pernik Imlek 2024 menyala di siang bolong ini.


Kumpulan naga tampak 'beterbangan' dengan gagah menyambut datangnya insan di Gapura Chinatown. Ekor makhluk mitologis itu seakan menuntun pengunjung kepada naga besar bermotif emas yang bertengger di Petak Enam, sentra wisata kuliner di sana.


Imlek tahun ini memang milik shio Naga Kayu. Wajar jika hewan kepercayaan rakyat Tionghoa itu terlihat menginvasi jalan raya.


"Boleh Koh, dilihat dulu," ucap salah satu penjaja pernak-pernik di dekat Gapura Chinatown, Selasa (6/2).


"Ayo Ci, murah meriah! Ada angpau, lampion, semua ada," sahut penjaja lainnya.


Seluruh pekik tersebut terdengar di bahu kiri jalan dari arah gerbang masuk. Sedangkan sisi kanan hampir tak ada sosok pencari cuan dari pernak-pernik Imlek 2024.


Di salah satu kios, Juan tampak asik memamerkan lampion yang menyala. Pedagang atribut Imlek menuturkan barang itulah yang paling cuan. 'Lampion Matahari' yang ia pamerkan, bahkan dibanderol Rp1,5 juta.


"Lampion yang paling laku. Harganya macam-macam, ada yang Rp200 ribu, Rp250 ribu, Rp350 ribu. Ini tempelan gambar di dinding juga banyak yang cari," jelas Juan.


Juan menjajakan dagangannya sejak pukul 08.00 pagi. Menurutnya, waktu paling ramai saat matahari menyengat di Glodok.


Para pembeli biasanya silih berganti hingga fajar tenggelam di ufuk barat.


"Imlek tahun ini ramai pembeli. Lumayan, lebih ramai dibandingkan tahun lalu. Toko saya ada kenaikan omzet 25 persen," ucapnya bangga.


Hari Raya Imlek yang jatuh pada 10 Februari 2024 nanti bukan satu-satunya peristiwa sakral di tahun ini. Ada juga pesta demokrasi lima tahun sekali.


Wajar jika para naga harus berbagi tempat dengan baliho calon legislatif yang berjejer di sepanjang Pecinan Glodok. Ada partai si anak muda maupun mereka golongan petahana.


Empat hari usai perayaan Imlek, gegap gempita orang-orang juga akan bergeser ke bilik suara.


Meski begitu, Juan mengaku Pemilu 2024 tak berpengaruh signifikan terhadap kantongnya. Ia juga bersaksi tak banyak caleg yang mampir ke Glodok untuk memborong dagangannya.


"Kalau caleg sih jarang mampir. Adanya pengusaha, mereka yang punya apartemen, hotel, wihara, atau kelenteng," aku Juan.


Pengakuan senada datang dari Juli. Ia ingat pernah ada sejumlah tim sukses (timses) caleg atau pasangan calon presiden-wakil presiden yang hanya datang untuk bagi-bagi kaus.


Sayangnya, Juli tak kecipratan kemurahan hati para peserta kontes demokrasi. Tak satupun peserta pemilu memborong dagangannya.


Pria berbadan tegap itu bertutur bahwa pekan ini adalah waktunya penghabisan. Momen puncak cuan sudah terjadi pada Minggu (4/2) kemarin.


"Jualan sekarang memang agak sepi, soalnya semakin dekat Imlek, semakin sepi. Dua minggu menjelang Imlek kemarin ramainya," jelasnya.


"Hari Minggu kemarin itu sebenarnya ramai terakhir. Sekarang, sisanya. Ini orang kalau beli yang kurang saja buat tambahan persiapan Imlek," imbuh Juli.


Juli mengaku pernak-pernik jualannya yang laris manis adalah yang berunsur naga, mulai dari angpau, lampion, hingga tempelan dinding.


Kendati begitu, ada juga pembeli yang memboyong gambar-gambar netral. Harapannya, pernak-pernik itu masih bisa dipakai kembali di tahun mendatang.


Meski pendapatannya tak sebesar saat sebelum pandemi covid-19, Juli tetap bersyukur. Ia mengaku keuntungan yang diperoleh sudah mulai berangsur membaik.


iklan